Monday, May 4, 2015
Semarang Night Carnival 2015 Meriahkan Ulang Tahun Kota Semarang ke 468
0 comments Posted by |toekang.blog| at 1:07 AMSebuah parade akbar yang bertajuk Pergelaran Semarang Night Carnival 2015 digelar Minggu alam (3/4/15) dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Ke-468 Kota Semarang. Kegiatan ini berupa parade yang diikuti oleh peserta dengan aneka kostum unik dan gemerlap.
Parade dimulai dari titik nol kilometer Kota Semarang yang tepat berada di depan Kantor Pos Besar Johar, dimana meskipun diiringi oleh hujan gerimis namun ribuan peserta tetap bersemangat memamerkan aneka kostum mereka yang berwarna-warni dan tampak meriah.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi ikut memeriahkan acara ini dan ia bahkan menyempatkan diri untuk melantunkan lagu yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi rock legendaris Achmad Albar “Rumah Kita” untuk membangkitkan semangat para peserta ditengah rintik hujan gerimis. Hendi berharap agar seluruh warga Semarang bersedia berpartisipasi untuk bersama-sama menjadikan kota ini lebih baik sebagai refleksi kota yang sudah menginjak usia 468 tahun ini.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ikut hadir dalam acara ini juga mengakui bahwa Semarang merupakan salah satu kota yang tua yang selalu dirindukan oleh siapa saja yang pernah mengetahui keindahan kota yang dijuluki Kota Atlas itu. Ia berharap agar Kota Semarang akan semakin banyak event dan semakin jaya.
“Defile” karnaval yang diikuti oleh jumlah peserta yang disesuaikan dengan usia Kota Semarang yaitu sebanyak 468 peserta berkostum unik ini dibuka oleh rombongan Akademi Kepolisian (Akpol) dengan suguhan atraksi marching band.
Peserta “defile” dibagi berdasarkan tema yang mewakili berbagai etnis yang ada di Kota Semarang yaitu Jawa, Melayu, China, Timur Tengah dan Belanda. Masing-masing mengenakan kostum yang unik, bahkan ada yang mengenakan kostum yang terbuat dari anyaman bambu.
Gerimis yang terus mengguyur tak menyurutkan semangat para peserta karnaval dalam memamerkan kostum mereka sambil terus melemparkan senyum kepada penonton, sementara masyarakat juga tidak kalah antusiasnya memenuhi pinggiran jalan protokol yang dilalui rute Semarang Night Carnival 2015 ini yang berakhir di depan Balai Kota Semarang.
Selain marching band dan parade kostum unik, Semarang Night Carnival 2015 juga dimeriahkan dengan akhsi barongsai dan liong yang ditampilkan personel Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse) 15 Semarang serta dimeriahkan aksi kelompok tamu dari Solo Red Batik.
Selain itu ada juga pergelaran band dan berbagai hiburan digelar di halaman Balai Kota Semarang.
Labels: Seni dan Budaya
Saturday, October 25, 2014
Salah satu kelompok musik yang sempat tampil pada Pekan Komponis Indonesia 2014 bertemakan “Keroncong: Riwayatmu Kini..” di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Jumat malam lalu (24/10/14) adalah kelompok legendaris Keroncong Tugu Cafrinho.
Kelompok yang sudah terbentuk sejak tahun 1925 ini tampil membawakan enam lagu keromcong yang kebanyakan menggunakan bahasa Portugis Kreol.
Bahasa Portugis Kreol , menurut Guido Quiko, Ketua Keroncong Tugu Cafrinho, memang masih digunakan di Kampung Tugu yang merupakan salah satu kawasan di kelurahan Tugu, Jakarta Utara ini. Bahasa Portugis Kreol memang sudah membaur dengan budaya setempat dan salah satunya terlihat lewat lagu-lagu keroncong yang dilantunkan oleh kelompok Keroncong Tugu Cafrinho di Pekan Komponis Indonesia 2014 kemarin.
"Contohnya lagu Nina Bobo yang kami bawakan tadi. Banyak yang tidak tahu lagu itu berbahasa Portugis Kreol khas Kampung Tugu," kata Guido. Guido juga menjelaskan bahwa lagu “Gatu Matu” yang juga mereka bawakan malam itu merupakan bahasa Portugis Kreol yang di negara asalnya disebut “Gato Mato” yang artinya ‘Kucing Hutan’.
Masuknya bahasa Portugis ke Kampung Tugu dibawa oleh tahanan Portugis yang dilepaskan oleh Belanda di wilayah tersebut pada tahun 1662 dan kemudian para tahanan ini berbaur dan berasimilasi dengan penduduk setempat termasuk bahasa mereka juga melebur dengan bahasa penduduk Tugu.
Labels: Keroncong, Seni dan Budaya
Monday, October 31, 2011
Kairo (jasa Pembuatan Website) - Begitu mendengar irama angklung mengiringi lagu poco-poco, para muda mudi Aljazair pun bergoyang mengikuti musik khas Jawa Barat itu.
Suasana tambah semarak ketika ibu-ibu dan staf KBRI Aljer muncul di panggung untuk turut goyang poco-poco mengiringi irama musik yang oleh Badan PBB, UNESCO, ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia tersebut.
Kehangatan musik angklung dan goyang poco-poco itu tergambar dalam penampilan Saung Angklung Udjo di pusat perbelanjaan kesohor di ibu kota Aljier, "Bab Ezzouar Mall", kata siaran pers KBRI Aljer yang diterima ANTARA Kairo, Senin.
Penampilan Saung Angklung Udjo di Bab Ezzouar Mall pada Jumat (28/10) itu terselenggara atas kerja sama KBRI Aljer dengan pihak pengelola mal terbesar di negara Arab di Afrika Utara teresbut.
"Kunjungan Saung Angklung Udjo ke Aljazair benar-benar membawa kesan tersendiri", ujar Taufik Hidayat, koordinator Tim Saung Angklung Udjo tersebut.
Taufik menjelaskan, penampilan Saung Angklung Udjo di Aljazair dalam rangka mewakili Indonesia dalam Pameran Warisan Budaya Dunia Non-Benda dari Negara-Negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berlangsung di Tlemcen pada 22 - 26 Oktober 2011.
Tlemcen, kota wisata di bagian barat Aljazair itu terpilih sebagai Ibukota Kebudayaan Islam 2011 dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan OKI di Baku, Azerbaijan pada 2009.
Disebutkan, dalam pertunjukan itu, pemain Saung Angklung Udjo juga mengiringi sejumlah lagu khas Timur Tengah untuk menunjukkan kehebatan alat musik tradisional Indonesia.
