Monday, February 7, 2011
Jangan Sampai Terulang Lagi Kekerasan Dengan Mengatasnamakan Agama
0 comments Posted by |toekang.blog| at 9:45 PMSeruan menolak kekerasan atas dasar agama kembali digemakan. Jangan sampai terulang kembali pembunuhan seperti insiden terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Kekerasan bukan ciri khas bangsa.
"Kekerasan atas nama agama bukan jati diri bangsa Indonesia. Oleh karena itu kekerasan yang terjadi di beberapa tempat dengan mengatasnamakan agama belakangan ini, bukan saja mempermalukan kita sebagai bangsa, tapi juga menciderai kehormatan dan harga diri kita yang selalu dipuji oleh banyak pemimpin dunia," kata anggota Komisi III Martin Hutabarat di Jakarta, Senin (7/2/2011).
Dia menjelaskan, pihak kepolisian harus bergerak cepat. Tangkap pelaku pembunuhan atas jemaat Ahmadiyah. Hukum harus ditegakkan.
"Sebagai bangsa yang toleran, rukun, dan menjunjung tinggi pluralisme, kita berharap ke depan agar kekerasan atas nama agama itu jangan sampai terulang," imbuhnya.
Source
Labels: News, Potret Kehidupan, Religion (Agama)
Sunday, September 26, 2010
Sungguminasa, Sulsel (ANTARA News) - Sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya menyerang gedung dakwah Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu dini hari.
Bendahara Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Muslimin di Sungguminasa, Sabtu, mengaku kaget setelah mengetahui adanya orang-orang yang tidak dikenal melakukan pelemparan dan pengrusakan gedung dakwah Muhammadiyah.
"Saya kaget sekali mendengar adanya orang-orang yang melakukan pelemparan dan pengrusakan itu karena selama puluhan tahun kita hidup berdampingan dengan rakyat Gowa," ujarnya.
Ia mengatakan, pada Jumat (24/9) sore, sebelum peristiwa itu terjadi, sejumlah pengurus Muhammadiyah Gowa melakukan rapat rutin untuk membahas rencana Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Gowa yang rencananya akan digelar, 25 November mendatang dan membahas soal rencana pelaksanaan shalat Idul Adha di Gowa.
Ia sudah melaporkan kejadian penyerangan dan pengrusakan gedung dakwah Muhammadiyah yang terletak di Jalan Istana itu ke Mapolresta Gowa untuk mengusut pelaku pengrusakan tersebut.
Penjaga gedung, Firman (17) mengatakan bahwa aksi penyerangan Sabtu dini hari itu terjadi sangat cepat. Sebelumnya terdengar teriakan sekelompok orang yang berada di luar Jalan Istana.
Hanya berselang beberapa menit, sejumlah kaca sudah dilempari batu dan kayu. Namun sayangnya, dirinya tidak melihat para pelaku pengrusakan gedung itu.
"Saya tidak mengenal siapa pelaku penyerangan itu karena kejadiannya sangat cepat dan lemparan batu serta kayu cukup banyak. Sedangkan saya lebih memilih untuk berlindung," ujarnya.
Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Ardi Rahananto mengatakan, kasus penyerangan dan pengrusakan itu sementara dalam penanganan pihak kepolisian.
Pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah TKP itu, polisi mengambil barang bukti berupa batu dan pecahan genteng serta kayu yang diduga dilempar ke dalam gedung.
"Kita masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti dulu. Mengenai motif pengrusakan itu, kita juga belum tahu," katanya.(*)
Source
Labels: Agama, Hukum dan Kriminal, News, Religion (Agama)
Friday, September 17, 2010
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan kembali larangan beribadah bagi jemaat HKBP Ciketing di tanah kosong di Ciketing Asem. Pemkot sudah menyiapkan tempat alternatif sementara di Gedung OPP, Jalan Chairil Anwar.
"Kembali ditegaskan, Pemerintah Kota Bekasi melarang jemaat HKBP untuk beribadah di tanah kosong di Ciketing," ujar Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di depan para pengunjuk rasa, Jumat (17/9/2010).
Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad sendiri sedang berkoordinasi dengan Menko Polhukam dan Mendagri untuk larangan ibadah jemaat HKBP di Mustika Jaya. "Kalau diminta dari warga, larangannya di seluruh Mustika Jaya, Pemkot saat ini sedang bernegosiasi dengan pemerintah pusat," ujar Rahmat.
Source
Labels: News, Religion (Agama), Sosial Politik
Thursday, August 20, 2009
Pemerintah resmi menetapkan tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009. Hal ini diputuskan dalam surat keputusan Menteri Agama nomor 0 tahun 2009 tentang penetapan Ramadhan 1430 H yang dibacakan dalam sidang Itsbat yang digelar di Departemen Agama, Kamis (20/8) malam ini.
"Izinkan saya untuk menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 22 Agustus 2009," kata Menteri Agama Maftuh Basyuni, di sela-sela sidang itsbat, di gedung Depag, Jakarta, Kamis (20/8).
Keputusan ini disetujui seluruh perwakilan ormas Islam yang hadir, seperti Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Al Wasliyah, Al Irsyad, Tarbiyah, Islamiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islam (DDI), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Source
Labels: News, Religion (Agama)
Friday, June 19, 2009
Dewan Perwakilan Rakyat Kota New York, Amerika Serikat, setuju memasukkan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai kalender hari-hari libur sekolah di kota itu seperti Natal pada agama Kristen dan Yom Kippur dalam agama Yahudi.
"Alhamdulillah, dengan suara mayoritas, hanya satu suara yang menentang, resolusi tersebut diterima secara mutlak. Hari Kamis, 18 Juni 2008, merupakan hari bersejarah bagi komunitas muslim di Kota New York," kata anggota Dewan Muslim Kota New York asal Indonesia Syamsi Ali yang menghubungi Antara di Jakarta, Jumat.
Imam Masjid Indonesia di New York ini mengungkapkan, proses menjadikan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur tersebut melewati masa yang lama.
Sekitar dua tahun lalu, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Kota New York mengadakan jajak pendapat di mana anak-anak Muslim harus memilih antara sekolah atau salat Idul Adha.
Sejak itu, masyarakat muslim membentuk koalisi besar untuk hari-hari libur muslim atau Coalition for Muslim Holidays, yang tidak saja beranggotakan komunitas Muslim, tapi juga berbagai organisasi non Muslim.
Keterlibatan non Muslim ini adalah hasil dari upaya menjembatani hubungan antar komunitas.
Beberapa waktu lalu diadakan perdebatan umum yang diikuti publik di Dewan Kota New York, dimana sejumlah rabbi dan pastor mendukung usulan liburnya Idul Adha dan Idul Fitri, kata Syamsi yang pernah dinobatkan sebagai tokoh Muslim paling berpengaruh di Kota New York oleh media setempat.
Ia menjelaskan, resolusi tersebut pertama kali disponsori anggota DPRD Robert Jackson dari Bronx yang adalah satu-satunya anggota DPRD New York.
Berkat kepemimpinannya di Komisi yang membawahi pendidikan dan budaya, serta dorongan dari aktivis Koalisi Hari-hari Libur Muslim itu, akhirnya mayoritas anggota DPRD mendukung, termasuk para penganut agama Yahudi.
"Pada akhirnya resolusi ini akan diajukan ke meja walikota untuk disahkan menjadi peraturan kota. Insya Allah kita optimistis walikota akan mensahkan resolusi tersebut," kata Syamsi yang berasal dari Makassar itu.
Kalangan muslim di Kota New York sedang merancang strategi untuk melobi walikota, termasuk menghubungkan dukungannya dengan pemilihan walikota mendatang.
Walikota New York Michael Bloomberg yang merupakan seorang Yahudi berniat maju kembali menjadi calon walikota periode ketiga setelah Dewan Kota mengubah pembatasan walikota dalam dua periode.
