Monday, March 26, 2012
Borobudur, Jawa
Tengah (ANTARA News) - Puluhan penyair dari berbagai negara termasuk
Indonesia akan membacakan puisi mereka di kompleks Candi Borobudur
melalui kegiatan bertajuk Forum Penyair Internasional-Indonesia (FPII)
di Magelang, Jawa Tengah, 1-3 April 2012.
Ketua Panitia Penyelenggara FPII Magelang Dorothea Rosa Herliany di
Borobudur, Sabtu, mengatakan bahwa mereka yang bakal terlibat pada
kegiatan itu terdiri atas 17 penyair berasal dari berbagai negara dan 10
penyair berbagai kota di Indonesia.
Penyair mancanegara antara lain berasal dari Jerman, Amerika
Serikat, Zimbabwe, Belanda, Swedia, Denmark, Islandia, Australia,
Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Macedonia.
Penyair Indonesia antara lain berasal dari Bali, Bogor, Madura, Bekasi, Surabaya, Yogyakarta, Bekasi, dan Rembang.
Ia menjelaskan, forum tersebut sebagai wadah pertemuan para penyair
berasal dari berbagai negara yang diselenggarakan di Indonesia.
"Tahun ini salah satunya, kami menyelenggarakan di Taman Lumbini
kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Para penyair dunia akan
membaca puisi di Borobudur pada malam hari," kata Rosa yang juga
pengelola "Rumah Buku DuniaTera" Borobudur itu.
Tiga kota lainnya di Indonesia yang akan menjadi tempat pembacaan
puisi mereka adalah Pekalongan (4-6 April 2012), Malang (7-9 April), dan
Surabaya (10-12 April).
Ia menjelaskan, pembacaan puisi oleh para penyair dunia itu untuk
meningkatkan harmoni, perdamaian, dan keberagaman melalui berbagai
program kerja sama sastra antarnegara.
Selain itu, kata Rosa yang juga penyair Magelang tersebut, kegiatan
tersebut membuka hubungan yang lebih kuat antarpenulis di dunia.
"Agar saling mendukung satu sama lain dan tercipta karya-karya besar dunia," kata Dorothea Rosa Herliany.
(M029) Source
Wednesday, December 8, 2010
Banyumas (ANTARA News) - Puluhan warga penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menggelar ritual "tapa mbisu mubeng beteng" di Pendapa Duplikat Sipanji, Banyumas, Selasa malam, untuk menyambut 1 Sura Tahun Be 1944 Jawa.
Ritual "tapa mbisu mubeng beteng" (memutar benteng tanpa bicara -red) ini dilakukan dengan mengelilingi benteng kompleks pendapa sebanyak tiga kali dan diikuti warga penghayat kepercayaan dengan mengenakan busana adat Jawa sedangkan perwakilan dari Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas mengenakan pakaian tradisional China.
Kegiatan yang dipimpin Wardana ini merupakan perwujudan dari suatu bentuk perenungan untuk mencapai tujuan.
Selama ritual tersebut berlangsung, seluruh lampu listrik di kompleks pendapa dimatikan oleh panitia dan digantikan dengan "sentir" (lampu minyak) serta obor.
Setelah melakukan "tapa mbisu mubeng beteng", warga segera berkumpul di dalam pendapa dalam suasana gelap untuk mendengarkan sambutan dari Direktur Kepercayaan Direktorat Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Gendro Nurhadi.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan ritual pengambilan "Banyu Prawitasari" (air suci) dari sumur mas yang berada di kompleks Pendapa Duplikat Sipanji.
Air suci ini selanjutnya didoakan melalui ritual "Ruwat Ageng Bumi Banyumas", yakni ritual untuk memohon kepada Tuhan Yang Mahaesa atas keselamatan dan ketenteraman masyarakat Banyumas.
Usai ritual tersebut, warga menggelar selamatan dengan memakan nasi tumpeng secara bersama-sama.
Secara terpisah, Sekretaris Panitia Yusmanto mengatakan, kegiatan ini merupakan pembukaan dari rangkaian acara "Grebeg Suran Banyumas Tahun 2010" yang akan digelar hingga Kamis (9/12) pagi.
"Kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian kami terhadap tradisi budaya masyarakat Banyumas. Oleh karena itu, kami menggandeng Himpunan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Mahaesa untuk menggelar kegiatan ini," katanya.
Disinggung mengenai pemadaman lampu listrik dan menggantikannya dengan "sentir" sebagai sarana penerang, dia mengatakan, hal itu sebagai bagian dari "Romansa Kota Lama Banyumas".
Dalam hal ini, kata dia, panitia ingin menggambarkan suasana sebagaimana yang terjadi di masa lalu karena kompleks Pendapa Duplikat Sipanji Banyumas merupakan bekas pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas yang kini telah dipindahkan ke Purwokerto.