Pengujung Bab Ezzouar Mall di hari Jumat yang merupakan liburan akhir pekan di negara itu dibuat terkagum-kagum ketika Saung Angklung Udjo memainkan alunan "Ya Rayeh," sebuah lagu rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakat Aljazair, katanya.
Pagelaran seni budaya Indonesia di Mal Bab Ezzouar itu ditutup dengan sebuah lagu khas Mesir, "Ya Habibi".
Usai pertunjukan, para penonton berebut untuk meminta foto bersama dengan para personel Saung Angklung Udjo dan peralatan musik angklung mereka, hingga akhirnya pihak keamanan pun terpaksa turun tangan menertibkan suasana, katanya.
"Luar biasa sekali kesenian tradisional Indonesia ini, dan saya sangat terharu menyaksikan saudara-saudara saya yang datang jauh dari Indonesia untuk menghibur kami di sini", tutur seorang pengunjung seperti dikutip siaran pers. (M043/A035)
Source
Labels: News, Seni dan Budaya
Saturday, January 15, 2011
"Terimakasih buat yang sudah memberikan baju ini buat saya, karena dengan baju ini tetek saya jadi kelihatan besar, padahal enggak seperti itu," kata Djenar dalam jumpa pers di Ecobar, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (14/1/2011) malam tadi, seusai peluncuran buku, "1 Perempuan 14 Laki-laki".
Adalah desainer Cynthia Nevelona yang berada di belakang busana hitam yang digunakan Djenar pada saat peluncuran buku "1 Perempuan 14 Laki-Laki". Cynthia menyiapkan busana tersebut selama dua minggu.
"Persiapannya dua minggu. Konsepnya, saya sesuaikan dengan karakteristik Djenar, yang mana memperlihatkan kurang lebih bagian postur-postur tubuhnya yang bagus," jelas Cynthia.
Source
Labels: News, Seni dan Budaya
Saturday, November 13, 2010
Konferensi Wilayah Pelajar Islam Indonesia di Pandeglang
0 comments Posted by |toekang.blog| at 12:41 AMPelajar Islam Indonesia (PII) mengadakan Konferensi Wilayah ke-5 di Pandegalang untuk menyusun program kerja organisasi bernafaskan Islam tersebut.
Acara yang berlangsung di Pendopo kantor Pemerintahan Kabupaten Pandeglang, Jumat, itu dibuka Ketua Perhimpunan (KB) PII Banten H Hasan Alaidrus yang dihadiri PB PII Zaenal Arifin, Ma`mun Muzakki anggota DPRD Banten) dan Ka. Kanwil Departemen Agama H Muhammad Abdurrahman.
Dipilihnya Pandeglang sebagai lokasi Konferensi Wilayah PII ini karena dinilai setrategis dari jangkauan beberapa daerah di Banten, dan merupakan bentuk eksisnya anak-anak PII yang didominasi putra-putri kabupaten Pandeglang.
Terkait dengan acara tersebut, panitia juga menggelar seminar pendidikan sebagai kontribusi pemikiran bagi kemajuan dunia pendidikan di daerah tersebut.
Acara pembukaan dihadiri kurang lebih 150 peserta perwakilan seluruh wilayah Banten (Cilegon, Serang, Pandeglang, Rangkasbitung dan Lebak) kecuali daerah Tangerang.
Ketua panitia Erlan Tresna Saputra, lokasi penyelenggaraan konferensi di Pandeglang sangat strategis karena berdekatan dengan arah keluar masuk Jakarta.
"Tangerang menginduk dan masuk ke dalam wilayah Jakarta, dan itu sudah terjadi sejak awalnya. Karena itu, konferensi PII dilaksanakan di Pandeglang," ujarnya.
Konferensi akan berlangsung tiga hari dengan agenda pembahasan program kerja dan pemilihan Ketua Umum dan pengurus Wilayah PII Provinsi Banten.
PII bertekad ingin lebih maju dan tidak selalu mengekor dalam setiap kesempatan dan event.
Zaenal Arifin selaku perwakilan dari PB PII mengingatkan kader dan peserta Konferensi lebih peka dalam bertindak terhadap polemik-polemik keumatan dan bangsa.
Source
Labels: Agama, News, Seni dan Budaya
Urbanfest 2010 yang akan digelar pada tanggal 20 - 21 November di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol Jakarta mengangkat tema kreativitas olah raga bertajuk "Urbanfest all you can act urbansports heroes".
"Kita selalu mencoba mengikuti tren, tahun ini trennya mengarah ke olah raga jadi kita mengangkat kreativitas olah raga anak muda," kata Nugroho F.Yudho ketua panitia Urbanfest 2010 saat ditemui di plaza FX kawasan Senayan.
Nugroho mengatakan bahwa penonton urbanfest kebanyakan anak muda yang kreatif."Olah raga kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Tema olah raga bertujuan agar pengunjung tidak hanya menonton tetapi bisa ikut berpartisipasi dan beraksi menunjukkan kemampuannya," kata Nugroho. Urbanfest 2010 punya slogan "we invite you".
Acara itu menitikberatkan kegiatan outdoor sport seperti futsal, street ball, air soft gun dan fun rally sepeda mengelilingi Ancol berhadiah uang tunai.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada urbanfest tahun ini pintu masuk utama dibentuk menyerupai aktivitas orang yang sedang melakukan pemanasan sebelum berolah raga. Pengunjung "dibawa" untuk melakukan gerakan seperti merunduk dan setengah kayang sesuai bentuk pintu sebanyak tiga lapis.
"Tahun lalu target kami 50 ribu penonton dan tahun ini juga sama. Lokasi pasar seni lebih kecil dari lokasi yang terdahulu, selain itu urbanfest 2010 ini juga diikuti oleh 50 jenis komunitas di antaranya sepeda, dan fotografi," katanya
Mengenai tiket ia mengatakan pengunjung hanya membayar tiket masuk Ancol. Acaranya dimulai sejak pukul 9.30 pagi hingga 24.00 malam.
Kemeriahan yang diselenggarakan berupa urban sport,art,exhibition,competition, dan musik. "Ada 5 stages dan 5 grounds selama dua hari," kata Nugroho. Dalam acara itu dipamerkan pula untuk pertama kalinya trike bike dan sky runner dua alat olah raga yang sedang menjadi tren dikalangan anak muda urban.
Info dan update Urbanfest 2010 tersedia di jejaring sosial facebook urbanfest atau di Twitter dengan alamat urbanfest_2010.
Source
Labels: News, Olahraga, Seni dan Budaya
Kamera film 16 mm merk Bell+Howell itu sudah lama tak digunakan pemiliknya. Produk Buatan Amerika itu pensiun seiring lahirnya kamera-kamera generasi baru yang makin bagus.
