Tuesday, April 3, 2012
Bantu Mobil yang Pecah Ban di Kuningan, Aiptu Agus Tenar di Twitter
0 comments Posted by Robby Septiana at 4:31 PMDalam foto tersebut terlihat Aiptu Agus sedang membantu mobil Kijang yang pecah ban di Kuningan. Mobil tua bernomor polisi BE 2602 AI ini menepi di lajur kiri jalan. Terlihat 6 orang berpenampilan sederhana yang berkerumun di sekitar mobil ini. Mereka mengenakan sandal jepit, bahkan ada yang bertelanjang kaki. Seorang di antaranya tampak kepanasan sehingga melindungi kepalanya dengan kemeja.
Ada seorang penumpang mobil yang masuk ke kolong mobil, mencoba memperbaiki. Terlihat juga Aiptu Agus yang mengenakan rompi polisi kuning dan seragam coklat berjongkok di belakang mobil itu, mencoba membantu.
Foto itu pertama kali diposting Selasa (3/4/2012), sekitar pukul 09.42 WIB oleh Kompol Budiyono. Budiyono yang memiliki account twitter @budi_9a ini kemudian memention foto ini ke @TMCPoldaMetro. Foto yang ini kemudian di-retweet oleh TMC.
Setelah foto di-retweet muncullah berbagai komentar mengenai foto tersebut. Banyak pengguna twitter menilai positif apa yang dilakukan oleh Aiptu Agus. @nangcoy menyatakan 'bangga kpd Aiptu Agus, mmbantu tnp pamrih.Jadikan contoh positif.Dmana & kpn pun kita berda'.
Pujian lain datang dari @syuhapraw yang menyatakan 'Kita lbh mbutuhkn pak polisi yang membantu masy'. Pujian serupa juga diungkapakan @emilkusumo yang menyatakan 'Aiptu agus W ini lg byk dipuji pengendara bermotor krn mau bantuin ganti ban mobil saat tugas. Gak perlu ganteng ato joget2 utk dikagumi'.
Namun ada juga yang menanyakan apakah bantuan yang dilakukan Aiptu Agus ini gratis. Misalnya saja ada menulis 'Tanpa imbalan kan ?' Pernyataan yang hampir serupa juga dilontarkan tweep lainnya 'Mudah2an bukan sekedar pencitraan :)'. Saking tenarnya Aiptu Agus, tweeps yang tidak mengikuti "riwayat" Aiptu Agus sejak awal, bertanya-tanya siapa sih Aiptu Agus kok banyak yang menyebut.Source
Labels: Lingkungan Hidup, Potret Kehidupan, Social
Saturday, October 29, 2011
Tanggamus, Lampung (ANTARA News) - Pemulihan hutan di Indonesia sudah menjadi keharusan sehingga perlu langkah langkah yang semakin baik dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, kata Vokal Point Major Groups Initiative of Indigenous People on United Nation Forum on Forest (UNFF) PBB, Hubertus Samangun.
"Kerusakan hutan harus terus diperbaiki sehingga keutuhannya bisa menjadi sumber kemakmuran rakyat dapat terpenuhi," ujarnya disela-sela peringatan tahun internasional kehutanan 2011 di Teluk Kiluan, Tanggamus, Sabtu.
Menurut dia, kerusakan hutan yang semakin tinggi harus disikapi dengan cepat sehingga tingkat kerusakannya menjadi berkurang.
Ia menyebutkan, Teluk Kiluan berdasarkan masyarakat setempat pada 1977 masih dipenuhi dengan hutan, namun saat ini sudah semakin berkurang.
"Dalam jangka 34 tahun dari sekarang cukup lama, sehingga perlu adanya upaya atau langkah nyata guna mengurangi kerusakan hutan di negeri ini," ujarnya mengharapkan.
Salah satu upayanya, ia melanjutkan, dengan menggalakkan penanaman pohon keras serta pemberian pemahanan kepada masyarakat khususnya anak dan remaja untuk selalu menjaga serta melestarikan hutan.
"Saya sangat apresiasi kegiatan peringatan tahun internasional kehutanan 2011 di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung karena sudah melibatkan pelajar yang ada di provinsi ini," katanya.
Adanya partisipasi generasi muda, ia mengemukakan, merupakan salah satu peluang besar bagi keberhasilan pemulihan hutan.
Selain itu, pemulihan hutan bakau (mangrove) juga harus turut diperhatikan sehingga kelestarian alam khususnya di sekitar pesisir dapat terawat secara baik.
"Rusaknya kawasan hutan mangrove yang merupakan green belt atau sabuk hijau pantai akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di daerah tersebut, baik dari segi ekonomi dan keamanan," kata Hubertus.
Ia menjelaskan, keberadaan hutan harus dilihat dari sisi ekologinya maka dengan sendirinya nilai secara ekonomi akan mengikuti sehingga kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan dapat terpenuhi.