"Asal mula Banyumas ada di sini. Bahkan nama Banyumas, menurut sejarah berasal dari air sumur mas tersebut," katanya.(*)
Source
Thursday, October 29, 2009
Aturan baru akan diberlakukan di Kabupaten Aceh Barat oleh Bupati Aceh Barat Ramli MS. Mulai Januari 2010, perempuan muslim di Aceh Barat dilarang keras memakai celana ketat dan celana jins.
Penggunaan celana dibolehkan dengan syarat ketat, yakni harus lebar dan menutupi mata kaki. Celana juga bisa digunakan sebagai dalaman rok panjang yang lebar.
Jika melanggar, maka pelaku harus mengganti celana yang dipakainya dengan rok yang disediakan khusus oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Sementara, celana yang mereka pakai akan digunting.
Source
Labels: Budaya, News, Potret Kehidupan
Sunday, July 26, 2009
Tenggarong - Kerajaan Kutai Ing Martadipura, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, secara resmi membuka Festival Adat Erau Tempong Tawar. Peresmian penyelenggaraan ditandai dengan ritual mendirikan Tiang Ayu oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Salehudin II di Keraton, Minggu (26/7).
"Mendirikan Tiang Ayu artinya Erau sudah dimulai," kata Aji Muhammad Pangeran Hariyanto Bachroel, Juru Bicara Kesultanan Kutai, Minggu.
Erau merupakan pesta adat Kerajaan Kutai yang biasanya dilakukan usai panen setiap tahun. Acara adat ini berasal dari kebiasaan masyarakat Kutai menyerahkan hasil bumi kepada sultan untuk penyelenggaraan Erau.
Tahun ini pesta adat dipusatkan di Stadion Utama Kutai Kartanegara. Sejumlah kesenian Kutai akan digelar di stadion tersebut. Ribuan warga Kutai hadir guna menyaksikan pagelaran seni itu.
Festival Erau tahun ini digelar 26 Juli-3 Agustus. Perayaan Festival Erau ini mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat sebagai upaya dukungan program tahun kunjungan wisata.
Source
Friday, June 19, 2009
Jakarta: Kumpulan komik-komik wayang Mahabharata karya almarhum Teguh Santosa diluncurkan di Citywalk Sudirman, Jakarta, Jumat (19/6) sore.
Buku ini merupakan kumpulan karya-karya almarhum Teguh yang pernah diterbitkan oleh media pada kurun waktu 1980-an. Karya-karya yang tercecer itu kemudian dikumpulkan dan diterbitkan ulang.
Babakan cerita dalam komik ini terbagi atas tiga bagian yakni Mahabharata, Bharata Yudha, dan Pandawa Seda.
Sastrawan Seno Gumira Ajidarma menyebut komik Mahabharata yang diterbitkan ulang ini bukan sekedar kumpulan dokumentasi karya Teguh. "Tetapi satu perlawanan atas satu hegemoni industri komik raksasa dari luar (negeri)," kata Seno.
Menurut Seno, karya-karya Teguh banyak memiliki keunggulan dibanding komik manga dari Jepang. Antara lain dari sisi penggambaran yang kuat sehingga bisa dinimati. "Sementara komik Jepang lebih mengandalkan gerak," papar Seno.
Source
Thursday, September 11, 2008
TEL AVIV - Benda-benda prasejarah berbentuk kelamin manusia ditemukan dari sebuah makam kuno di Israel. Gua yang terletak di situs Kfar HaHoresh di dekat Nazareth tersebut berasal dari zaman batu antara 8500-6750 sebelum Masehi.
"Tempat tersebut tidak dihuni dan mungkin dipakai oleh penduduk sekitarnya sebagai lokasi penguburan dan pemujaan," ujar Nigel Goring-Morris, arkeolog dari Universitas Hebrew.
Sebab, di situs tersebut ditemukan kerangka manusia yang diletakkan dalam kuburan yang tidak biasa. Permukaan masing-masing kuburan ditutup semacam semen yang keras. Kuburan paling besar berukuran 10 meter x 20 meter.
Setidaknya terdapat 65 kerangka manusia yang ditemukan dari situs tersebut. Masing-masing diperkirakan berusia antara 20-30 tahun.
Salah satunya dikubur dengan aneh karena kerangkanya diletakkan di atas kerangka tujuh ekor hewan ternak. Kerangka manusia lainnya dikubur dengan rahang serigala. Hal tersebut mungkin menandakan perubahan nilai sosial di masa itu dari kegiatan berburu menjadi bertani dan beternak.
"Saat pertanian muncul dan berkembang, simbol-simbolnya juga turut serta," ujar Goring-Morris. Antara lain, mungkin disimbolkan dari artefak dari batu berbentuk alat kelamin tersebut.
Menurut Goring-Morris semua artefak yang ditemukan di sana hampir semuanya menyerupai kelamin pria. Tiruan alat kelamin pria yang menyerupai dildo (alat bantu seks) itu mungkin bagian dari sesajian. Sebab, penduduk yang mengenal pola bercocok tanam umumnya memuja dewi pertanian.