Kini, Bell+Howell itu tak akan lagi diseka oleh pemiliknya atau sekedar dipandangi untuk bernostalgia. Des Alwi Abubakar, sang pembuat film dokumenter, diplomat, pengusaha, sejarawan dan penulis buku itu pergi untuk selamanya.
Des Alwi, kelahiran Banda Naira, 17 November 1927, tutup usia karena sakit pada 12 November 2010. Dia meninggalkan berbagai karya berharga untuk negeri ini, terutama dokumentasi Indonesia yang baru lahir.
Pemimpin PT. Avisarti Film Corporation itu dengan tekun mencari cuplikan atau merekam sendiri kejadian-kejadian saat Indonesia tertatih-tatih dari kelahirannya.
Dokumentasi terlama yang ada adalah cuplikan film dari tahun 1925. "Mungkin sekitar 40 film dokumenter," kata Malik Zakaria dari bagian arsip Avisarti. Des, sampai satu bulan sebelum akhir hayatnya, masih datang ke perusahaan itu untuk melihat-lihat koleksinya dan mengedit. "Tak lama setelah itu pak Des operasi jantung."
Kepergian Des juga membuat peringatan Hari Pahlawan, khususnya di Surabaya, ada yang "kurang". Des, yang aktif di Yayasan 10 November, biasa berangkat ke Surabaya menjelang 10 November khusus untuk memutar film dokumenter tentang perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan.
Tokoh Kepulauan Banda yang juga pejuang kemerdekaan itu sepanjang hidupnya "men-shoot" berbagai peristiwa politik maupun budaya dan kejadian alam hingga terkumpul 9 kilometer pita seluloid, 4 kilometer di antaranya tentang Bung Karno dan Bung Hatta.
Kedekatan Des dengan para tokoh kemerdekaan tersebut tidak lepas dari masa kecilnya membantu Bung Hatta dan Sutan Syahrir saat mereka dibuang oleh Belanda ke Banda.
Des yang saat itu kelas dua ELS (sekolah dasar berbahasa pengantar Belanda), melihat para tokoh kemerdekaan itu datang dari kapal, dan hingga enam tahun kemudian, dia mengantar surat-surat untuk keduanya.
Des kerap menonton koleksinya lalu membuat rangkaian tersebut menjadi karya dengan tema tertentu, misalnya Perang 10 November di Surabaya, Bandung Lautan Api, perjuangan di Kerawang dan Bekasi.
Pada suatu acara pemutaran beberapa tahun lalu, dia membawa dokumenter hitam-putih. Saat film diputar, tampak seorang laki-laki tua berkaus putih, dengan ramah membagikan belasan dasi kepada sekelompok wartawan. Peristiwanya terjadi di suatu siang akhir Januari 1967 di Istana Merdeka.
Satu persatu para wartawan yang tampak akrab dengan sosok tersebut menerima dasi yang mendadak jadi cindera mata perpisahan.
Beberapa saat sebelumnya, sang pemilik dasi, Bung Karno, menerima surat perintah pengosongan istana, tempat tinggalnya selama 20 tahun terakhir.
Wajah proklamator terekam sedang berusaha menyembunyikan emosi dengan tebaran senyum, saat selesai membaca surat pengusiran.
Dokumentasi itu diambil ketika sang tuan rumah sedang bersiap meninggalkan istana, tempat tinggalnya selama 20 tahun terakhir. "Begitu selesai baca surat, dia bersiap keluar hari itu juga. Lihat, dia bahkan tidak perlu bawa apa-apa," kata Des kala pemutaran tersebut. Dia secara langsung memberikan narasi di film.
Kamera terus mengikuti Bung Karno yang sudah berganti dengan pakaian kebesaran, berada di sedan kenegaraan menuju helikopter yang parkir di Monas.
Perjalanan ke Istana Bogor itu menjadi penerbangan kepresidenan yang terakhir bagi Soekarno. "Begitu sampai ke Istana Bogor, beliau sudah jadi tahanan rumah, Dia tidak boleh lagi ditemui, kami juga dilarang mengambil gambar, jadi tidak ada gambar tentang suasana rumah dan saat-saat terakhirnya," kata Des. Dia tak memberi judul untuk kumpulan cuplikan tersebut.
Di film tersebut penonton dapat menyaksikan sosok Bung Karno saat bercengkrama dengan anak-anak pegawai istana. Dengan semangat, proklamator itu memimpin baris-berbaris atau menyanyi bersama.
Adegan manusiawi lainnya adalah ketika Bung Karno yang sedang "mudah tertawa" dikelilingi wartawan. Kamera dengan jarak "medium close up" terus merekam kerumunan wartawan yang bertanya jawab dengan Sang Pemimpin Besar Revolusi.
Seorang wartawan Radio Hilversum bertanya jawab dalam bahasa Belanda, dan seorang wartawan Indonesia dengan malu-malu berkata 'bisa terjemahkan pak?' yang dijawab Bung Karno "artinya itu... 'go to hell' ha..ha..ha..."
Adegan lain, ketika rokoknya habis, Bung Karno segera merogoh saku baju wartawan di depannya dan dengan santai mengambil sebungkus rokok lalu mencoba rokok putih sang wartawan. "Enak juga rokokmu."
Des juga mendapatkan gambar Bung Hatta yang sempat lupa memyambut uluran tangan Ratu Juliana, saat pengakuan Kedaulatan Indonesia di Den Haag. Kata Des, Bung Hatta mengaku sangat gugup sehingga lupa berjabat tangan.
Penghargaan
Film-film Des hanya tampil pada momen tertentu, yaitu ketika festival, reuni pejuang ataupun ketika Haul Bung Karno. Kecintaan membuat film dimulai ketika Des menjadi atase pers/kebudayaan RI di Bern (1952), kemudian Austria (1956) dan Filipina (1957).
Des juga pernah memproduksi film fiksi yaitu Tanah Gersang (1971) , Cucu (1973) dan 0013 (1974-75) yang cukup sukses di bioskop, tapi film dokumenter tetap "cinta mati"nya.
Dia melanjutkan membuat film "Dokumentasi Ambon Manise" yang meraih penghargaan di Asia Film Festival 1975, "Mimpi Menjadi Gubernur Sehari" (1977) serta "The Green Gold" yang mendapat penghargaan lembaga internasional untuk kelestarian satwa, WWF.
Dalam suatu wawancara beberapa waktu lalu, Des mengaku masih tergerak mengumpulkan film dokumenter tentang Indonesia karena ternyata tidak banyak pihak yang peduli dengan sejarah republik ini.
