Monday, May 4, 2015
Agenda Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua Mulai 8 Mei 2015
0 comments Posted by |toekang.blog| at 12:04 AMPresiden Jokow Widodo (Jokowi) direncanakan akan melakukan serangkaian kunjungan kerja di Provinsi Papua mulai 8 Mei 2015 mendatang. Selain akan menghadiri panen raya, Jokowi diagendakan untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan di provinsi paling timur di Indonesia ini.
Agenda kunjungan Presiden Jokowi ini dipaparkan oleh Komandan Komando Distrik Militer (Danrem) 174/Anim Ti Waninggap (ATW) Brigjen TNI Supartodi kepada Antara News di Jayapura, Papua, Minggu (3/5/15).
Supartodi adalah ketua penyambutan dan penjemputan rombongan Presiden di Merauke nanti, dan untuk kegiatanpenyambutan ini telah dilakukan rapat koordinasi yang dihadiri oleh sejumlah pihak dan wakil dari Kodam XVII/Cenderawasih di Istana Negara dengan Tim kepresidenan pada Kamis (30/4) lalu.
Masih menurut Supartodi, Presiden Jokowi akan mengawali kunjungannya di Papua pada tanggal 8 mei 2015 seusai shalat Jumat di Ambon, Maluku dan langsung menuju Bandara Sentani, Jayapura, Papua. Di Sentani, Kepala Negara akan langsung meninjau Pasar Mama-Mama di Pasar Phara Sentani.
Pada hari kedua, 9 Mei 2015, Presiden Jokowi akan melakukan beberapa kegiatan antara lain maninjau Pasar Hamadi, menghadiri peresmian Jembatan Holtekamp, peresmian kampus IPDN di Buper Waena, melakukan peletakan batu pertama pembanguan fasilitas PON 2020 serta melakukan peresmian kabel optik.
Seusai meresmikan dan melakukan peletakan batu pertama sejumlah proyek pembangunan di Jayapura, Presiden dan rombongan akan melanjutkan kunjungan ke wilayah selatan Papua, yaitu Merauke.
Di Merauke, pada 10 mei 2015, Presiden Jokowi akan menghadiri panen raya di Bapeko, Kabupaten Merauke dan kemudian dilanjutkan ke Manokwari, Papua Barat untuk meresmikan pembanguan industri petrokimia dan peresmian pembangunan pembangkit listrik proyek tangguh BUMN.
Pada tanggal 11 Mei 2015, Kepala negara dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Sorong untuk meresmikan kabel optik Telkom serta meresmikan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).
Sore harinya, Presiden dan rombingan dijadwalkan untuk kembali ke Jakarta.
Labels: Jokowi, Papua, pemerintah, Sosial Politik
Thursday, September 4, 2014
![]() |
Pabrik Sagu yang sedang di bangun di Papua |
Pembangunan, pabrik sagu ini sendiri dilakukan karena di wilayah Papua Barat diketahui memiliki hutan sagu terluas di dunia. Perlu diketahui bahwa pabrik sagu yang dibuat oleh salah satu BUMN ini bukanlah yang pertama di Papua. Sebab sebelumnya sudah ada pihak swasta yang ingin membangun pabrik di tanah Papua Barat namun di tolak oleh warga setempat.
"Pabrik milik swasta itu sampai sekarang nggak bisa beroperasi karena ditolak penduduk setempat. Mereka sudah investasi banyak. Itu sudah mulai dibangun tujuh tahun silam tapi masalahnya tidak selesai-selesai," kata General Manager Perhutani Papua Ronald Guido Suitela di Kais, Sorong Selatan, Kamis (4/9/2014).
Namun dilain pihak BUMN milik pemerintah ini (Perhutani) malah diijinkan oleh masyarakat untuk mendirikan pabrik di Desa Kais. Bahkan pembangunannya sendiri mendapatkan dukungan dari penduduk lokal. Sama sekali tidak ada penghadangan dari penduduk lokal atas pembangunan pabrik sagu milik pemerintah tersebut.
Apa yang menjadi rahasia Perhutani menarik hati masyarakat yang tadinya menolak malahan menjadi mendukung? Rupanya Ronald bercerita bahwa Perhutani melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan masyarakat lokal. Perhutani menyebut hal ini sebagai Pembangunan Sosial. Pembangunan sosial penting sebelum pembangunan fisik 'pabrik' diddirikan.
"Kita bangun bangunan sosial dulu, bukan bangunan fisik," sebut Ronald.
Fondasi sosial yang pertama kali dibangun oleh Perhutani diawali dengan melakukan dialog-dialog bersama warga lokal. Pendekatan ini sendiri mirip seperti pendekatan agama. Ronald mengakui bahwa diawal-awal masyarakat menolak karena trauma dengan kejadian penebangan besar-besaran atau Illegal Logging yang pernah terjadi di tanah Papua Barat.