"Bagi kami, ini sejarah yang akan dicatat dalam perkembangan Kota New York. Keberhasilan ini juga merupakan indikasi bahwa Islam dan Muslim di AS semakin mendapat pengakuan," ujarnya.
Satu dari setiap 10 warga kota New York adalah muslim, persinya antara 800.000 hingga sejuta orang, sementara jumlah masjid mencapi 200-an.
Syamsi menungkapkan, warga muslim New York ini terlibat dalam segala sendi kehidupan, termasuk kepolisian dan pendidikan. (*)
Source
Labels: Agama, News, Religion (Agama)
Saturday, December 20, 2008
Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) hingga Sabtu pagi waktu Arab Saudi (Sabtu siang WIB) mencatat anggota jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 325 orang dengan jumlah jemaah terbanyak dari debarkasi Solo.
"Tapi jumlah itu masih lebih rendah dibanding tahun lalu karena dalam kurun yang sama pada tahun lalu tercatat 327 anggota jemaah wafat," kata Wakil Ketua PPIH Arab Saudi bidang kesehatan dr Barita Sitompul.
Hal itu, katanya, juga diakibatkan faktor fisik dalam musim haji 2008 yang lebih berat. Namun, pelayanan sudah dilakukan secara maksimal untuk menekan angka jemaah wafat.
"Apalagi, saya baru datang ke Madinah, ternyata suhu pagi ini di Madinah sudah mencapai delapan derajat Celsius dengan kelembaban yang sangat rendah sehingga cukup memengaruhi kondisi kesehatan anggota jemaah juga," lanjutnya.
Ke-325 anggota jemaah yang wafat itu, katanya, tercatat 225 anggota jemaah wafat di Mekkah, 36 anggota jemaah wafat di Madinah, dan empat anggota jemaah wafat di Jeddah, sedangkan anggota jemaah yang menjalani perawatan mencapai 150-an orang.
Source
This blog is supporting GrandParagon.com as a participants for Busby SEO Test. Go Indonesia Blogger!!! *Busby SEO Test is an SEO Contest from Busby - Web Solutuion*
Labels: Layanan Publik, News, Religion (Agama)
Friday, November 28, 2008
Germany's churches criticized a businessman on Tuesday for selling thousands of Jesus chocolates.
Frank Oynhausen set up his "Sweet Lord" chocolate Jesus-making business saying he wanted to restore some traditional religious values to Christmas in Germany.
But the German Protestant Church criticized the idea as "tasteless" and the Roman Catholic Church was not amused.
"I started thinking about how I could reintroduce traditional religious values into this commercial world," said Oynhausen, who had been unemployed since losing a recycling business two years ago.
Together with a friend, a local chocolatier, Oynhausen, 54, developed the concept of "Sweet Lord." It is growing fast in his home town of Duisburg and on the internet.
Oynhausen said thousands of people have put in orders for the figures wrapped in gold foil. But church associations expressed dismay.
Source
Saturday, November 22, 2008
Bintang pop Michael Jackson telah masuk Islam dan berganti nama menjadi Mikaeel, ungkap Daily Mail, Jumat. Penyanyi berusia 50 tahun itu dilaporkan menjadi Muslim dalam suatu upacara di rumah temannya di Los Angeles.
Michael Jackson yang dibesarkan dalam agama Saksi Jehovah, disebut-sebut duduk di lantai dan mengenakan topi kecil saat sahadat di kediaman Steve Porcaro, komposer musik pada album Thriller.
Dia tertarik dengan Islam setelah berdiskusi dengan penulis lagu asal Kanada, David Wharnsby dan produser Phillip Bubal.
"Mereka berbicara kepada dia tentang keyakinan mereka dan bagaimana mereka menjadi orang yang lebih baik setelah masuk Islam. Michael segera tertarik. Seorang Imam dipanggil dari masjid dan Michael mengucapkan sahadat," kata seorang sumber.
Source
Labels: Hiburan, News, Religion (Agama)
Dewan Islam Malaysia, Sabtu, mengeluarkan sebuah maklumat yang melarang umat muslim untuk melakukan yoga.