Satu yang menjadi kebanggaannya adalah dokumentasi yang berhasil dia dapatkan ketika Bung Karno ditangkap tentara Belanda saat perang kemerdekaan. Dia juga mengaku beruntung dapat mendokumentasikan saat-saat pertama Indonesia membangun Timor Timur. Indonesia datang membawa alat-alat berat untuk membuka daerah terisolasi. Timor Timur ketika itu hanya memiliki 7 SD, 3 SMP dan 1 SMA.
Koleksi Des juga sering diaku milik orang lain. Ketika Des memutar filmnya di suatu festival film di Jakarta tahun 2005, dalam sesi tanya jawab seorang yang mengaku associate producer suatu stasiun TV di Australia mengklaim film tersebut milik organisasinya.
"Yang begini sudah sering. Saya tinggal tanya, apa anda punya negatif filmnya? pasti tidak, soalnya negatifnya cuma saya yang pegang, artinya itu memang film saya," balas Des. Si penanya tak menimpali.
Ketika itu, Des juga mengatakan belum percaya pada pihak lain untuk menyimpan gulungan-gulungan film tersebut. Dia punya harapan, ada "anak bangsa" yang mau merawat koleksinya tersebut sebagai bukti sejarah Indonesia.
"Ada orang luar negeri ada yang nawar semua koleksi saya seharga 3 juta Dollar AS, tapi saya tidak mau. Bagaimana perasaan anda kalau sejarah bangsa ini justru ada di luar negeri," kata Des. Pertanyaan yang sudah beberapa tahun itu seolah masih tergiang...
Source
Labels: News, Potret Kehidupan, Seni dan Budaya
Anggota diplomat yunior dari berbagai negara Uni Eropa (UE) menunda kegiatan kunjungan budaya atau "cultural visit" ke Kota Solo Jateng karena letusan Gunung Merapi.
Staf Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Wahyu Kristina, Jumat, mengatakan rencananya kunjungan budaya UE ke Solo berlangsung pada 12-13 November 2010.
"Namun karena adanya bencana Merapi, sebanyak 40 diplomat yunior menunda kunjungannya hingga kondisi di daerah sekitar Gunung Merapi aman," katanya.
Dia mengatakan, diplomat yunior yang merupakan para petugas teknis kedutaan asing UE tersebut mendengar kabar bahwa Solo terkena dampak letusan Merapi berupa hujan abu yang terjadi beberapa waktu lalu sehingga mereka menunda melakukan kunjungan.
Dia juga mengatakan, kunjungan budaya ini merupakan program Kementerian Luar Negeri untuk mempromosikan tempat wisata yang ada di Indonesia bekerjasama dengan Disbudpar.
Salah satu lokasi wisata yang akan dikunjungi, kata dia, yaitu Kota Solo.
Para diplomat UE memilih Solo sebagai tempat kunjungan budaya karena mereka tertarik untuk mengetahui Kota yang tengah dipimpin oleh Joko Widodo sebagai Wali Kota Solo.
"Lokasi untuk dikunjungi sudah kami tentukan seperti Kraton Kasunanan Hadiningrat, Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan, pasar antik cinderamata, serta Museum Batik," katanya.
Dia berharap, para diplomat tersebut akan melakukan kunjungan budaya pada akhir tahun 2010 untuk mewujudkan program Kemenlu dalam mengenalkan lokasi wisata Indonesia.
Source
Labels: News, Seni dan Budaya
Jakarta (Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia) - Perancang muda Auguste Soesastro mendapat kesempatan untuk memberikan busana rancangannya sebagai cinderamata kenegaraan bagi ibu negara Amerika Serikat Michelle Obama.
Karya Auguste itu diberikan kepada Michelle saat berkunjung ke Indonesia Selasa (9/11) lalu.
Busana rancangan Auguste itu menggunakan kain songket Pandai Sikek Sumatera Barat bermotif Limpapeh (simbol wanita Minang). Kain tenun itu merupakan hasil perajin binaan Rumah Pesona Kain (RPK).
Auguste mengatakan, kain yang digunakan dalam rancangannya itu berbahan organik.
"Selain kain songketnya sendiri digunakan dengan teknik tradisional, saya menggunakan katun berbahan organik dan juga menggunakan teknik potong sedemikian rupa sehingga hampir tidak ada bahan baku kain yang terbuang," kata pria berusia 29 tahun itu.
Karya Auguste juga ditampilkan di depan istri Barack Obama, bersama karya dua desainer Indonesia lain, Sebastian Gunawan, Priyo dan Oktaviano. Auguste mengaku dirinya bangga rancangannya dipercaya oleh istana.
"Rasanya bangga sekali saat Michelle Obama mengucapkan terima kasih," kata Auguste.
Desainer yang yang berbasis di New York, Amerika Serikat itu memiliki rumah mode bernama Kraton. Seluruh busana Kraton diproduksi di New York. Sumber inspirasi utama koleksi Kraton berasal dari seni dan budaya Indonesia.
Dalam ajang Jakarta Fashion Week yang berlangsung 6-12 November 2010 Auguste menampilkan karyanya. Peragaan busana yang bertajuk "'Kromo" ditampilkan Jumat (12/11) di Pacific Place Mall, Jakarta.
"Di Jakarta Fashion Week ini, saya bekerja sama dengan Rumah Pesona Kain menampilkan Kromo. Di mana rancangan busana kali ini saya dedikasikan kepada para perempuan Indonesia yang intelek yang tidak ingin terlalu menonjolkan diri, bercita rasa seni tinggi, dan berpengaruh besar di bidangnya masing-masing," kata Auguste.
Rancangan yang ditampilkan Auguste sederhana, tidak banyak pernak pernik namun tetap terlihat elegan.
Source
Labels: News, Seni dan Budaya
Saturday, August 7, 2010
INDRAMAYU, Mayarakat seni Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berduka atas wafatnya penari topeng legendaris Mimi Rasinah di Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu, Sabtu.
Pada usianya yang ke-80, Mimi Rasinah maestro tari topeng asal Kota Mangga menghembuskan nafas terakhir di kelilingi sanak keluarga tercinta. Sewaktu sehat almarhum Rasinah aktif berkreasi mengembangkan tarian klasik.
Erly salah seorang cucu Mimi Rasinah menuturkan, kepada wartawan di Indramayu, Sabtu, mengatakan kesehatan neneknya semakin menurun setelah melakukan pentas seni di Jakarta beberapa hari lalu.