Setelah itu, Perhutani juga membentuk sebuah lembaga yaitu LMDH. LMDH merupakan singkatan dari (Lembaga Masyakat Desa Hutan) beberapa anggotanya ialah warga lokal. NIat perhutani membangun lembaga ini ialah sebagai mediator antara perusahaan dengan warga.
Perhutani juga melakukan ajakan kepada warga lokal untuk ikut membantu / menjadi bagian dari pabrik sagu milik Perhutani ini. Ronald menjelaskan bahwa warga Kais dan sekitarnya diperbolehkan untuk memasok batang sagu ke pabrik. Sehingga pada akhirnya warga lokal akan terbantu secara ekonomi sebab Perhutani akan membeli batang sagu yang ditebang oleh warga. Total konsesi lahan sagu yang diterima Perhutani seluas 17.000 hektar.
Sermentara itu, atas terbangunnya pabrik sagu milik Perhutani ini, Pabrik ditargetkan untuk bisa memproduksi tepung sagu 100 ton per hari.
Labels: pemerintah
Thursday, August 28, 2014
Dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama presiden terpilih Joko Widodo yang dilakukan di Bali, terucap bahwa Joko Widodo sempat meminta presiden SBY untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi agar stok BBM di SPBU dapat normal kembali.
![]() |
Pertemuan Jokowi dan SBY Di Bali Bahas Kenegaraan untuk transisi kepemimpinan. |
"Jawabannya, ya beliau menyampaikan bahwa saat ini kondisinya dianggap masih kurang tepat untuk menaikan BBM," ujar Jokowi.
Merespon jawaban dari Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi mengungkapkan bahwa langkah yang dipilih SBY sangat disayangkan. Sebab menurutnya, APBN sebaiknya tidak terlalu terbebani dengan subsidi BBM dan utang luar negeri.
Walau dirinya memastikan akan tetap melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak untuk mengurangi beban APBN dan mengalihkannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi Jokowi masih belum bisa memutuskan kapan pemberlakukan harga BBM yang telah dinaikkan dapat dilaksanakan di masa pemerintahan dirinya.
Labels: pemerintah
Friday, July 18, 2014
Proyek pembangunan PLTU yang berkapasitas 2 x 200 Mega Watt (MW) itu dilakukan agar Sumatera Utara tidak terjadi lagi bencana pemadaman listrik / defisit pasokan listrik yang meresahkan pelanggan. Dan kedatangannya pada proyek pembangkit listrik itu karena ingin memastikan bagaimana perkembangan PLTU yang bernama Pangkalan Susu secara langsung.
Dahlan Iskan yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Listrik PT PLN (persero) merasa optimis bahwa PLTU Pangkalan Susu mampu beroperasi secara penuh dan mampu mengaliri listrik ke warga Sumatera Utara pada 9 September 2014.
Dahlan Iskan yang datang secara diam-diam tanpa diketahui Dirutnya itu juga mengungkapkan bahwa perkembangan PLTU Pangkalan Susu saat ini masih dalam tahap uji coba. Dan pengujian sendiri baru dilakukan pada satu unit, unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
"Unit yang sedang dicoba ini berkapasitas 200 MW. Unit satunya lagi sedang dalam penyelesaian. Saya targetkan 9 September menghasilkan listrik tambahan 200 MW lagi," kata Dahlan dalam keterangan tertulisnya Jumat (18/7/2014).
Proyek pembangunan yang dimulai sejak tahun 2008 ini sendiri merupakan hasil kerjama antara Indonesia dengan Guandong, Tiongkok tahun 2007. Dahlan Iskan sempat berbincang-bincang dengan insinyur pembangunan PLTU tersebut yang berasal dari Tiongkok.
"Tapi saya panggil ahli-ahli dari RRT-nya untuk rapat khusus agar bisa mencapai target itu. Mereka sanggup dan saya akhiri dengan toast," jelasnya.
PLTU Pangkalan Susu yang baru tadi malam dinyalakan ternyata berhasil menghasilkan uap yang banyak. Dengan uap yang banyak tersebut, Dahlan meyakini tidak butuh waktu lama agar uap dapat mampu menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik untuk warga Sumatera Utara.
"Dua jam lagi, setelah tekanan uapnya ideal, turbin mulai diputar. Kalau turbin sudah bisa berputar sampai 3.000 RPM dan tidak ada masalah apa-apa, besok generator mulai dicoba," jelasnya.
Dahlan Juga berharap bahwa proses uji coba ini berhasil dan tanpa kendala, agar PLTU Pangkalan Susu dapat memproduksi listrik untuk warga Sumatera Utara. PLN sendiri sudah menyiapkan pasokan batu bara yang cukup serta sebagian transmisi.
Labels: infrastruktur, pemerintah