Para arkeolog Israel sebelumnya menemukan artefak-artefak yang menyerupai kelamin wanita pula. Namun, pada situs yang berbeda meskipun dari periode zaman yang sama.
Source
Monday, May 5, 2008
Doha (ANTARA News) - Ulama kharismatik dari Qatar, Prof. Dr. Yusuf Qardhawi membantah ada permusuhan antara Muslim dan Yahudi, dan menegaskan Islam hanya menentang gerakan permusuhan dan ekspansionis Zionis.
"Tidak ada permusuhan antara Islam dan Yahudi," Syeikh Qardhawi, yang juga mengetuai Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim (IUMS), mengatakan hal itu saat menerima kunjungan para pendeta Yahudi dari gerakan anti-Zionis, Neturei Karta.
Ia mengungkapkan bahwa selama berabad-abad warga Yahudi telah hidup dalam kedamaian dan hidup berdampingan di negara-negara Muslim.
"Warga Yahudi adalah orang-orang terkaya di Mesir dan di sejumlah negara Muslim," kata Qardhawi kepada tiga pendeta Yahudi yang melakukan kunjungan muhibah ke kediamannya di ibu kota Qatar, Doha.
Pendeta Aharon Cohen mendukung pernyataan Syeikh Qardhawi, yang dikenal sebagai pakar kebudayaan Islam dan alumnus Universitas Al-Azhar Mesir.
"Warga Yahudi tidak menemui masalah ketika hidup di negara-negara Muslim," kata Cohen, seperti dilaporkan IINA.
Latar belakang sama
Syeikh Qardhawi menegaskan Muslim dan Yahudi memiliki latar belakang sama sebagai pengikut dua agama syamawi (langit).
"Kaum Yahudi yang percaya kepada Kitab Taurat yang asli adalah sangat dekat dengan Islam," ujarnya.
"Para pengikut kedua agama itu memiliki kesamaan dalam sejumlah ritual dan praktek ibadah, seperti khitan bagi lelaki, penyembelihan hewan halal, haram daging babi dan pelarangan patung apa pun di dalam masjid dan sinagog (gereja Yahudi)."
Syeikh Qardhawi mengemukakan warga Muslm dan Yahudi sama-sama mengalami penyiksaan setelah jatuhnya kekuasaan Islam di Andalusia, kini Spanyol.
Ia menegaskan Islam dan Yahudi, yang percaya kepada satu Tuhan, sepatutnya bergandengan tangan untuk memberantas ateisme, pornografi, perkawinan sejenis, dan ketidakadilan.
Suatu perhimpunan Cendikiawan Islam dan para pakar antar-iman pada 25 Februari lalu menerbitkan surat terbuka bagi masyarakat Yahudi dunia yang menyerukan suatu dialog untuk mempererat hubungan antara Muslim dan Yahudi.
Syeikh Qardhawi menegaskan hubungan antara Muslim dan Yahudi terkendala munculnya Zionisme dan pembentukan negara Israel di atas puing-puing Palestina.
"Islam menentang ekspansionis dan gerakan Zionisme yang menindas, dan bukan memusuhi kaum Yahudi," katanya.
Zionisme
Para pendeta Yahudi yang berkunjung ke Rumah Syeikh Qardhawi itu mengenakan lencana di dada baju mereka bertulis "Saya orang Yahudi bukan Zionis", dan berbagi keyakinan yang sama.
"Agama Yahudi, yang didasarkan pada ajaran yang benar dari Taurat, tidak mengakui Zionisme," kata Pendeta Cohen, dan menambahkan, "Taurat dan agama Yahudi tidak mengenal pendudukan, pembunuhan dan pengusiran orang-orang dari rumah mereka."
Zionisme adalah suatu gerakan politik internasional yang bertujuan membentuk suatu tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina, Islam Online melaporkan.
Pada 18 April 1948, tanah Palestina dicaplok oleh kelompok militan Irgun pimpinan Menachem Begin, yang memaksa 5.500 warga Palestina melarikan diri dari rumah mereka.
Pada 22 April, Haifa jatuh ke tangan militan Zionis dan 70.000 warga Palestina lari meninggalkan rumah mereka.
Pada 25 April, Irgun mulai membombardir wilayah-wilayah sipil di kota Jaffa, kota terbesar di Palestina ketika itu, memaksa 750.000 warga Palstina melarikan diri.
Pada 14 Mei 1948, sehari menjelang deklarasi kemerdekaan Israel, Jaffa secara penuh telah dikuasai militan Zionis dan hanya tinggal 4.500 warga Palestina di kota besar tesebut.
Israel kemudian membentuk negara di atas puing-puing Palestina pada 15 Mei 1948.
Jurubicara Neturei Karta, Yisrael David Weiss, mengatakan praktek Israel itu bertentangan dengan ajaran suci Yahudi.
Neturei Karta mewakili ratusan ribu orang Yahudi Otodoks dari seluruh dunia.