"Mimi menderita sakit stroke kurang dari empat tahun namun semangat menari masih tetap tinggi sehingga menciptakan tarian Panji Rogoh Sukma,tarian tersebut sempat dipertunjukan di Gedung Bumi Patra, Indramayu," kataya.
Dikatakannya, kepergian Mimi meninggalkan luka yang cukup mendalam, semangat untuk mengembangkan seni tradisional harus dijadikan contoh baik oleh keluraga juga warga Indramayu.
Sementara itu Dedez salah seorang pengurus Dewan Kesenian Indramayu mengungkapkan, kepergian Mimi Rasinah menyimpan rasa sedih yang cukup mendalam,karena almarhum sangat berjasa membangun seni Kota Mangga.
Dia menceritakan, Tarian Panji Rogoh Sukma menjadi tarian kebangkitannya dari keterbatasan fisik akibat stroke yang dideritanya selama kurang dari empat tahun belakangan ini.
"Di hadapan ratusan penonton ia membawakan tarian panji hanya dengan tangan kanan dalam posisi duduk. Namun masih terlihat sebagai Rasinah sang maestro. Gerakan ukel dan seblaknya halus, mengalir seiring dengan tabuhan gamelan," katanya
"Saat pertunjukan Mimi Rasinah tak memakai topeng. Namun, gambaran mimik wajah Rasinah justru menambah tegas karakter panji yang dibawakannya, menari dalam tenang dan diam. Beda dari biasanya selalu mengenakan topeng," katanya.
Dikatakannya, seniman Dermayu menyebut Rasinah sebagai legenda hidup. Mimi lahir dari keluarga seniman. Ayahnya, Lastra, adalah dalang, sedangkan ibunya seorang ronggeng. Rasinah sejak kecil sudah diajak berkeliling menari topeng oleh orang tuanya dari satu daerah ke daerah lain.
"Mimi terbiasa dengan hidup susah. Serba sulit sehingga Menjalani `tarekat` atau hidup penuh keprihatinan. Tidur hingga larut malam juga berpuasa `mutih`, hanya makan segala sesuatu yang serba putih hingga dewasa," katanya.
Rumah milik Mimi Rasinah bahkan sempat ambruk pada tahun 1999. Para seniman dan donatur kemudian memberikan bantuan untuk memperbaikinya juga membuat sanggar, kata dia.
Source
Labels: News, Seni dan Budaya
Saturday, November 14, 2009
Festival Kesenian Gunungkidul (FKG) 2009 yang diawali dengan penampilan berbagai kesenian asli daerah ini, Jumat, berlangsung meriah.
Ketua panitia FKG 2009 Eko Sumantri Wibowo mengatakan festival yang berlangsung hingga 15 November ini, bertujuan membangkitkan semangat para seniman di Gunungkidul untuk lebih aktif berkarya.
Menurut dia, sejumlah penggiat seni dan berbagai kelompok kesenian yang ada di kabupaten ini ikut dalam festival tersebut.
Ia mengatakan FKG juga merupakan kegiatan untuk melestarikan budaya bangsa serta sebagai ajang menumbuhkan kreativitas seni di kalangan seniman serta kelompok kesenian yang ada di Gunungkidul.
"FKG bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga merupakan momentum untuk melestarikan budaya dan kesenian warisan leluhur," katanya.
Ia menyebutkan berbagai macam kesenian di antaranya tari, musik dan teater daerah unjuk kebolehan dalan acara tahunan ini.
Untuk itu, kata dia, setiap tahunnya peserta festival dituntut kreatif menggarap karya-karyanya tanpa menghilangkan ciri khas aslinya.
Pada hari pertama FKG 2009 menampilkan 26 kelompok kesenian. Mereka tampil mengikuti pawai pembukaan festival ini. Mereka berasal dari 10 desa di Kecamatan Semin, dan sejumlah desa dari Kecamatan Ngawen, Karangmojo, dan Ponjong.
Pembukaan FKG 2009 ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Bupati Gunungkidul Badingah.
Seusai membuka festival ini, ia mengatakan secara pribadi dirinya mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan FKG 2009.
"Selain sebagai upaya pelestarian kesenian daerah, dengan adanya Festival Kesenian Gunungkidul yang akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini, para pelaku seni dapat lebih berkreasi serta mengembangkan diri, sehingga kesenian dapat terus lestari dan menjadi daya tarik tersendiri termasuk laku dijual khususnya kepada wisatawan," katanya.
Menurut dia, berkesenian dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengimbau kepada dewan juri dan peserta untuk menjunjung sportivitas dan objektivitas selama festival berlangsung, sehingga dihasilkan juara yang betul-betul berkualitas untuk memotivasi grup lain agar lebih kreatif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunungkidul Sudodo mengatakan keterbatasan dana menjadi alasan utama seluruh kecamatan di kabupaten ini, sehingga mereka tidak semuanya dapat berpartisipasi dalam FKG 2009.
"Kami berharap pada masa mendatang FKG akan lebih berkembang dan mampu menjadi salah satu daya tarik kunjungan wisatawan ke Gunungkidul," katanya.(*)
Source
Labels: News, Seni dan Budaya
Thursday, July 3, 2008
Borobudur (ANTARA News) - Hingga saat ini, belum diketahui alasan secara pasti penutupan terhadap relief Karmawibhangga di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
"Terus terang kami belum mengetahui alasannya kenapa relief itu ditutup," kata peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Departemen Pariwisata dan Kebudayaan, Endang Sri Hardiati, di sela seminar bertajuk "Uncovering The Meaning of The Hidden Base of Candi Borobudur" di Magelang, Rabu.
Ia mengatakan, banyak peneliti dan sarjana berpandangan bahwa penutupan relief itu semata-mata untuk menjaga agar candi yang terdiri atas sekitar dua juta batu itu kondisinya tetap stabil.
Jika bagian relief Karmawibhangga yang terdiri 160 panel itu terbuka, kata dia, dikhawatirkan candi bisa ambles.
Relief Karmawibhangga ditemukan pada tahun 1885 oleh warga Belanda, Y.W. Ijzerman. Pada tahun 1890-1891, penutup relief dibongkar dan diteliti oleh Ijzerman, sementara Cephas memotret relief itu.
Kemudian, foto-fotonya dibukukan sekitar tahun 1931. Buku asli itu kini berada di Museum Nasional, Jakarta.
Ia mengatakan, negatif foto asli relief itu statusnya milik pemerintah Belanda, dan hingga sekarang berada di Museum Tropen, Amsterdam, Belanda.
Hingga saat ini, kata Endang Sri Hardiati, penelitian tentang misteri relief tersebut mengandalkan foto-foto yang ada di buku yang berada di Museum Nasional, Jakarta.