Ketua panitia peringatan tahun kehutanan internasional 2011, Rusli Soheh, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan pemahaman terhadap generasi muda baik tingkat SD hingga SMA.
"Pelajar ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Tanggamus melainkan ada juga dari daerah lainnya seperti Bandarlampung serta beberapa orang mahasiswa dari Universitas Trisakti Jakarta," kata dia yang juga wakil ketua DPRD Tanggamus.
Ia berharap dengan adanya kegiatan itu dapat memberikan warna baru bagi para generasi muda untuk turut serta dalam menjaga kelestarian hutan di daerahnya.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penanaman sebanyak 140 bibit mangrove guna melestarikan hutan bakau di daerah itu.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Markas PBB (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Sebanyak satu juta orang sangat memerlukan makanan setelah Niger, yang dilanda kemarau, nyaris gagal panen, kata wakil juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Eduardo Del Buey, di Markas PBB, New York.
"Peningkatan seringnya terjadi kemarau di Sahel berarti masyarakat tak punya waktu untuk pulih dari krisis pangan yang lalu," ujarnya dalam taklimat harian di Markas PBB, Jumat (Sabtu WIB).
Ia menimpali, "Keluarga yang rentan tak mempunyai waktu menata-kembali simpanan makanan dan mengurus ternak mereka."
Jumlah orang yang sangat memerlukan makanan, menurut dia, tampaknya akan bertambah karena negeri tersebut bergerak menuju musim paceklik April-September tahun ini.
"Penilaian hasil panen mengkonfirmasi defisit sereal nasional sebanyak 500.000 ton meter, demikian jumlah perkiraan buat tahun kriris 2005 dan 2010," ujarnya.
Program Pangan Dunia (WFP) berencana meningkatkan operasinya di Niger, dan meningkatkan jumlah orang yang menerima uang kontan dan proyek makanan-untuk-pekerjaan, serta meningkatkan gizi buat anak-anak yang berusia di bawah dua tahun, perempuan hamil, selain ibu yang melakukan perawatan, kata Del Buey.
WFP juga menjangkau rata-rata 500.000 orang yang rentan per bulan, katanya.
"Kembalinya sebanyak 200.000 pekerja migran yang dulu biasa mengirim uang buat keluarga mereka dari Libya dan Pantai Gading bukan hanya menjadi pukulan bagi ekonomi negeri tersebut tapi juga menciptakan beban tambahan bagi masyarakat yang sudah berjuang untuk memperoleh makanan," ujarnya.
Ia mengemukakan, "WFP memperkirakan lembaga itu memerlukan tambahan 60 juta dolar AS guna memberi bantuan pangan untuk sebagian besar kelompok paling rentan selama enam bulan ke depan."
WFP menyatakan, secara seksama mengamati situasi di negara lain di wilayah tersebut dan prihatin dengan situasi di Chad, Mauritania, dan Burkina Faso, kata Del Buey.
"Di Mauritania, sebanyak 700.000 diperkirakan menghadapi ketidak-amanan pangan parah, sementara pada tahun-tahun sebelumnya jumlah mereka adalah 500.000," katanya.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News, Sosial Politik
Friday, October 28, 2011
Gerakan Masyarakat Sipil Indonesia serukan dukung Komodo
0 comments Posted by |toekang.blog| at 3:47 AMKupang (ANTARA News) - Gerakan Masyarakat Sipil untuk Indonesia menyerukan semua komponen masyarakat untuk terus mendukung Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (New7Wonders) melalui layanan pesan singkat (SMS) yang akan diumumkan pada 11 November 2011.
"Kami harapkan semua komponen masyarakat di negeri ini memberikan dukungan yang maksimal terhadap Komodo dengan mengirim sebanyak-banyaknya SMS dengan cara mengetik KOMODO kirim ke 9818," kata Koordinator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur, Kasim Bapang di Kupang, Kamis.
Ia mengatakan saat ini masih tersisa sekitar 30 juta suara untuk menjadikan Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, sehingga perlu partisipasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia di dalam dan luar negeri untuk memberikan dukungan.
Dia mengatakan, mulai 1 November 2011 Pendukung Pemenangan Komodo (P2Komodo) bersama Jusuf Kalla akan melaksanakan pekan vote Komodo secara nasional, sehingga diharapkan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia ikut ambil bagian dalam SMS Vote Komodo.
Gebrakan mendukung Komodo menjadi tujuh keajaiban dunia yang dimotori mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, mendapat respon sangat luar biasa.
"Sejak SMS mem-vote Komodo turun dari Rp1.000 menjadi Rp1, jumlah SMS yang masuk ke berbagai layanan/konten operator telepon seluler (ponsel) meningkat tajam," katanya.