Kelompok itu yakin bahwa pendirian negara Palestina merdeka dan meruntuhkan negara Israel akan dapat memberi kedamaian di Timur Tengah.
"Taurat dan sejarah Yahudi mengatakan bahwa hidup Israel pada suatu saat akan berakhir," ujar Pendeta Weiss.
Source
Labels: Budaya, News, Religion (Agama)
Sunday, December 9, 2007
Lomba Pidato Bahas Indonesia Antar Universitas di Jepang
0 comments Posted by |toekang.blog| at 10:18 AMTokyo - Sejumlah perguruan tinggi di Jepang, khususnya di sekitar Tokyo, sepakat meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di Negeri Sakura itu dengan menggelar kegiatan lomba pidato bahasa Indonesia antar universitas, sekaligus memperluas penggunaan bahasa Indonesia di kalangan anak muda Jepang.
Sedikitnya 15 mahasiswa dari tiga universitas, masing-masing Tokyo University of Foreign Studies, Asia University, dan Kanda University of International Studies mengikuti lomba pidato yang berlangsung di Milanium Hall, Kanda University di Tokyo, Minggu.
Lima belas mahasiswa itu ikut ambil bagian setelah melalui saringan terlebih dahulu dan terbagi dalam tiga katagori, yakni dari tingkat pemula (mahasiswa tingkat satu dan dua), menengah (mahasiswa tingkat tiga dan empat) serta kelompok mahir berbahasa Indonesia.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor Kanda University Masato Akazawa, serta dihadiri oleh para dosen dari tiga perguruan tinggi tersebut.
Bertindak selaku para juri adalah Komaki Toshihisa, wartawan senior Nikkei, Benny S Butarbutar, wartawan Kantor Berita Antara di Tokyo, dan Roony P Yuliantoro, Kepala Fungsi Penerangan KBRI Tokyo.
"Penyelenggaraan kegiatan lomba pidato ini untuk pertama kalinya diadakan antar universitas dengan tujuan untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia di Jepang secara serius, sekaligus menjadi ajang meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia yang sudah dipelajarinya," kata Akazawa lagi.
Ia juga mengemukakan bahwa lomba pidato menjadi media yang tepat untuk mempererat pelajaran bahasa dengan negara asal bahasa tersebut. Selaian bisa menjalin hubungan yang lebih mesra antara kedua negara,? ujarnya.
Sementara itu, Ronny P Yuliantoro, mengatakan, perlombaan diharapkan bisa dilakukan secara rutin sehingga pihak kedutaan akan tetrus mendukung kegiatan yang dapat membangun saling pengertian yang luas di antara kedua negara.
"Kegiatan lomba pidato ini juga menjadi lompatan yang besar untuk bisa memahami dan merasakan secara langsung hubungan dari hati ke hati kedua bangsa melalui bahasa, serta meneruskan hubungan yang lebih baik lagi di masa datang terutama di antara generasi mudanya," katanya.
Juara pertama untuk katagori mahir berbahasa Indonesia adalah Hiroaki Kato, sedangkan di katagori menegah mahir adalah Kaori Morohira dan di kelompok pemula Yumi Yoneda.(*)
Source (ANTARA News)
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Book and Education, Budaya, Buku dan Pendidikan, News
Friday, December 7, 2007
Jakarta: Transparency International Indonesia menyatakan tiga dari sepuluh orang Indonesia pernah menyuap saat berhubungan dan untuk mendapatkan pelayanan dengan lembaga publik.
Angka tersebut, katanya, lebih tinggi daripada angka suap global yang hanya satu dari sepuluh orang. Penyuapan banyak dilakukan masyarakat untuk memudahkan urusan yang berkaitan dengan perizinan dan pelanggaran lalu lintas.
Kasus suap dilaporkan sangat tinggi di beberapa negara, seperti Kamerun (79/100), Nigeria (40/100), Senegal (38/100), Kamboja(72/100), Albania(71/100), Kosovo (67/100) dan Macedonia (44/100).
Negara dengan indeks penyuapan rendah antara lain Jepang, Korea Selatan, Austria, Perancis, Islandia, Swedia, Switzerland, dan Kanada dengan indeks suap 1 dari 100 orang.
Jika ditinjau dari wilayahnya, antara lain Afrika, Asia Pasifik dan negara baru pecahan Soviet merupakan wilayah dengan angka penyuapan yang cukup tinggi.
Praktik suap secara khusus dilaporkan menyebar dalam interaksi dengan polisi, lembaga peradilan dan lembaga pelayanan perijinan. Masyarakat Indonesia percaya bahwa partai politik, parlemen, polisi dan lembaga peradilan adalah institusi paling korup dalam negaranya.
Penelitian tentang hal tersebut diumumkan oleh TII dalam Peluncuran Barometer Korupsi Global 2007 di kantor TII, Kamis (6/12).