"Kami juga membuat repro dari foto-foto di buku itu," katanya.
Ia menceritakan seorang pejabat Jepang pada masa penjajahan Jepang di Indonesia tahun 1943, tertarik melihat relief tersebut karena beredar isu bahwa relief itu berupa gambar-gambar tentang situasi neraka.
Batu penutup relief di bagian tenggara lantas dibongkar. Namun, karena penutupan kembali tidak sempurna sehingga banyak batu yang tercecer.
Hingga saat ini, kata dia, terdapat tiga panel di relief bagian tenggara dalam kondisi terbuka.
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia, Edi Sedyawati mengemukakan, relief Karmawibhangga menggambarkan kehidupan masyarakat saat candi itu dibangun sekitar abad ke-8 masa Dinasti Syailendra.
"Relief itu juga bisa menjadi informasi tentang kondisi masyarakat saat itu," katanya.
Selain itu, kata dia, relief itu menggambarkan ajaran menyangkut hukum sebab dan akibat.
Source
Labels: News, Pariwisata, Sejarah dan Nasionalisme, Seni dan Budaya
Friday, May 9, 2008
Surabaya (ANTARA News) - Komunitas Tionghoa di Surabaya berencana menjadikan kawasan "Kampoeng Ilmu" di Jalan Semarang sebagai wisata pendidikan yang nantinya banyak dikunjungi orang.
Ketua Komunitas Tionghoa Peduli Pendidikan, Chandra Wuriyanto, di Surabaya, Kamis, mengatakan pihaknya akan membantu penataan kawasan kampung ilmu agar lebih kondusif dan indah jika dikunjungi para pendatang.
"Hal itu kami lakukan, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan," katanya saat mengunjungi Kampung Ilmu di jalan Semarang.
Menurut dia, konsep wisata pendidikan tersebut meliputi tiga unsur yakni pendidikan, budaya, ekonomi dan sosial.
Untuk unsur pendidikan, kata dia, rencananya di Kampung Ilmu akan digelar kegiatan seperti kursus gratis, diskusi, pelatihan, taman, taman baca, bedah buku, cerdas cermat, pemutaran film dan lomba baca tulis anak.
Sedangkan unsur sosial meliputi sarana olah raga, pengobatan gratis, taman bermain, pendopo serbaguna, kerja bakti, donor darah. Unsur Budaya meliputi galeri seni rupa, pengajian umum dan pentas seni.
Terakhir unsur ekonomi meliputi peningkatan daya beli buku, terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan devisa daerah, pasar tradisional buku dan koperasi.
"Dana untuk realisasi program itu diambil dari dana swadaya dan bantuan dari berbagai pihak," katanya.
Adapun bangunan yang telah dibangun di Kampung Ilmu diantaranya mushola, ponten dan joglo atau tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan.
"Rencananya Joglo tersebut akan menjadi ajang berbagai kegiatan yang diharapkan meningkatkan omzet pedagang," katanya.
Sementara itu, koordinator pedagang buku di kampung ilmu, Agus Santoso, mengharapkan pembangunan berbagai fasilitas tersebut akan meningkatkan jumlah pengunjung.
"Semenjak dipindah di sini, penghasilan kami menurun. Namun harapan kami tempat ini menjadi ramai kembali," katanya.
Source
Labels: News, Potret Kehidupan, Seni dan Budaya
Saturday, April 5, 2008
Bandung (ANTARA News) - Sultan Hamengku Buwono X menyatakan Sumpah Palapa yang dilontarkan Gajah Mada sudah tidak berlaku lagi di masa sekarang karena sumpah tersebut bukan berlatar belakang kesatuan dan persatuan tetapi penaklukan wilayah.
"Jika dilihat dari visi kita sekarang Sumpah Palapa tersebut bertolak belakang dengan aspirasi bangsa pluralistik, yang harus menjadi acuan kita hanyalah Sumpah Pemuda bukan Sumpah Palapa," katanya saat berorasi dalam "Perbincangan Kebudayaan bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ajip Rosidi" di Bandung, Jumat.
Sultan menjelaskan apa yang dilakukan oleh Gajah Mada di masa itu tidak mencerminkan sikap pemersatu tetapi hanyalah keegoisan pribadi semata. "Biarkan saja Sumpah Palapa hidup pada masanya tetapi tidak untuk masa sekarang," ujarnya.
Kalimat sakti yang tertuang dalam Kakawin Sutasoma yaitu Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa - biar pun kita berbeda-beda sesungguhnya kita itu satu, tiada kewajiban mendua. seharusnya menekankan pengakuan adanya pluralitas.
"Yang harus dijadikan semangat bukanlah kemanunggalan (tunggal ika) tetapi kesediaan menghormati kemajemukan itu," ujarnya.
Sultan yang hadir didampingi Kanjeng Hemas itu mengatakan mitos kesatuan juga seringkali dimanipulasi oleh penguasa sebagai jalan untuk melanggengkan kekuasaannya.
"Dalam politik manifestasi Bhineka Tunggal Ika seringkali diabaikan karena seharusnya esensi yang sebenarnya adalah inklusif dan egalitarian," katanya.
Karena itu, katanya, upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai sebuah strategi integrasi dengan melakukan pendekatan geokultural.
"Hal ini dimaksudkan agar setiap kelompok budaya harus saling mengenal dan menyapa untuk saling menerima dan memberi," katanya.
Sultan menyatakan hendaknya Bhineka Tunggal Ika juga dilakukan melalui gerakan kebudayaan seperti halnya melalui Tri Daya Eka Karsa yaitu taraf kehidupan nabati, hewani dan insani.
"Saya sangat mengharapkan dengan gerakan kebudayaan ini maka hati dan pikiran dapat membawa tindakan segenap anak bangsa untuk merajut persatuan dan kesatuan yang sejati," ujarnya.
(*)
Source
Labels: News, Seni dan Budaya, Sosial Politik
Friday, April 4, 2008
Jakarta (ANTARA News) - Duo pembuat komik "Benny & Mice", Benny Rachmadi dan Muhammad "Mice" Misrad, mengatakan dunia komik Indonesia berpeluang untuk bangkit kembali dan diminati oleh masyarakat luas, asal saja pembuat komik bisa lebih komunikatif dengan pembaca.
"Kebanyakan komikus atau kartunis kita masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri, sehingga komik dan kartunnya tidak komunikatif dengan pembaca," kata Benny kepada ANTARA, di Jakarta, Kamis (3/4).
Dikatakan oleh Benny bahwa komik di Indonesia memang sedang tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga, tapi sebenarnya kemampuan gambar komikus dan kartunis Indonesia sangatlah banyak tersedia.