Kantor berita DPA, Dewan Fatwa Nasional mengeluarkan larangan itu dengan menyebut bahwa praktek yoga melibatkan gerakan fisik, pemujaan dan nyanyian yang dilarang dalam Islam.
Yoga, yang sesungguhnya berasal dari India namun secara luas tersebar di seluruh dunia, cukup populer di antara masyarakat multibudaya Malaysia. Umat muslim adalah dua pertiga dari 27 juta orang penduduk Malaysia.
Source
Labels: News, Religion (Agama)
Friday, November 21, 2008
Pembuat Kartun Nabi Minimal Bisa Dihukum 6 Tahun Penjara
0 comments Posted by |toekang.blog| at 3:11 AMKecaman terhadap pembuat kartun Nabi Muhammad yang membuat resah ummat Islam terus berdatangan. Ketua Advokasi DPP PDI Perjuangan, Syarif Bastaman menuntut kepada pemerintah untuk segera menangkap pembuat situs itu. Ia kemudian meminta kepada ummat Islam untuk tidak resah dan tenang dengan beredarnya kartun Nabi Muhammad SAW yang diyakininya bertujuan untuk memecah belah antar ummat beragama di Indonesia.
"Kami berharap kepada sesama ummat muslim untuk tidak resah dengan adanya pemuatan kartun yang mendeskreditkan nabi yang kita cintai, Nabi Muhammad SAW. Agar masalah ini tidak berkepanjangan, kami meminta kepada pemerintah untuk secepatnya menangkap pelakunya dan segera dijerat hukum," tandas Syarif Bastaman.
Jika tertangkap, lanjut Bastaman, pelakunya dapat dijerat Pasal 27 dan Pasal 28 UU Informasi dan Transaksi. "Aturannya juga sudah jelas sekali, pelakunya bisa dijerat dengan pidana penjara minimal 6 tahun dan denda bagi para pelakunya," imbuhnya.
Kutukan terhadap pembuat kartun yang melecehkan Nabi Muhammad SAW juga disuarakan oleh salah satu organisasi Islam, Hizbut Tahrir. Melalui juru bicaranya, Ismail Yusanto, pembuat kartun Nabi Muhammad SAW yang menyesatkan itu layak mendapat hukuman mati karena tidak bisa diampuni begitu saja.
"Sikap kami tegas, penghinaan terhadap nabi tidak bisa dimaafkan, tidak bisa diampuni apalagi kalau dilakukan oleh orang Islam. Penghinaan terhadap agama, berbeda dengan melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," tandas Ismail Yusanto.
Syarif Bastaman kemudian mempertegas, kebesaran serta jasa Nabi Muhammad tidak akan tertandingi dengan berbagai upaya-upaya picisan segelintir oknum, termasuk yang dilakukan oleh si pembuat kartun Nabi Muhammad SAW yang dianggapnya sebagai kerjaan orang sinting dan tidak beradab.
"Kami menghimbau kepada ummat Islam untuk tidak terpancing dengan cara-cara yang tujuannya untuk memecah belah antar ummat beragama ini. Permintaan kami jelas, tangkap dan adili pembuat kartun Nabi Muhammad SAW itu secepatnya untuk bisa diproses secara hukum," cetus Syarif Bastaman.
Source
Labels: News, Religion (Agama)
Wednesday, November 12, 2008
The nation's Roman Catholic bishops vowed Tuesday to forcefully confront the Obama administration over its support for abortion rights, saying the church and religious freedom could be under attack in the new presidential administration.
In an impassioned discussion on Catholics in public life, several bishops said they would accept no compromise on abortion policy. Many condemned Catholics who had argued it was morally acceptable to back President-elect Obama because he pledged to reduce abortion rates.
And several prelates promised to call out Catholic policy makers on their failures to follow church teaching. Bishop Joseph Martino of Scranton, Pa., singled out Vice President-elect Biden, a Catholic, Scranton native who supports abortion rights.