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Budaya, News, Sosial Politik
Tuesday, December 4, 2007
Malaysia Hentikan Semua Acara Kesenian Asal Indonesia
0 comments Posted by |toekang.blog| at 6:50 PMKuala Lumpur - Kementerian Pelancongan Malaysia minta semua promosi pariwisata yang menampilkan kebudayaan yang berasal dari Indonesia, seperti tarian Barongan dan Endang, dihentikan menyusul kontroversi oleh para aktivis kebudayaan Indonesia.
Menteri Pelancongan Malaysia, Adnan Tengku Mansor, mengatakan langkah itu diambil guna meredakan kontroversi, sambil menantikan pembahasan atau perundingan yang akan dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, demikian harian Utusan Malaysia, Selasa.
"Tarian Barongan memang ada di Johor. Kalau lihat sejarah nenek moyang kita menjelajah dari satu pulau ke pulau dengan membawa budaya dan cara hidup seperti tarian tradisional dari Indonesia yang kini menjadi bagian seni budaya Malaysia," kata Adnan.
Zaman dulu mana ada batas antara Malaysia dan Indonesia, mana ada paspor dan tidak ada sistem imigrasi," katanya kepada para wartawan.
Ia mengatakan pula, ketika delegasi Malaysia mempersembahkan tarian Endang di Osaka, Jepang, Departemen Luar Negeri dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI mengirim surat protes yang berisi mengingatkan bahwa tarian tersebut berasal dari Indonesia.
Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia sudah mengatakan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini.
Selain itu, Utusan Malaysia juga membuat karikatur percakapan dua laki- laki, "Barongan, tarian Endang dalam promosi pelancongan dihenti," "Tempe masih bisa dimakan".
Sementara Berita Harian menurunkan berita bahwa Kementerian Pelancongan dan Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan akan duduk satu meja dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk membahas kontroversi kesenian dan kebudayaan Indonesia-Malaysia.
Ketika Jero Wacik dan Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Rais Yatim bertemu, Sabtu (10/11) di Kuala Lumpur, ia mengatakan kepada ANTARA, "Indonesia dan Malaysia itu satu rumpun. Kebudayaan dan kesenian relatif sama. Tidak masalah kesenian Indonesia dipentaskan Malaysia dalam forum internasional, tetapi harus jujur dikemukakan bahwa asalnya dari Indonesia". (*)
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Sunday, December 2, 2007
Teheran - Polisi Iran akan mengambil tindakan keras kepada perempuan di Teheran yang mengabaikan peraturan berpakaian Islami.
Pakaian yang dianggap tidak sopan saat musim dingin antara lain celana ketat yang dipadukan bot tinggi, kata seorang aparat sebagaimana dikutip pada hari Sabtu.
"Dengan mempertimbangkan awal musim dingin dan cara berpakaian yang khas untuk musim itu, polisi pada awal pekan depan akan menangani perempuan yang berpakaian tidak patut," kata kepala polisi Teheran, Ahmad Reza Radan, sebagaimana dikutip kantor berita resmi, IRNA.
"Celana ketat dengan bot tinggi yang dikenakan bersama mantel pendek adalah bertentangan dengan aturan berpakaian Islami," kata kepala polisi tersebut.
"Memakai topi atau tutup lain selain kerudung adalah juga bertentangan dengan aturan berpakaian Islami," katanya. Awal pekan di Iran dimulai pada hari Sabtu.
Polisi Iran secara berkala merazia warga yang mengenakan pakaian minim dan kerudung longgar di musim panas. Biasanya razia ini berlangsung hanya beberapa pekan, namun pada tahun ini razia tersebut berlanjut hingga musim gugur.
Penegakan aturan berpakaian Islami itu juga mengharuskan perempuan menutupi rambut dan tidak memperlihatkan lekukan tubuh.
Pakaian tertutup yang longgar tersebut lebih keras diterapkan sejak Presiden Mahmoud Ahmadinejad memegang kekuasaan pada 2005.
Perempuan yang tertangkap tangan mengenaikan pakaian tidak patut akan diberi peringatan, atau jika sudah berulangkali melanggar, yang bersangkutan akan dibawa ke kantor polisi dan didenda.
Polisi pada tahun ini juga polisi merazia laki-laki yang berpotongan rambut paku besar ala "Barat".
Pada bulan Oktober, suatu surat kabar menulis bahwa 122 ribu orang, kebanyakan adalah perempuan, mendapat peringatan atas cara berpakaian dan hampir tujuh ribu di antaranya wajib menghadiri penyuluhan mengenai menghormati peraturan tersebut.
Para remaja putri khususnya dari kawasan perkotaan yang lebih makmur, kadang menantang peraturan itu dengan mengenakan pakaian ketat dan kerudung penuh corak warna yang hanya sedikit menutupi rambut mereka, demikian Reuters.(*)
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Budaya, News, Sosial Politik
Thursday, November 29, 2007
Jakarta:Sekitar 2000-an seniman reog asal Ponorogo, Wonogiri dan sekitar Jakarta menggelar aksi keprihatinan di depan Kedutaan Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Kamis (29/11). Mereka memprotes klaim negara itu atas kesenian reog. "Kalau Malaysia senang dengan Reog silahkan saja, tapi jangan diakui budaya mereka," kata Koordinator Aksi, Agoeng Djatmiko, 52 tahun.