Bahkan, katanya karena jumlah SMS yang masuk melonjak tajam, "server provider" mengalami over kuota hingga mengalami masalah teknis.
"Sejak kampanye vote Komodo dipimpin Pak Jusuf Kalla sebagai Duta Besar, panitia menerima lonjakan SMS yang sangat tinggi, melebihi kapasitas server yang tiga juta per hari," katanya.
Posisi Komodo saat ini bersaing ketat dengan Kalimanjoro yang sudah meraih suara internasional sekitar 99,96 persen, Mud Volcanoes 99,82 persen, Galapagos 99,76 persen, Cliffs of Moher 99,65 persen, Miford Sound 99,62 persen.
Selain itu, Black Forest 99,59 persen, Vesuvius 99,50 persen, El Yuque 99,45 persen, Maldives 99,40 persen, Great Barrier Reef 99,16 persen, Uluru 99,15 persen, Dead Sea 99,06 persen.
Selanjutnya Jelita Groto 98,54 persen table Mountain 97,20 persen, Bay of Funday 97,14 persen, Masurian Lake District 95,82 persen, Grand Canyon 95,51 persen, Angel Falls 95,27 persen, Amazon 93,38 persen dan Yushan 92,92 persen dan kawasan alam lainnya, termasuk Komodo yang baru meraih suara di luar negara asalnya Indonesia sebesar 60,62 persen.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Karawang (Jasa Web Design) - Para istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu akan melakukan penanaman pohon di sekitar Situ Cipule, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk menghijaukan lokasi perlombaan dayung SEA Games ke-26.
Perwakilan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, di Jabar, Kamis, melakukan peninjauan lapangan, dengan mendatangi Situ Cipule di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Karawang.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk menentukan titik-titik penanaman pohon yang rencananya akan digelar mulai 19 November 2011.
Kegiatan penanaman pohon itu sendiri rencananya akan dihadiri Presiden RI, Susilo Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ny Ani Yudhoyono.
Isteri Menteri Kehutanan, Ny Soraya Zulkifli Hasan, mengatakan, selain melakukan penanaman pohon di sekitar Cipule, pada pelaksanaannya nanti pihaknya juga akan menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi warga Desa Mulyasari.
"Untuk lokasi penanaman pohon dipilih di Situ Cipule, karena daerahnya memang benar-benar membutuhkan penghijauan. Selain itu, Situ Cipule juga akan menjadi lokasi perlombaan dayung SEA Games ke-26, jadi perlu penghijauan," kata Ny Soraya.
Selain dimanfaatkan untuk arena dayung, Situ Cipule juga berfungsi sebagai resapan air. Karena itu daerah tersebut perlu dihijaukan lagi agar fungsi resapan airnya tetap berjalan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, Indriastuti, mengatakan, pada penanaman pohon tahap awal, yakni pada 19 Novembe 2011, SIKIB akan menanam 600-700 bibit pohon berbagai jenis. Puncak kegiatan penanaman pohon di Situ Cipule itu sendiri akan berlangsung pada 2 Desember 2011.
"SIKIB sudah cukup sering melakukan penanaman pohon di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk melakukan penghijauan sekaligus membantu program pemerintah," kata dia.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Eksploitasi berlebihan ancam kelestarian "Coral Triangle"
0 comments Posted by |toekang.blog| at 3:40 AMJakarta (ANTARA News) - Pengambilan hasil laut yang berlebihan mengancam kelestarian Kawasan Coral Triangle yang merupakan kawasan dengan keanekaragaman kehidupan laut terlengkap di dunia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Jurgen Freund dan Stella Chiu-Freund, Penulis dan fotografer buku The Coral Triangle yang baru saja diluncurkan di Jakarta.
Coral Triangle adalah wilayah seluas kurang lebih enam juta kilometer persegi yang terdiri dari daratan dan lautan yang meliputi enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.
Keenam negara tersebut merupakan rumah bagi berbagai biota laut terlengkap di dunia sekaligus rumah bagi berbagai komunitas manusia dan sumber ekonomi yang penting.
Menurut Jurgen dan Stella, hal yang paling mengancam kelestarian Coral Triangle adalah pengambilan hasil laut secara berlebihan.
"Memang orang harus makan, tapi beri kesempatan ikan untuk bertelur dan berkembang biak," kata Jurgen Freund.
Jurgen mencontohkan Australia yang berhasil menjaga kelestarian salah satu spesies ikannya.
"Sebagai contoh, ikan trout di Australia. Ketika mereka bertelur, kurang lebih pada November, Pemerintah Australia melarang pemancingan ketika waktu bertelur ikan tersebut sehingga memungkinkan adanya cukup telur dan anak ikan untuk berkembang di tahun berikutnya," kata Jurgen.
Hal tersebut merupakan salah satu contoh usaha pemerintah menjaga kelestarian biota laut sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakatnya, kata Jurgen.