Source
Labels: English News, Religion (Agama)
Friday, November 7, 2008
Turin, Italy (ANTARA News) - Barack Obama's victory in the US presidential vote marks a "great step forward for humanity" that could be mirrored with the election of a black pope, according to a top US Roman Catholic cleric.
"If Obama at the White House is like the first time man (stepped on) the moon, then it can certainly happen at the threshold of St Peter's," the Archbishop of Atlanta, Wilton Daniel Gregory, was quoted as saying in an interview published Thursday in an Italian newspaper.
The election of a black man as successor to Pope Benedict XVI is "certainly possible," Gregory told Turin-based daily La Stampa.
Gregory is the first African-American to have served as president of the US Conference of Catholic Bishops, holding the position from 2001 to 2004.
"Through the wisdom of the cardinals guided by the Holy Spirit, this could happen at the next conclave," Gregory said, referring to the assembly of top prelates that elects popes. Not wanting to seem to wish ill health for Benedict, he quickly added: "We all hope this will take place as far away in the future as possible."
Gregory pinpointed the efforts of several recent popes who, he said, gave the Roman Catholic Church and the Vatican hierarchy more of an international outlook.
Among these were, John XXIII (1958-1963), who paved the way for masses to be held in local languages, instead of Latin; Paul VI (1963-1978), the first modern-era pontiff to undertake major journeys abroad; and the globetrotting John Paul II, the first non-Italian pontiff in over 400 years.
Gregory also gave credit to the German-born Benedict, who before his 2005 election said that an election of an African as pontiff would be "a beautiful sign."
"For some time there's been a new mentality in the Church. It is no longer centred on the West but it is global, and this is expressed through its ecclesiastical mission," Gregory was quoted by DPA as telling La Stampa.
Source
Labels: English News, Religion (Agama)
Wednesday, November 5, 2008
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Surakarta berunjuk rasa di DPRD Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (4/11) siang, memprotes kedatangan Pangeran Charles. Mereka mencurigai kedatangan Pangeran Charles bermotif politis karena dilakukan menjelang eksekusi tiga terpidana mati Bom Bali I.
Menurut demonstran muatan politis di balik kunjungan itu yaitu menekan pemerintah Indonesia agar mempercepat proses eksekusi. Karenanya, pengunjuk rasa meminta pemerintah Indonesia seharusnya bersikap independen dalam menerapkan hukum bagi ketiga terpidana mati Bom Bali I tanpa bisa diintervensi negara manapun.
Pengunjuk rasa juga meminta pemerintah tidak melaksanakan eksekusi terlebih dulu karena ketiga terpidana mati belum maksimal dalam melakukan perlawanan hukum. Selain itu, salinan penolakan PK oleh Mahkamah Agung belum diterima keluarganya. Apalagi ada surat dari lembaga hak asasi manusia internasional yang menyatakan eksekusi terhadap mereka adalah bentuk pelanggaran HAM.
Source
Labels: News, Religion (Agama), Sosial Politik
Tuesday, November 4, 2008
Majelis keselamatan negeri Selangor, Malaysia, mengidentifikasi, sebanyak 22 kumpulan ajaran sesat masih aktif bergerak di negara bagian itu dan salah satu yang populer dan aktif bergerilya adalah Gerakan Negara Islam Indonesia (GNII).
Sekjen Majelis Keselamatan Negeri Selangor Nasirrahman Saad Khiruddin mengatakan, aliran sesat itu melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi dan sering berganti nama sehingga menyulitkan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) mengambil tindakan, demikian harian Utusan Malaysia, Senin.
Dalam kesempatan itu, Nasirrahman mengungkapkan, ada seorang dukun (bomoh) di kawasan Ampang, Selangor, ditenggarai mengobati pasiennya dengan cara menghisap kemaluan pasien untuk membuang sial.