Menurut dia, Seni Tari Reog merupakan kebudayaan asli Ponorogo, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga sudah mendaftarkan reog di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia bernomor 026377 tanggal 11 Februari 2004.
Ketua Paguyuban Reog Indonesia, Begug Purnomosidi, menuntut permintaan maaf resmi dari Pemerintah Malaysia yang telah mengklaim reog yang disebutnya dengan barongan sebagai budaya mereka. Dia juga meminta pernyataan resmi pemerintah Malaysia akui seni barongan sebagai budaya asli Indonesia.
Kepada pemerintah Indonesia, Begug meminta agar reog ditegaskan kembali sebagai seni budaya asal Jawa Timur. "Pemerintah diharapkan mendaftarkan hak paten budaya ke UNESCO (badan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) agar budaya bangsa tidak diklaim bangsa lain," ujarnya.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Zainal Abidin Zein yang mendatangi pengunjuk rasa menyatakan sekitar 150 tahun silam, sekelompok orang Indonesia hijrah ke wilayah Malaysia yang kini termasuk negara bagian Johor dan Selangor. Lalu mereka mempraktekkan budaya (asli) mereka di sana. "Tapi Kerajaan Malaysia tidak pernah klaim tarian barongan itu orisinal dari Malaysia," ujar Duta Besar Malaysia itu.
Setelah satu jam berunjuk rasa dan mendengarkan pernyataan Duta Besar Malaysia itu, para seniman reog membubarkan diri dan berkumpul di pelataran gedung Nyi Ageng Serang.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Friday, November 23, 2007
London – Smaragdove Ostrovy, buku berupa kumpulan kisah tentang terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Kancil yang Cerdik, Ikan Gabus, dan Air Mata Duyung yang diterjemahkan kedalam bahasa Ceko oleh Marie Rivai diluncurkan Duta Besar (Dubes) RI di Praha, Ceko, DR Salim Said.
Salim Said meluncurkan Smaragdove Ostrovy yang ditandai dengan menuangkan sampanye bersama Marie Rivai dan Dagmar Patrasova, artis terkenal Ceko yang dikenal dekat dengan dunia anak-anak, bertempat di toko buku Kanzelberger, Praha.
Kumpulan tiga puluh cerita anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia dikumpulkan Marie Rivai selama enam tahun, demikian Juru Bicara Kedutaan Besar RI Praha, Azis Nurwahyudi, dalam keterangan kepada ANTARA News London (Inggris).
Menurut Azis, peluncuran buku kumpulan cerita anak-anak dalam bahasa Ceko itu adalah untuk yang kedua kalinya dalam tahun ini, sebelumnya Duta Besar RI untuk Republik Ceko. Sebelumnya, Salim Said meluncurkan buku mengenai Indonesia yang diterjemahkan dalam Bahasa Ceko.
Acara peluncuran itu selain dimeriahkan Dagmar Patrasova, juga ditampilkan kesenian Indonesia berupa Tari Merak oleh Diana Soebagio dan Pavla Tejrovska, mantan penerima beasiswa Dharmasiswa, serta permainan Klarinet oleh Felix Slovacek.
Dalam acara itu, dua murid Sekolah Dasar membacakan cuplikan cerita dari kumpulan buku Smaragdove Ostrovy, mengenai terjadinya siang dan malam.
Salim Said mengatakan, peluncuran buku ini diharapkan akan menambah pengetahuan warga Ceko tentang Indonesia selain akan dapat mempererat persahabatan kedua bangsa yang selama ini terjalin.
Ia menyampaikan selamat kepada Marie Rivai atas karyanya yang dinilai sangat bermanfaat untuk anak-anak.
Smaragdove Ostrovy adalah buku ketujuh Marie yang menikah dengan Syukri Rivai, yang dikenal aktif menulis dan meluncurkan buku tentang Indonesia.
Selain karya Marie Rivai, Duta Besar Salim Said pada awal tahun 2007 juga meluncurkan buku kumpulan cerita pendek indonesia yang berjudul Harimau-Harimau terjemahan Jaroslav Olsa, mantan Dubes Ceko di Jakarta. (*)
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Book and Education, Budaya, Buku dan Pendidikan, News
Monday, November 19, 2007
Kuala Lumpur - Kongres Sebudaya Serumpun di Kuala Lumpur, 16-18 November 2007, mencuatkan keprihatian mengenai budaya serumpun Melayu saat ini sudah di ambang kehancuran, karena dirusak oleh urusan bisnis dan politik semata.
"Konsep saudara serumpun atau sebudaya serumpun nampaknya sudah semakin terkikis maknanya hari ini. Saya merasakan konsep itu terasa kosong. Hal itu disebabkan semata-mata karena masalah ekonomi dan politik," kata Ketua Lembaga Pengelola DBP (Dewan Bahasa dan Pustaka) Johan Jaafar, di Kuala Lumpur, Minggu.