Stella mencontohkan satu pulau di Filipina yang bernama Pulau Green yang merupakan pulau kecil dengan jumlah penduduk sekitar 2000 orang.
Di pulau tersebut, penduduk menggantungkan kehidupannya dari hasil laut. Namun untuk memenuhi kebutuhan hidup, mau tidak mau mereka harus terus mengambil hasil laut dan kadang-kadang tanpa batas.
Hal ini yang menjadi tugas bagi masyarakat dan para pengambil keputusan, dalam hal ini adalah pemeritah, untuk bisa menjaga kelestarian kehidupan laut sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakatnya, kata Stella.
"Karena jika kehidupan laut itu hilang, dia akan musnah dan tidak akan bisa dikembalikan lagi," kata Stella.
Sementara itu Kepala Program Coral Triangle WWF Dr. Linda Pet-Soede mengatakan tujuan dari Ekspedisi Coral Triangle adalah untuk mendemonstrasikan hubungan antara kehidupan alam liar dengan masyarakat di sekitarnya, ancaman yang mereka hadapi, dan rekan yang bekerjasama untuk membantu melindungi pusat keanekaragaman laut dunia.
"Kami ingin dunia untuk beranjak dan memperhatikan, sehingga kami menugaskan salah satu tim fotografi terbaik dunia untuk melakukan perjalanan yang menantang ini," kata Pet-Soede.
Buku The Coral Triangle merupakan hasil kerja sama dari World Wildlife Fund for Nature (WWF), Asian Development Bank (ABD), Freund Factory, dan Coral Triangle Initiative (CTI)
Acara peluncuran buku tersebut dihadiri juga oleh enam menteri kelautan dari ke enam negara.
Informasi lebih lanjut tentang buku the Coral Triangle bisa diakses di laman www.panda.org/coraltriangle/photobook. (SDP-04)
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Thursday, August 11, 2011
Pekan lalu, sebuah material misterius berwarna oranye muncul di kutub utara Bumi. Para ilmuwan belum dapat memberikan jawaban yang pasti untuk menjelaskan material tersebut.
Material tersebut tersapu gelombang di sepanjang pesisir Arktika di Kivalina, Alaska dan membanjiri Desa Inupiat, Eskimo. Di sana, matahari mengeringkan material dan angin menyebarkannya bagai debu. Ketika ditemukan beberapa kilometer di kawasan air tawar Sungai Wulik, material oranye itu berubah menjadi liat dan lengket serta mengeluarkan bau seperti gas.
Anehnya, saat diambil dari laut, substansi itu tidak memiliki bau dan ‘sangat lembut. "Bentuknya seperti minyak bayi," kata Janet Mitchell, seorang pejabat kota Kivalina.
Setelah gelombang tinggi menyapu material oranye itu pergi, masyarakat setempat baru menyadari bahwa material mungkin pula beracun. Pasalnya, sejumlah ikan kecil mati setelah material itu hadir di pantai. Akan tetapi, ilmuwan belum dapat memastikan hal tersebut.
Sampel material dikirimkan ke Auke Bay Laboratories milik NOAA Alaska Fisheries Science Center di Juneau untuk diidentifikasi. Di bawah mikroskop, tampak struktur seluler yang berbentuk seperti manik-manik, memberi petunjuk bahwa material jingga itu merupakan serangkaian telur-telur ikan.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Monday, May 9, 2011
The Duke dan Duchess of Cambridge mendapatkan hadiah spesial pasca pernikahannya. Kebun binatang Chester memberikan William dan Kate seekor penguin untuk diadopsi.
Sebelumnya, pihak kebun binatang menggelar voting di sejumlah situs jejaring sosial untuk menentukan hewan mana yang paling cocok untuk dijadikan hadiah. Dari 400 spesies, 20 persen suara memilih penguin sebagai hewan yang cocok untuk diadopsi William dan Kate.
"Ini adalah kehormatan untuk memilih Pangeran William dan Kate sebagai pengadopsi penguin," ucap juru bicara Kebun Binatang Chester seperti dilansir Telegraph.
"Dengan mengadopsi binatang di Chester Zoo, Anda tidak hanya berkontribusi untuk mengurangi biaya besar yang dikeluarkan untuk memberi makan, tetapi Anda juga berperan langsung dalam konservasi dengan membantu menyelamatkan spesies dari kepunahan," tambahnya.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News, Potret Kehidupan
Wednesday, February 23, 2011
Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan "api terjun"? Inilah fenomena unik yang bisa dilihat di Horsetail Falls di Yosemite National Park, California. Api terjun itu terdapat di gugusan pegunungan Sierra Nevada, sebelah barat Danau Tahoe, memiliki ketinggian 2.000 kaki atau sekitar 600 meter.
