Showing posts with label Inovasi. Show all posts
Showing posts with label Inovasi. Show all posts
Tuesday, March 27, 2012
Jakarta (ANTARA News) - Tim Shell Eco-Marathon (SEM) Universitas
Indonesia (UI) meluncurkan tiga model kendaraan ramah lingkungan yang
diberi nama Arjuna, Nakoela dan Sadewa.
"Kami berkreasi dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan hemat energi di Indonesia," kata Rektor UI Prof. Gumilar Soemantri saat menggelar jumpa media di Jakarta, Senin.
Ketiga model kendaraan bikinan gabungan mahasiswa jurusan teknik UI itu akan disertakan dalam kompetisi SEM Asia tahun ini di Sepang, Malaysia.
Prototipe mobil Arjuna, yang beroda tiga dengan dimensi panjang 2.696 mm, lebar 940 mm dan tinggi 816 mm, menggunakan mesin berbasis baterai lithium dengan BMS yang tidak menghasilkan emisi.
Model ini memiliki body berbahan fiber glass berwarna merah serta menggunakan chassis Monocoque dan sistem pengereman hidrolik disk brake.
Sedang prototipe Nakoela, yang memiliki panjang sebesar 2.690 mm, lebar 1.940 mm dan tinggi sebesar 815 mm, berbasis mesin bensin injeksi.
Model mobil berbobot 60 kilogram yang juga beroda tiga ini menggunakan sistem pengereman hidrolik disk brake, dan chassis monoque. Body Nakoela juga berbahan fiber glass namun berwarna jingga.
Sementara model Sadewa, yang juga disebut Kalabia Evo-2 karena merupakan hasil modifikasi model Kalabia, menggunakan mesin injeksi dan Engine Control Unit (ECU).
Mobil empat roda seberat 90 kilogram ini memiliki dimensi panjang 2.400 mm, lebar 1.250 mm dan tinggi 1.100 mm. Body mobil yang memiliki sistem pengereman hidrolik disk brake dan chassis aluminium alloy ini terbuat dari fiber glass warna putih.
Presiden Direktur dan Country Chairman PT. Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan SEM diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar bidang mekanik untuk berinovasi menghasilkan produk dengan penggunaan energi efisien.
Penilaian SEM antara lain berdasarkan desain dan kemampuan model kendaraan menempuh jarak paling jauh dengan bahan bakar hemat. (adm)
Source
"Kami berkreasi dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan hemat energi di Indonesia," kata Rektor UI Prof. Gumilar Soemantri saat menggelar jumpa media di Jakarta, Senin.
Ketiga model kendaraan bikinan gabungan mahasiswa jurusan teknik UI itu akan disertakan dalam kompetisi SEM Asia tahun ini di Sepang, Malaysia.
Prototipe mobil Arjuna, yang beroda tiga dengan dimensi panjang 2.696 mm, lebar 940 mm dan tinggi 816 mm, menggunakan mesin berbasis baterai lithium dengan BMS yang tidak menghasilkan emisi.
Model ini memiliki body berbahan fiber glass berwarna merah serta menggunakan chassis Monocoque dan sistem pengereman hidrolik disk brake.
Sedang prototipe Nakoela, yang memiliki panjang sebesar 2.690 mm, lebar 1.940 mm dan tinggi sebesar 815 mm, berbasis mesin bensin injeksi.
Model mobil berbobot 60 kilogram yang juga beroda tiga ini menggunakan sistem pengereman hidrolik disk brake, dan chassis monoque. Body Nakoela juga berbahan fiber glass namun berwarna jingga.
Sementara model Sadewa, yang juga disebut Kalabia Evo-2 karena merupakan hasil modifikasi model Kalabia, menggunakan mesin injeksi dan Engine Control Unit (ECU).
Mobil empat roda seberat 90 kilogram ini memiliki dimensi panjang 2.400 mm, lebar 1.250 mm dan tinggi 1.100 mm. Body mobil yang memiliki sistem pengereman hidrolik disk brake dan chassis aluminium alloy ini terbuat dari fiber glass warna putih.
Presiden Direktur dan Country Chairman PT. Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan SEM diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar bidang mekanik untuk berinovasi menghasilkan produk dengan penggunaan energi efisien.
Penilaian SEM antara lain berdasarkan desain dan kemampuan model kendaraan menempuh jarak paling jauh dengan bahan bakar hemat. (adm)
Source
Wednesday, March 7, 2012
Jakarta
(ANTARA News) - Sampah selalu dibuang namun uang dicari-cari. Bagaimana
cara memadukan kedua hal ini? Bisa saja, salah satunya melalui bank
sampah, daur ulang, dan lain sebagainya.
Intinya,
bagaimana kita bisa mengelola sampah secara ekologis, ekonomis, dan
kreatif. Pernahkah melihat bunga plastik bekas botol kemasan air
mineral? Kalau pernah, bisa dipastikan kita tidak akan pernah menduga
asal-usul kembang plastik itu, karena sudah lain sama sekali. Dari
sampah, dengan sedikit kreatifitas dan kejelian melihat pasar dan
peluang, uang bisa datang.
Pengelolaan sampah
adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau
pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada
material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia dan biasanya
dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau
keindahan.
Pengelolaan sampah juga dilakukan
untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan
zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus
untuk masing masing jenis zat. Yang terakhir ini jelas melibatkan
pengetahuan tinggi dan peraturan tersendiri dari negara.
Misal
di Jakarta, entah berapa belas ton kantong kresek plastik baru yang
tiap hari beredar di tangan orang, kebanyakan dari toko, warung, atau
tempat-tempat usaha lain. Membuang di mana saja, itu kebiasaan buruk
yang masih terjadi di depan mata. Selain karena (memang) ketiadaan
tempat sampah yang baik, strategis, namun lebih disumbang karena faktor
kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
Pendidikan
dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah yang semakin
penting dari perspektif global dari manajemen sumber daya. Dalam skala
kecil, di lingkungan rumah dan lingkungan tempat tinggal, bisa dimulai
dari kebiasaan sederhana: memisahkan sampah, antara sampah organik eks
rumah tangga dan sampah anorganik yang tidak mudah hancur.
Sampah
anorganik itu bisa dilihat mudah saja, sampah plastik, sampah logam
(kaleng kemasan aerosol atau pewangi, kemasan berlogam semisal bungkus
makanan kemasan, ban bekas, sampai ember bekas). Sampah kategori ini
dibuang dalam wadah tersendiri karena jika tercampur akan menyulitkan
usaha pemanfaatannya.
Jika sudah terkumpul,
bisa dijual ke lapak-lapak barang bekas yang lalu menyetorkannya ke
pengumpul besar dan dioper lagi ke pengolah akhir. Mereka inilah yang
bekerja sama dengan pihak industri bahan mentah daur ulang. (*)
Source
Labels: Inovasi
Subscribe to:
Posts (Atom)