Ia mengemukakan hal itu ketika menutup kongres tersebut. Dalam kongres yang dihadiri para budayawan dan penulis dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Thailand kerap muncul keprihatinan para peserta terhadap peran media massa, khususnya Indonesia-Malaysia, yang saling menjelekan akhir-akhir ini dan menyebabkan hubungan antara masyarakat serumpun di Asia Tenggara semakin pudar.
Pembicara dalam kongres ini, antara lain Emha Ainun Najib, Surataman Markasan dari Singapura, Baharuddin Zainal dari Malaysia dan H Ismail Benja-Smith dari Thailand.
Johan memaparkan, suatu analisis yang dibuat oleh KRA Group, sebuah perusahaan komunikasi terkemuka, terhadap pemberitaan di koran dan majalah di Indonesia dimana terdapat 4.980 tulisan dari Mei hingga Oktober 2007 dari 11 media cetak nasional, 23 media massa cetak lokal, dan 11 buah tabloid dan majalah serta empat media online.
"Dari sekian banyak tulisan yang diteliti, kurang dari lima persen yang bernada positif, sisanya 95 bernada negatif untuk Malaysia. Hal ini tidak bisa dibiarkan. Saya sudah menyampaikan kekuatiran ini kepada pemimpin tertinggi di Malaysia. Kami tidak ingin hubungan serumpun ini rusak. Harus diperkuat," katanya.
Ia mengatakan, tidak menyalahkan media massa di Indonesia karena mereka hanya melaporkan yang sebenarnya berlaku di Malaysia.
Para mahasiswa Indonesia di Malaysia juga menyatakan perasaan serupa. "Tidak ada hari di koran Malaysia yang tidak menjelekan Indonesia. Itu terjadi hampir setiap hari dan bertahun-tahun sehingga menimbulkan kebencian rakyat Malaysia terhadap Indonesia," kata para mahasiswa Universiti Malaya yang hadir.
Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim juga mengakui, media massa Malaysia yang dikontrol oleh Kerajaan Malaysia memang selalu menjelek-jelekan Indonesia. Reformasi di Indonesia selalu diputarbalikan oleh media massa Malaysia sebagai suatu penyebab kemiskinan dan kekacauan.
Tapi para budayawan dan penulis yang mengikuti kongres bertekad untuk terus menjalin hubungan dan meningkatkan tali persaudaraan sebudaya dan serumpun Melayu di Kawasan Asia Tenggara. "Kami telah minta kepada Kerajaan Malaysia untuk terus mengadakan kongres seperti ini. Diadakan secara berpindah-pindah di negara lain serumpun," kata Johan.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Budaya, News, Sosial Politik
Tuesday, November 13, 2007
Istirahat di Tempat Grak! PNS Malah Bubar, Prijanto Ngomel
0 comments Posted by |toekang.blog| at 2:22 AMJakarta - Soal disiplin, pegawai Pemprov DKI sepertinya masih harus dilatih. Buktinya saat upacara apel memperingati Hari Pahlawan, para PNS itu malah bubar jalan sebelum waktunya. Hal ini pun lantas membuat Wagub DKI Prijanto yang juga menjadi inspektur upacara pun mengomel.
"Istirahat di tempaaatt graakk!! Begitu seruan pemimpin upacara. Tentu maksudnya tetap berdiri di tempat upacara dengan posisi berdiri dan kedua tangan di belakang. Namun para PNS malah membubarkan diri. Prijanto pun terperanjat.
"Para peserta apel jangan dulu bubar. Pasukan ini kan ada yang memimpin. Tolong jangan dulu bubar," ujar Prijanto saat apel peringatan Hari Pahlawan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2007).
Padahal sebelumnya Prijanto sudah hendak duduk di tenda kehormatan. Namun aksi sejumlah pegawai yang saat itu mengenakan seragam Korpri ini membuat mantan Asisten Teritorial KSAD ini langsung kembali ke podium. Jenderal bintang dua ini lalu menasihati sekitar 500 PNS dan petugas Satpol PP yang menjadi peserta.
"Bukan karena saya pensiunan militer semuanya mau dimiliterisasikan. Mari kita belajar hidup tertib mulai dari saat mengikuti upacara bendera, mengheningkan cipta," tegur Prijanto.
Para PNS yang sebelumnya sudah meninggalkan lokasi lantas berlarian kembali ke dalam barisan. "Ini bukan semuanya jelek, hanya ada 5 persen yang masih ngobrol sana-sini. Ini diperbaiki saja," tandasnya.