"Api terjun" pada dasarnya merupakan air terjun, tetapi unik karena mendapatkan ekspos sinar matahari senja sehingga berkilauan kuning keemasan. Peristiwa ini sangat langka dan cuma beberapa hari dalam setahun, biasanya di bulan Februari, sinar matahari akan menyorot air terjun, menciptakan cahaya oranye bak api yang memukau.
Fenomena api terjun paling tepat disaksikan pukul 17.30 waktu setempat. Saat itu, cahaya matahari senja tepat menyinari batuan di sekitar air terjun. Di situlah keajaiban alam terjadi dan iluminasi natural tercipta. Namun, hal tersebut sulit disaksikan sebab memang merupakan salah satu fenomena alam yang paling jarang.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News, Pariwisata
Monday, February 7, 2011
Keputusan New7Wonders: Komodo Bertahan, Kemenbudpar Keluar Dari Komite
0 comments Posted by |toekang.blog| at 9:45 PMYayasan New7Wonders akhirnya mengeluarkan keputusan terkait nasib Pulau Komodo dalam kompetisi New7Wonders of Nature. Pulau Komodo tetap bertahan dalam kompetisi, namun Kemenbudpar dikeluarkan dari Official Supporting Committee.
"Voting untuk Komodo dilanjutkan sebagai Finalis resmi dalam kampanye New7Wonders of Nature," demikian keputusan New7Wonders yang disampaikan humasnya, Eamonn Fitzgerald dalam rilisnya.
Lebih lanjut mereka mengumumkan juga kalau Kemenbudpar dikeluarkan dari posisinya. "New7Wonders mencopot Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dari statusnya sebagai Official Supporting Committee untuk Komodo dalam kampanye New7Wonders of Nature," demikian keputusan itu.
Presiden New7Wonders, Bernard Weber mengatakan langkah yang diambil Kemenbudpar menjadi alasan mencopot kementerian itu dari komisi pendukung acara. "Jika kami bergantung pada Kemenbudpar, maka hari ini kami terpaksa mengumumkan penarikan ini seutuhnya," kata Weber.
Lantas, apa alasan New7Wonders tidak jadi mencopot Komodo dari nominasi. Rupanya, Komodo dibela oleh para pendukungnya.
"Dalam beberapa hari terakhir ini, kami menerima banyak permintaan dukungan dari tokoh publik agar Komodo tetap lanjut menjadi finalis New7Wonders of Nature," jelas dia.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Saturday, January 29, 2011
Tim dari Lapan tersebut mengungkapkan bukti-bukti lingkaran tersebut dibuat manusia. Bukti pertama pada titik sentral dari crop circle tersebut berupa lingkaran berdiameter 5 cm. "Di titik sentral tersebut, kami temukan ada lubang sedalam 25 cm dan lebar 4 cm yang kami duga sebagai titik pusat. Lubang tersebut dibuat dari batang atau pipa," tegas Sri Kaloka.
Tim Lapan juga menemukan adanya batang-batang padi yang patah dan akarnya tercerabut. "Itu akibat diinjak," jelasnya.
Sri Kaloka mengatakan, kemungkinan pembuat crop circle tersebut menggunakan tali dari pusat simetris yang kemudian dibuat beberapa pola. "Temuan kami, tidak semua pola itu sama, ada yang besar, ada yang kecil. Jadi kami yakin ini buatan manusia," ujar Sri Kaloka.
Sementara itu, tim dari Polres Sleman juga menemukan jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut sebelumnya tidak terlihat karena tertutup batang padi yang roboh.
Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini yang hadir di lokasi crop circle mengatakan, tidak ada jejak UFO di lokasi.
"Berdasarkan penyelidikan kami bersama tim dari Lapan, dugaan kami sama dengan tim dari Lapan. Ini buatan manusia," tegas Irwan Ramaini.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Wednesday, January 5, 2011
Setelah miliaran tahun, Matahari akhirnya punya pemilik. Seorang perempuan Spanyol, Angeles Duran (49), mengatakan, ia telah mendaftarkan kepemilikannya atas Matahari di notaris setempat.
Duran mengatakan kepada harian El Mundo, edisi online, ia melakukan tindakan tersebut pada September lalu setelah ia membaca tentang seorang pria Amerika yang telah mendaftarkan dirinya sebagai pemilik Bulan dan sebagian besar planet di Galaksi Bimasakti.
Memang ada kesepakatan internasional yang menyatakan tak ada negara yang bisa mengklaim kepemilikan atas satu planet atau bintang mana pun, tetapi kesepakatan itu tak menyebut-nyebut mengenai perorangan, kata Angeles Duran. "Tak ada penghalang, saya mendukung klaim saya secara hukum, saya tidak bodoh, saya tahu hukum. Saya melakukan itu, tetapi orang lain juga dapat melakukannya, itu cuma berlaku buat saya sebagai yang pertama."