"Kami bersama JAIS kini sedang aktif dan serius menyelidiki aktivitas dukun penipu ini," katanya
Kumpulan aliran sesat yang populer saat ini Gerakan Negara Islam Indonesia, Black Metal, dan pertubuhan Al-Arqam yang kini memakai nama lain. Gerakan mereka tidak ada kantor pusatnya dan bergerak dalam masyarakat sehingga sukar bagi majelis keselamatan melakukan serbuan, ungkap Nasirrahman.
Menurut Nasirrahman, aliran sesat itu mampu memengaruhi kepercayaan penduduk kampung, termasuk golongan profesional. Hingga saat ini kami masih mengumpulkan bukti dan membuat pemantauan untuk mengambil tindakan.
"Kami tidak mau ajaran ini menular di kalangan umat Islam lain karena apa yang dipraktikkan jelas berbeda dan bertentangan dengan ajaran Islam," kata dia.
Source
Labels: News, Potret Kehidupan, Religion (Agama)
Sunday, September 7, 2008
Bulan puasa cenderung akrab dengan menu-menu "luar biasa" yang tak ada di hari-hari biasa. Sebut saja kolak pisang, es sirup, kue-kue manis, dan lainnya. Padahal, di sisi lain banyak orang berharap berat badannya bisa turun beberapa kilo setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.
Sayangnya, banyak orang tak sadar mereka justru gagal menurunkan berat badan karena karena “balas dendam” saat berbuka puasa atau Lebaran. Nah, agar tubuh tetap ramping dan ideal setelah bulan puasa lewat, dr. Titi Sekarindah, M.S., Sp.GK, ahli gizi RS Pertamina, Jakarta memberikan beberapa kiatnya.
1. Saat mulai berpuasa, sebaiknya Anda memantapkan diri, di bulan suci ini Anda akan memulai program penurunan berat badan. Percaya atau tidak, dengan berpuasa jadwal makan Anda akan lebih teratur.
2. Pastikan Anda memiliki dua kali jadwal makan besar, dan sisanya hanya untuk selingan saja.
3. Bila berbuka sebaiknya memilih makanan yang tidak terlalu banyak konsumsi gulanya. Bisa berupa potong buah-buahan, kolak dengan sedikit kuahnya, atau sepotong kue manis saja.
4. Usahakan, jangan makan malam terlalu larut. Makan malamlah segera setelah berbuka dan salat maghrib. Jika makan terlalu malam, akan merusak selera saat sahur. Dan bila makan sahurnya kurang, esok harinya tentu Anda akan merasa lapar sekali sehingga saat berbuka biasanya akan makan lebih banyak.
5. Batasi konsumsi gorengan. Paling tidak, cukup satu saja menu gorengan dalam sehari dan perbanyak mengolahnya dengan cara dipanggang, rebus, ungkep, atau pepes.
6. Konsumsi sayur yang bening-bening saja. Sebisa mungkin kurangi penggunakan santan dalam memasak.
7. Tetap konsumsi 8 gelas air sehari agar tidak dehidrasi dan lemas. 3 gelas saat sahur (1 gelas begitu bangun, 1 gelas saat makan, dan 1 gelas saat mendekati imsak). Dan 5 gelas di antara berbuka hingga menjelang sahur.
8. Konsumsi susu non-fat saat sahur dan saat selingan malam. Agar kebugaran tubuh tetap terjaga
Source
Labels: Kesehatan, News, Religion (Agama)
Surabaya: Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengharamkan kuis SMS Ramadan yang ditayangkan oleh sejumlah televisi, karena dianggap sama dengan judi. "Kuis itu masuk dalam kategori tebak-tebakan," kata Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Buchori, di Surabaya, Minggu (7/9).
Menurutnya, kuis itu ditayangkan untuk meraup uang sebanyak-banyaknya dari pemirsa. Pemirsa banyak tertarik dan ikut bermain dengan mengeluarkan sejumlah uang melalui pulsa antara Rp 1000-Rp 2000/SMS dengan harapan bisa memenangkan kuis. Tapi tidak semua orang yang bermain dan mengeluarkan uang berhasil. Yang timbul lebih banyak kekecewaan. "Itu bisa disebut mengadu nasib," ujarnya.