"Untuk urusan kemampuan, di Indonesia banyak yang bisa gambar kartun dan komik bagus. Cuma saja masalahnya ada di tema cerita dan gaya cerita yang tidak komunikatif kepada pembaca," kata Mice menimpali.
Benny dan Mice melihat cerita-cerita kartun dan komik karya anak negeri masih sangat mengacu ke Jepang atau Amerika, ceritanya cerita Indonesia tapi gayanya Jepang sekali.
"Kadang komikus dan kartunis kita masih sibuk sendiri, mereka kumpul sesama mereka dan lebih banyak membahas aspek teknis dan `nyeni`," kata Benny.
Duo Benny dan Mice melihat seharusnya para pembuat komik dan kartun bergaul dengan semua lapisan masyarakat, dari bankir hingga tukang bengkel.
"Kami pun bukan komikus, kami baru mau belajar membuat komik," kata Mice.
Tapi Benny dan Mice yang sukses dengan kartun stripnya di harian Kompas ini mengakui ide-ide cerita yang sehari-hari dan sederhana bisa lebih komunikatif kepada pembaca, sehingga animo terhadap karya mereka pun terlihat sangat kentara. (*)
Source
Labels: News, Seni dan Budaya
Wednesday, March 26, 2008
Jakarta: Rencana pemerintah mengeblok situs-situs berkonten negatif seperti pornografi dan kekerasan yang diakses lewat internet dinilai tak akan efektif. "Secara teknis tidak akan mungkin bisa." kata Pengamat budaya massa Veven Sp. Wardhana kepada Tempo Ahad lalu di Jakarta.
Ia menjelaskan, internet memiliki akses tak terbatas sehingga akan sangat sulit dibatasi. "Begitu membatasi pornografi, misalnya, content lain pasti akan terbatasi," ucapnya. Veven berpendapat, pembatasan situs-situs yang dianggap negatif tak bisa dilakukan melalui kebijakan.
Kalaupun harus ada pembatasan, ia meneruskan, dapat dilakukan dari provider internet di Indonesia, bukan dari situsnya. Tapi, jika pembatasan di provider Indonesia dilakukan, terjadilah pembatasan arus informasi. Nah, solusinya, “Ya, nggak usah ada peraturan."
Veven menanggapi langkah pemerintah untuk membuat regulasi tentang pedoman akses interent yang tujuan utamanya menghadang content yang dinilai negatif, seperti pornograsi dan kekerasan.
"Kami telah mengikat komitmen dengan APJI dan KPI untuk mengeblok situs-situ negatif itu," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh. Menurut Direktur Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten Loly Amalia, pertimbangan utamanya menghalangi pengaruh buruk pada anak-anak.
"Yang kejam dan tak baik apalagi yang mencelakakan negara perlu diawasi," ujar Loly. Pedoman pembatasan situs-situs negatif direncanakan rampung pada April-Mei nanti berupa peraturan menteri. (Koran Tempo, 24 Maret)
Veven menuturkan, belum ada hasil riset yang membuktikan dampak buruk internet terhadap masyarakat, terutama anak-anak. Hasil riset justru menunjukkan, peminat situs pornografi di Indonesia menduduki urutan belasan. "Jadi belum mengkhawatirkan," ujarnya.
Yang paling mudah dilakukan adalah membentengi moral masyarakat. Publik yang harus menilai mana informasi yang lebih dibutuhkan. "Orang kan nggak bodoh-bodoh amat, koran dan majalah saja peringkat pertamanya bukan yang porno, kan?"
Source
Labels: Iptek, News, Seni dan Budaya
Sunday, March 23, 2008
Bandung (ANTARA News) - Puluhan desainer T-Shirt dan aneka merchandise asal Kota Bandung bersaing untuk menjadi produsen dan desain kostum serta pernak-pernih pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Peluncuran kompetisi desain pernak-pernik dan T-Shirt untuk keperluan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan itu dilakukan pada "T-look Merchandise Festival" di depan Gedung Sate Bandung, yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Leks Laksamana, Sabtu.
Sedikitnya 60 desainer T-Shirt yang sebagian besar dari kalangan produsen clothing dan distro bersaing untuk mendapat kesempatan menjadi pemenang desain merchandise kostum pertandingan sepak bola tingkat dunia itu.
"Desain terbaik akan dipromosikan ke Afrika Selatan pada akhir April 2008 mendatang. Kota Bandung direkomendasikan oleh British Council karena dikenal punya aneka cenderamata yang bermutu," kata Ketua Penyelenggara "T-Look Merchandise Festival 2008".
Menurut dia, seluruh desainer distro, mahasiswa, SMA dan umum bersaing pada kompetisi desain kostum dan pernak pernik Piala Dunia 2010 mendatang di Afsel.
"Kompetisi desain pernik Piala Dunia 2010 ini terbuka untuk umum, bisa dalam bentuk desain gambar saja atau dalam bentuk jadi," kata Wawan.
Sementara itu Anggota Komisi B DPRD Jawa Barat, Ny Teti Kadi mengatakan, tawaran untuk memasok desain pernak-pernik Piala Dunia 2010 merupakan peluang emas bagi para desainer Kota Bandung umumnya di Jawa Barat.
"Di Indonesia tidak ada yang punya lisensi untuk memproduksi T-Shirt dan cenderamata Piala Dunia 2010, sehingga kita masukan ke Panitia Besar-nya di Afsel," kata Teti Kadi.
Desain yang dihasilkan di Bandung itu, kata Teti Kadi, akan dipresentasikan dihadapan para buyer di Afrika Selatan.
Menurut Teti Kadi, Indonesia khususnya Jawa Barat punya pengalaman dalam memasok pernak-penik Piala Dunia. Saat pelaksanaan Piala Dunia di Perancis dan Korea/Jepang, bola sepak asal Jawa Barat dipesan dalam jumlah besar.
Sementara itu pameran T-Look Merchandise Festival yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu besok itu juga menampilkan aneka macam cederamata, clothing, kuliner dan yang lainnya. (*)
Source
Labels: Bisnis dan Ekonomi, News, Seni dan Budaya
Thursday, January 31, 2008
Kerajaan Siguntur Minta Peninggalan Kerajaan Dipindahkan ke Dharmasraya
0 comments Posted by |toekang.blog| at 4:48 AMDharmasraya:Kerajaan Siguntur, yang mengklaim masih turunan Kerajaaan Dharmasraya, mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat duplikat Patung Bhairawa dan Patung Amoghapasa dan memindahkan semua penemuan di Dharmasraya yang kini tersimpan di Museum Adityawarman Padang dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, Batusangkar, ke Siguntur, Dharmasraya.