Dokumen yang dikeluarkan oleh kantor notaris tersebut menyatakan, Angeles Duran sebagai "pemilik Matahari, satu bintang jenis G2, yang berada di pusat sistem tata surya, dan dari Bumi berada dalam jarak sekitar 149.600.000 kilometer.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News, Other, Potret Kehidupan
Tuesday, January 4, 2011
Stres akibat pesta kembang api malam Tahun Baru diduga telah mengakibatkan kematian 5.000 burung, yang secara misterius mulai berjatuhan dari langit di Beebe, Arkansas, Amerika Serikat. Demikian keterangan beberapa pejabat, Selasa.
Para pejabat menduga stres lebih mungkin menjadi penyebab peristiwa misterius itu dibandingkan dengan cuaca ekstrem, seperti angin kencang atau sambaran petir. Sebab, cuaca ekstrem sudah meninggalkan daerah tersebut.
"Pendapat kami lebih condong pada peristiwa stres," kata juru bicara Arkansas Game and Fish Commission Keith Stephens.
Ia mengatakan, menurut hasil pemeriksaan yang dikeluarkan pada Senin, kembang api dapat membuat banyak burung, kebanyakan blackbird, terbang ke rumah atau malah mengalami serangan jantung,
Komisi tersebut juga sedang berusaha memastikan penyebab kematian 100.000 ikan di sepanjang 20 mil Sungai Arkansas di dekat sebuah bendungan di Ozark, 125 mil di sebelah barat Beebe. Ikan-ikan itu ditemukan pada 30 Desember 2010.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Sunday, October 24, 2010
Sekitar 50 persen terumbu karang di Provinsi Bangka Belitung (Babel) rusak akibat sedimentasi lumpur yang berasal dari aktivitas penambangan timah di perairan provinsi kepulauan berpenduduk 1,2 juta jiwa itu.
Ketua Tim Eksplorasi Terumbu Karang, Universitas Bangka Belitung (UBB), Indra Ambalika di Pangkalpinang, Minggu, menjelaskan kerusakan terjadi akibat terumbu karang tertutup lumpur terkait kegiatan kapal isap dan tambang inkonvensional (TI) apung yang terus menyedot timah di wilayah perairan.
"Dari hasil kesimpulan penelitian pada 30 titik wilayah perairan Pulau Bangka dan Belitung mulai 2007 hingga 2010, sebanyak 50 persen terumbu karang mengalami kerusakan akibat tertutup lumpur sebagai dampak beroperasinya kapal isap dan TI apungh serta diperparah pengeboman ikan di perairan kedua pulau tersebut," kata Dosen Fakultas Pertanian, Perikanan, Biologi UBB tersebut.
Ia menjelaskan, kerusakan terumbu karang di perairan Pulau Bangka, lebih banyak disebabkan aktifitas penambangan timah oleh kapal hisap, kapal keruk dan TI apung, yang melakukan eksplorasi timah dengan merusak habitat yang ada didalamnya termasuk terumbu karang.
"Kerusakan terjadi diperairan Jebus seperti ketap, pantai bembang, Bangka Barat, Teluk Kelabat Kabupaten Bangka yang telah dilakukan penambangan timah puluhan tahun, demikian juga perairan tanjung Kerasak di Bangka Selatan dan Bangka Tengah," kata Indra.
Sementara itu, kata dia, untuk di Belitung selain kapal isap dan TI Apung juga dampak pengeboman ikan, seperti di Tanjung Binga dan Buku Limau, sehingga terumbu karang yang menjadi habitat ikan menjadi rusak, selain itu disebabkan kedangkalan pantai tersebut sehingga terumbu karang tidak berkembang biak dengan baik.
Ia mengatakan, sedimentasi lumpur tersebut menyebabkan terumbu karang tertutup lumpur dan mati, yang berganti dengan makro alga, dan jika terus menerus dibiarkan daerah tersebut akan menghadapi bencana pangan dan ekologi akibat langkanya berbagai jenis ikan karena habitatnya telah dirusak.
"Kerusakan terumbu karang berdampak pada turunnya produksi ikan tangkap nelayan, karena semakin kecil ukuran ikan yang tertangkap semakin jauh daerah penangkapan ikan, hal ini mengakibatkan meningkatnya biaya produksi nelayan dan menyebabkan rendahnya pendapatan nelayan kecil dan harga ikan mahal," kata Indra.
Ia menjelaskan, upaya penanggulangan kerusakan ekosistem terumbu karang dapat dilakukan dengan mengembangkan teknik transplantasi karang melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup selanjutnya ditanam di tempat lain yang mengalami kerusakan atau menciptakan habitat baru pada lahan kosong.
"Melalui upaya transplantasi diharapkan mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak dan bisa membangun daerah terumbu karang sebagai habitat ikan dan makhluk hidup lainya.