Selain masuk kategori judi, kata Kiai Somad, penayangan kuis Itu tidak mendidik umat. Ia menghimbau kepada umat Islam, terutama di Jawa Timur untuk tidak mengikuti kuis tersebut. "Puasa itu untuk membersihkan hati, jiwa dan pikiran. Jangn dikotori oleh hal-hal berbau judi," ucapnya.
Kepada penyelenggara kuis, yakni televisi, MUI meminta agar menghentikan tayangan tersebut. Tayangan itu lanjut Kiai Somad, hanya mendidik orang menjadi pemalas dengan selalu berharap mendapatkan kuis. "Pemerintah harus tegas dan menghentikan tayangan yang berbau judi," tegasnya.
Karena itu Ia menilai, kuis itu mengganggu orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, karena membuat orang melamun, berkhayal dan akhirnya bisa merusak makna bulan puasa. Seharusnya, kata pengasuh pendok pesantren Miftachus Sunnah, Jalan Kedung Tarukan 100 Surabaya, ini para pengelola televisi menjaga kehormatan ramadan, tidak membuat iming-iming harta pada orang yang sedang menahan nafsu.
Kepada pemerintah, ia berharap agar tayangan yang sedang marak di hampir seluruh televisi ini dihentikan.
Source
Labels: News, Religion (Agama)
Saturday, August 30, 2008
SEMARANG - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengimbau media massa agar tidak menayangkan siaran yang bersifat mistis.
"Televisi, siaran radio, dan tulisan di surat kabar dan majalah diharapkan tidak menayangkan siaran yang bersifat mistis, menyesatkan, dan pornografi," kata Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji di Semarang, Sabtu.
Ahmad Darodji mengatakan dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan 1429 H MUI Jateng menyerukan kepada umat Islam agar menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh amal soleh dengan menjalankan puasa dan memperbanyak amalan sunah di malam hari.
Umat Islam diajak agar meningkatkan kepedulian sosial dengan mengeluarkan zakat dan menginfakkan sebagian harta dan menjadikan keberadaan Ramadan untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah.
Ia berharap kepada masyarakat umum untuk memberi kesempatan kepada umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan ibadah puasa.
Masyarakat diharapkan menghormati kemuliaan bulan Ramadan dengan meninggalkan berbagai penyakit masyarakat (perjudian, minum-minuman keras, pelacuran, penyalahgunaan narkoba, dan pencurian).
MUI juga mengimbau tempat-tempat maksiat selama Ramadan juga mengurangi kegiatan, kalau tidak bisa menutup sama sekalai. Pengusaha restoran dan warung makan, katanya, diimbau untuk menyesuaikaan dengan bulan suci Ramadan. Selain itu, masyarakat diminta untuk berhati-hati kemungkinan terhadap beredarnya daging gelonggongan dan ayam bangkai.
Ia mengatakan, aparat pemerintah supaya menghentikan perjudian dalam berbagai bentuknya dan menutup tempat-tempat hiburan yang digunakan untuk maksiat.
Source
Labels: News, Potret Kehidupan, Religion (Agama)
Thursday, August 14, 2008
Fatwa Haram Merokok Bisa Picu Histeria Massal Lindungi Anak
0 comments Posted by |toekang.blog| at 3:49 PMJakarta - Usulan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi, agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram merokok mendapat sambutan positif. Secara moral, fatwa ini dinilai bisa melahirkan histeria massal yang justru akan melindungi anak.
"Saya mengapresiasi kalau MUI mau mengeluarkan fatwa haram merokok yang berdampak terhadap perlindungan anak-anak di Indonesia. Karena selama batas makruh, berarti jika dikerjakan mendapat cela, jika tidak dikerjakan tidak apa-apa. Padahal dari segi kesehatan, lebih banyak negatifnya," kata anggota Komisi VIII DPR DH Al Yusni dalam perbincangan dengan salah satu portal berita detik.com.