Tuan Putri Marhasnida, salah seorang pewaris Kerajaan Siguntur, mengatakan pihaknya juga meminta didirikan museum mini di tepi Sungai Batanghari di Siguntur untuk tempat menyimpan benda-benda sisa Kerajaan Dharmasraya.
"Bila museum mini ini terwujud, sekaligus sebagai pusat informasi peninggalan Kerajaan Dharmasraya dan Kerajaan Siguntur." katanya.
Nurmatias, Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang yang membawahi Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatra Selatan, setuju dengan rencana pihak Kerajaan Siguntur.
"Dharmasraya tak hanya kekayaan arkeologis Sumatera Barat, tapi Indonesia. Pendirian museum di Kabupaten Dharmasraya ini bagus agar harta kerajaan yang tersimpan di masing-masing kerajaan tidak hilang, sebab dikhawatirkan kalau disimpan sendiri-sendiri lama-lama hilang," ujarnya.
Selain Kerajaan Siguntur, juga ada kerajaan kecil setelah Islam yang juga mengaku berhubungan dengan Kerajaan Dharmasraya pra-Islam. Kerajaan-kerajaan itu adalah Kerajaan Koto Besar, Kerajaan Pulau Punjung, Kerajaan Padang Laweh, dan Kerajaan Sungai Kambut yang masing-masing juga memiliki sejumlah peninggalan kuno.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Seni dan Budaya
Sunday, January 20, 2008
Padang:Festival Tabuik, sebuah festival keagamaan pengaruh aliran Syiah di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mencapai puncaknya hari ini, Minggu (20/1).
Festival tahunan yang selalu dihadiri ratusan ribu penonton dari berbagai daerah ini diawali dengan pembukaan pagi ini oleh Direktur Jenderal Direktorat Nilai Budaya Seni dan Film, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Muchlis Paeni.
Festival Tabuik telah ada di Pariaman sejak zaman Kolonial Belanda dibawa oleh mantan tentara Kolonial Inggris asal India. Setelah Traktak London antara Belanda dan Inggris, kawasan Pantai Sumatera diserahkan Inggris kepada Belanda.
Akibatnya tentara Inggris yang dipimpin Stamford Raffles meninggalkan Bengkulu dan pindah ke Sumatera. Tentara India yang ikut Inggris pun dibubarkan. Sebagian dari mereka yang penganut Islam Syiah itu tinggal di Pariaman.
Berbaur dengan masyarakat Pariaman, mereka mewariskan tradisi Tabuik sebagai perayaan Perang Karbala, ingatan akan kekejaman lawan mereka yang menewaskan Imam Hasan dan Iman Hosen, anak Syadina Ali dan cucu Nabi Muhammad SAW.
Festival Tabuik dimulai prosesi ritual mengambil tanah muara 1 Muharam dan puncaknya 10 Muharam dengan membuang dua buah tabuik setinggi 13 meter ke laut.
Kini jadwal pembuangan tabuik disesuaikan hari libur.
Tabuik adalah hiasan dari rangka bambu menyerupai burak (kuda berkepala manusia) memakai sejumlah payung. Burak digambarkan membawa peti mati Hasan-Hosen dan terbang ke langit dengan membuangnya senja hari ke laut Samudera Indonesia.
Meski banyak orang menganggap Tabuik adalah festival pariwisata, Keluarga Pewaris Rumah Tabuik, Bagindo Syafruddin, 58 tahun, tidak setuju dikatakan hanya kegiatan pariwisata.
"Ini acara ritual keagamaan, acaranya tidak bisa diadakan jika tidak dimulai dengan acara dari Rumah Tabuik, ada dua rumah tabuik, salah satu dari keluarga kami," katanya.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Religion (Agama), Seni dan Budaya
Wednesday, January 16, 2008
Sejumlah ilmuwan Jerman yakin telah berhasil memecahkan misteri di balik lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.
Lisa Gherardini, istri saudagar kaya Florentine, Francesco del Giocondo, selama ini diyakini sebagai perempuan yang paling mungkin menjadi model lukisan potret abad 16 itu. Namun para ahli sejarah menduga-duga, perempuan tersenyum itu bisa jadi kekasih, ibu atau da Vinci sendiri.
Sekarang, para ahli di Perpustakaan Universitas Heidelberg mengatakan catatan yang ditulis di pinggiran buku oleh pemiliknya, Oktober 1503, membuktikan bahwa Lisa del Giocondo adalah benar-benar model lukisan paling terkenal di dunia itu.
“Semua keraguan tentang identitas Mona Lisa tersingkir dengan penemuan Dr Armin Schlechter, a manuscript expert,” demikian pernyaatan Perpustakaan Universitas Heidelberg, Senin (14/1).
Sejauh ini hanya sedikit bukti yang tersedia dari dokumen-dokumen abad 16. Akibatnya ruang interpretasi terbuka luas dan banyak identitas yang dilekatkan pada Mona Lisa.
Catatan di buku itu dibuat oleh pejabat kota Florentina, Agostino Vespucci, teman dekat da Vinci dalam sebuah koleksi surat oleh orator Rowami, Cicero. Catatan itu membandingkan da Vinci dengan seniman Yunandi Apelles dan menyebutkan bahwa da Vinci saat itu membuat tiga lukisa, salah satunya potret Lisa de Giocondo.
Para pakar seni yang telah menentukan tahun pelukisan Mona Lisa, mengatakan penemuan Heidelberg itu merupakan terobosan penting dan penyebutan awal yang menghubungkan dengan potret istri saudagar itu.
“Tidak perlu ada lagi alasan untuk menyebut ini perempuan lain,” kata Frank Zoellner, sejarawan seni dari Universitas Leipzig kepada sebuah radio di Jerman.
Nama Lisa Gherardini sebenarnya sudah dihubungkan dengan lukisan itu sejak 1550 oleh Giorgio Vasari, seorang pejabat Italia, namun pernyataan diragukan karena dibuat lima dekade setelah lukisan itu dibuat.
Catatan di Heidelberg itu sebenarnya sudah dua tahun lalu ditemukan oleh Schlecter. Meski sudah tercantum dalam katalog, namun temuan itu tidak dipublikasikan secara luas sampai seorang penyiar radio Jerman membuat rekaman di perpustakaan itu.
Lukisan yang kini dipajang di Museum Louvre Paris itu juga dikenal dengan sebutan La Gioconda, yang dalam bahasa Italia berarti perempuan yang gembira. Namun bisa juga merujuk pada nama hasil perkawinan perempuan itu.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Seni dan Budaya