Ia mengatakan, yang paling penting adalah kepedulian masyarakat Bangka dan Belitung untuk menjaga kelestarian terumbu karang dengan tidak melakukan kegiatan yang mengakibatkan erusakan terumbu karang, seperti aktivitas penambangan di perairan dan melakukan pengeboman saat mencari ikan.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Wednesday, October 20, 2010
Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi genangan yang terjadi di ibu kota. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah mempercepat perbaikan drainase di lima wilayah kota yang menyebabkan 33 titik genangan air baik di jalan arteri maupun jalan kolektor.
Saat cuaca cerah, perbaikan dikebut. Bahkan perbaikan juga tetap dikerjakan pada Sabtu dan Minggu demi merealisasikan target penyelesaian puluhan titik genangan tersebut.
Saat ini, sedikitnya sudah sembilan drainase diperbaiki yakni di Rawamangun, Kebon Nanas, kampus Institut Bisnis Nusantara di Jalan DI Pandjaitan, Perumnas Sata Taruna, Kantor WIKA Jalan DI Pandjaitan, depan Kodam Jaya, persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan depan Balai Kartini.
Sementara yang masih dalam tahap pengerjaan yakni, depan Crown Plaza, Hotel Ibis Slipi, depan Bioskop Megaria Cikini, persimpangan Duren Tiga, persimpangan Melawai I dan underpass Pasar Minggu.
Sementara itu, pengerjaan tiga crossing drainase di Jalan MH Thamrin ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. PT Jaya Konstruksi sebagai pemenang tender ditargetkan menyelesaikan proyek senilai Rp 40 miliar tersebut sebelum pertengahan Desember.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Perbekalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Rifig Abdullah, Rabu (20/10/2010) mengatakan, percepatan perbaikan drainase dilakukan untuk menuntaskan target penyelesaian 33 titik genangan di tahun ini. Genangan terjadi karena banyak drainase di Jakarta tidak dapat berfungsi maksimal akibat sampah dan sedimen lumpur yang menghambat aliran air.
“Akibat sampah dan sedimen lumpur, drainase hanya berfungsi 10 persen dari asalnya. Jadi tidak bisa maksimal mengalirkan air ke kali. Bahkan, kami lakukan juga pengerukan secara manual, sedangkan sedimen disedot menggunakan mesin blower,” ujar Rifig.
Adapun yang menjadi kendala dalam perbaikan drainase, lanjut Rifig, yakni hujan yang hampir terjadi setiap hari. Alhasil, saat cuaca cerah, perbaikan drainase dikebut tanpa henti, bahkan pengerjaan perbaikan tidak diliburkan sama sekali meski itu hari Sabtu dan Minggu.
“Ini kita lakukan agar target perbaikan drainase tercapai, pengerjaannya dilakukan secara paralel antara satu titik dengan titik lainnya,” tambah Rifig.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Sunday, August 29, 2010
KUTA - Seekor anak paus pembunuh (Orcinus Orca), Minggu (29/08/2010) pagi terdampar di pantai Kuta, Badung, Bali. Paus yang berukuran sekitar 4 meter ini ditemukan warga Kuta sekitar pukul 06.00 WITA terjebak di depan Pura Pesanggaran, Kuta, saat air laut dalam kondisi surut.
Posisi paus berada di laut dangkal atau sekitar 50 meter dari bibir pantai.“Karena banyak karang disana, perut bagian bawah paus mengalami luka,” ujar Alex, petugas Balawista Kuta.
Untuk menyelamatkan nyawa paus tersebut, petugas Balawista Kuta, berinisiatif untuk menggiring dan memandu paus kembali ke laut lepas. Paus yang aktif bergerak ini kemudian pelan-pelan mampu berenang kembali ke laut lepas dengan pengawalan petugas Balawista.
“Pihak Balawista masih terus memantau, mengantisipasi paus itu terdampar kembali,” jelas Alex. Kejadian ini sempat menarik perhatian sejumlah warga dan wisatawan yang ingin menonton langsung proses evakuasi paus tersebut kembali ke laut.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Saturday, August 7, 2010
MUKOMUKO, [Jasa Web Design] - Operasi pengamanan hutan nala dari pembalakan liar yang digelar Polres Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berakhir bentrok dengan ratusan warga Kecamatan Selagan Raya yang melempari polisi mengunakan batu.
Bentrok itu terjadi karena sekitar 500 warga Desa Talang Buai, Desa Pondok Baru, dan Desa Selagan Raya Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko tidak menerima tindakan polisi yang menyita kayu milik masyarakat.
"Untung kami cepat datang di lokasi dan meredam amarah warga yang ingin menyerang pihak polisi, karena sebelum kami datang beberapa kali warga bertindak anarkis dengan cara melempari polisi dengan batu," kata Kepala Desa Talang Buai Abdul Hirman, Sabtu (7/8/2010).