Dia menjelaskan, saat ini jumlah perokok pemula makin meningkat. Hal ini dinilai memprihatinkan karena akan membawa dampak negatif di masa mendatang.
Al Yusni optimistis, akan ada terjadi penurunan jumlah anak yang merokok jika fatwa ini benar-benar dikeluarkan.
"Walaupun mungkin tidak terlalu signifikan, tetapi sebagai isu massal akan menunjukkan kepada masyarakat, oo ternyata MUI memiliki sudut pandang yang cukup menarik dan bagus. Apalagi kerangkanya meminimilisir perokok. Kesannya kan kalau fatwa itu biasanya memberi histeria massal," jelas politisi PKS ini.
Dia mengakui, fatwa MUI memang belum sampai mengarah jauh ke ranah hukum positif. Apalagi untuk sampai pada undang-undang khusus yang melarang rokok.
"Tetapi paling tidak, ada masukan berupa pandangan ulama bahwa ini sangat membahayakan. Sedangkan kalau konsekuensi pada undang-undang, kan akan dilihat dari berbagai sudut pandang. Nantinya akan berbeda sisi, misalnya dari soal produksi, tenaga kerja, akan ada pro kontra. Tetapi kali ini, kita harus memberi dukungan besar bagi MUI," urainya.
Source
Labels: Kesehatan, Lingkungan Hidup, News, Potret Kehidupan, Religion (Agama)
Jakarta - Satu sel dengan pembunuh berantai Very Idam Henyansyah alias Ryan menambah kerjaan baru untuk Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI) Ustad Matsuni.
Matsuni dijadikan penasihat spiritual Ryan. Untuk menyembuhkan jiwa Ryan, pria yang diduga membunuh 11 orang ini pun diajak untuk salat malam.
"Kita ajak tahajud. Memang digembleng seperti muridnya sendiri. Kita coba bantu menormalkan tapi bertahap. Berusaha kembali ke sisi normal kehidupannya," kata ajudan Matsuni, Eka kepada detikcom, Senin (11/8/2008).
Menurut Eka, butuh penanganan khusus untuk mental Ryan yang sedang drop. Segala perilaku menyimpang Ryan, sedang dicoba untuk diluruskan dan ditatar oleh Matsuni.
"Kalau dia disuruh salat nggak mau, dipelototin Ustad Matsuni saja, dia langsung menjalaninya. Jadi kita harus tegas," ungkap Eka.
Source
Labels: Hukum dan Kriminal, News, Religion (Agama)
Tuesday, July 1, 2008
Jakarta: Ongkos Naik Haji tahun 2008 dipastikan naik sekitar US$ 450 atau Rp 4,4 juta per embarkasi. Faktor kenaikan harga bahan bakar minyak dituding sebagai penyebab utama melonjaknya ONH.
Menurut Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Departemen Agama, Slamet Riyanto, Selasa (1/6), kenaikan ini merupakan hasil negosiasi dengan maskapai Garuda Indonesia dan Arab Saudi. Sebab, hanya Garuda Indonesia yang diizinkan mendarat di Arab Saudi .
Penerbangan calon jemaah haji tahun ini, kata Slamet, berbeda dengan tahun sebelumnya. Perbedaan itu terletak pada biaya penerbangan yang dibuat per embarkasi sementara tahun lalu dibuat per zona.
Menurut Slamet, besarnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji akan diputuskan beberapa hari mendatang. "Dalam hitungan hari akan keluar Peraturan Presiden mengenai itu," kata Slamet.
Garuda Indonesia di tahun 2008 akan mengangkut jemaah haji yang terbagi dalam 301 kloter. Sedangkan Saudi Arabia Airlines akan mengangkut 192 kloter.
Sementara terkait dengan bimbingan jemaah haji, Depag mulai semakin intensif menggalakkan peran Kantor Urusan Agama di setiap kecamatan. Sebab, pihaknya akan menambah biaya operasional di setiap KUA dari Rp 3 juta menjadi Rp 5 juta.
Source
Labels: News, Religion (Agama)