Pada Jumat itu, bentrok tidak terjadi karena perangkat desa serta pihak kecamatan segera menengahi aksi massa tersebut. "Saat saya datang suasana malam itu sangat mencekam, setelah saya amankan warga, tiba-tiba datang lagi massa dari arah yang berbeda melempari polisi," terangnya.
Ia menjelaskan warga malam itu mendesak polisi tidak membawa seluruh kayu milik warga, karena material itu digunakan untuk membangun rumah.
"Setahu saya kayu itu milik salah seorang pengusaha yang jumlahnya hanya 11 meter kubik dan sisanya milik 20 orang warga desa," katanya.
Ia meminta polisi tidak membawa kayu milik warga itu, dan segara melepaskan empat unit sepeda motor dan empat orang warga.
"Salah satu dari empat orang yang ditahan polisi itu suruhan saya supaya mengamankan aksi massa pada malam itu, karena warga di sini tidak akan bertindak kasar bila ada salah satu warga yang berada utuk mengamankan," jelasnya.
Tetapi mereka justru ditahan polisi pada malam itu. Sekarang mereka diamankan di kantor polisi. "Polisi hari Sabtu ini mengajak warga desa di sini bertemu, namun tidak satupun yang bersedia akhirnya pertemuan batal," katanya.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News, Sosial Politik
Thursday, June 17, 2010
Cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Indonesia mulai besok hingga Senin (21/6/2010) pekan depan. Potensi ini terlihat dari faktor adanya daerah pusaran angin tertutup di sekitar Selat Karimata bagian selatan serta pumpunan atau pertemuan angin yang memanjang di Laut Jawa dan di Laut Seram hingga Laut Maluku.
Faktor tersebut meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan-awan hujan, terutama di wilayah sekitar Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan bagian barat dan selatan, Maluku Tengah dan Utara, Sulawesi bagian utara serta Papua Barat. Selain itu, kondisi suhu muka laut di seagian besar wilayah perairan Indonesia masih hangat dan kelembaban udara cukup tinggi sehingga masih mendukung terhadap pertumbuhan awan-awan hujan.
Wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang adalah Sumatera Selatan bagian timur, Bangka Belitung, Banten dan DKI Jakarta, Jawa Barat bagian utara dan tengah, Jawa Tengah bagian barat dan utara, Kalimantan Barat bagian barat dan selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara, serta Papua Barat bagian selatan.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Friday, April 30, 2010
Hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri menunjukkan kemungkinan sumber ledakan yang terjadi di rumah di Jalan Delima VI Gang 2, Keluarga Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, berasal dari benda luar angkasa atau benda antariksa.
"Sementara disimpulkan ada benda dari luar yang menghatam ke dalam rumah," ucap Kepala Polres Jakarta Timur Kombes Hasanudin di lokasi, Jumat (30/4/2010).
Menurut Hasanudin, ledakan dipastikan bukan berasal dari tabung gas atau dari bahan peledak. Di lokasi, dua tabung gas masih utuh dan tidak ditemukan serbuk mesiu atau benda-benda mencurigakan lainnya.
Kepala Departemen Balistik Metalorgi Puslabfor Mabes Polri Kombes Amri Kamil mengatakan, pihaknya mengambil debu-debu dari lokasi yang diduga serpihan benda dari luar angkasa di rumah Sudarmojo. Debu itu akan melalui uji laboratorium. "Besok hasilnya akan diketahui, benda apa itu," kata dia.
Source
Labels: Lingkungan Hidup, News
Tuesday, April 27, 2010
Ribuan perempuan dengan sukarela memerkan foto belahan payudaranya di Facebook, Senin (26/4/2010), dengan alasan membela sains. Mereka mengumpulkan sebanyak-banyaknya foto payudara di sebuah grup diskusi untuk membantah teori bahwa perempuan-perempuan yang memakai pakaian terbuka sebagai penyebab gempa besar.
Pada Minggu lalu, seorang ulama Iran, Kazem Sedighi, dalam ceramahnya mengajak kaum perempuan bertobat agar tak memakai pakaian yang tidak sopan karena, menurut dia, hal itu sebagai penyebab gempa besar. Ceramah tersebut rupanya ditanggapi sinis oleh aktivis feminis di AS dengan menggelar pameran payudara yang diberi nama "Boobquake" di Facebook itu.
Aksi gila tersebut dipelopori Jennifer McCreight, seorang aktivis yang mendeskripsikan dirinya feminis ateis tulen. Selama beberapa jam sepanjang Senin kemarin ia mengajak perempuan-perempuan di Facebook "menyumbangkan" foto belahan payudaranya untuk membuktikan bahwa hal tersebut salah.
Source
Labels: Lifestyle, Lingkungan Hidup, News