Apel digelar selama 1 jam sejak pukul 08.00 WIB. Pantauan detikcom di lokasi, para PNS itu memang terlihat membubarkan diri sebelum waktunya. Padahal pemimpin upacara baru saja memberi aba-aba untuk istirahat di tempat, bukan bubar jalan.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Jakarta: Tubuh bagian atas lelaki berkacamata dengan kumis tebal itu dibalut baju lengkap dengan jas. Tapi bagian bawahnya, pinggang hingga kaki, ia telanjang alias tidak bercelana.
Tokoh itu lelaki yang melakukan poligami. Pembuatnya, Djoni Basri, 57 tahun, menyebut lelaki itu sebagai si poligamis. Poligamis Gak Perlu Celana, begitu judul patung kayu karya Djoni yang dipamerkan di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki pada 2-8 November 2007.
Tak cukup itu. Untuk si poligamis tersebut, Djoni masih menambahkan dengan deretan kata yang dituliskan di bawah judul patung itu: "Ketika pembenaran cukup menjadi alasan. Kabur sudah ketauladanan sejati. Hanyut oleh arus syahwati. Atas nama cinta, atau cuma suka-suka."
Lelaki dari kayu tersebut adalah kesukaan pemahat lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu. "Karya ini menjadi favorit saya," ujarnya kepada Tempo. Patung tak bercelana ini memberi kesan tersendiri akan arogansi sebuah nafsu yang dilegalkan.
Sebuah paradigma lain juga disentuh Djoni. Sebanyak 12 patung sebesar orang sungguhan dijejerkan berdekatan hingga membentuk kumpulan orang mirip pejabat negara yang sedang berlakon. Para Pecundang itu sedang sibuk berdiskusi dan melobi. Patung-patung putih tersebut dibuat dari bahan Styrofoam. "Styrofoam dipilih karena cepat dan mudah dicari," ujarnya.
Selain itu, patung Bayi Laron dibuat dari Styrofoam. Sebanyak 12 bayi dengan beragam pose merangkak keluar dari tutup saluran air bawah tanah, lalu berlomba menuju trotoar jalan. "Bayi laron" ini tak ubahnya seperti anak-anak jalanan. "Anak jalanan semakin banyak, 'laron' cuma akan lahirkan 'laron-laron' lainnya," dia menjelaskan.
Ada banyak gagasan yang ingin disampaikan Djoni dalam karya-karya yang dipamerkan ini. Selain hal di atas, Djoni mengkritik "bahaya" televisi. Dalam karya berjudul Television to be Telepoison, ia menggambarkan seorang ibu sedang menyeret anak yang matanya tak lepas dari layar kaca di depannya. Dari layar kaca, meresap racun tak terasa.
Ia juga masuk wilayah politik. Dalam patung berjudul Dua Kutup, Djoni menggambarkan dua sosok mantan presiden, yakni Soekarno dan Soeharto, yang saling membelakangi. Ia seperti ingin menegaskan ada perbedaan mendasar di antara keduanya, dua pribadi yang berseberangan.
Tapi, bagi Djoni, Presiden RI sesungguhnya hanyalah Soeharto dan Soekarno. "Setelahnya, mereka hanya presiden yang selalu minta dukungan dari salah satunya," kata seniman yang aktif dalam komunitas seniman Pasar seni Jaya Ancol ini.
Banyak lagi patung unik yang dipamerkan Djoni, di antaranya berjudul Aurat, patung kayu wanita berjilbab yang terjebak dalam dilema. Terkadang malu-malu, kadang juga bergaya. Ada lagi patung kayu berjudul Garuda Tua, patung Styrofoam Digigit Semut, dan lainnya.
Semua merefleksikan pengamatan dan kesadaran sekaligus kegelisahan Djoni terhadap berbagai hal di sekelilingnya.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Budaya
Monday, November 12, 2007
Festival Indonesia Buka Mata WN Australia Tentang Nusantara
0 comments Posted by |toekang.blog| at 12:21 PMMelbourne - Festival Indonesia yang diselenggarakan KJRI Melbourne telah membuka mata banyak warga Australia dan mancanegara di kota terbesar kedua di Australia itu bahwa potensi Indonesia bukan hanya Bali, melainkan juga provinsi-provinsi lain di Nusantara.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Prof.Dr. H. Marlis Rahman, MSc kepada ANTARA di Melbourne, Senin, menanggapi manfaat keikutsertaan Sumbar dalam tiga kali penyelenggaraan Festival Indonesia sejak 2005.
"Festival Indonesia ini adalah `event` (acara) yang bagus sekali dan sudah sepatutnya mendapat respons yang jauh lebih meriah dari Pemda se-Indonesia. Kami (Sumbar) sudah tiga kali ikut," katanya.
Bagi Sumbar, manfaat nyata dari kegiatan tahunan KJRI Melbourne itu akan dirasakan dalam waktu yang panjang, namun satu hal yang pasti adalah sudah terbentuk imej di kalangan pengunjung Festival Indonesia bahwa Indonesia bukan hanya Bali melainkan juga provinsi-provinsi lain, termasuk Sumbar, katanya.
"Dukungan berbagai elemen masyarakat Sumbar yang ada di Melbourne, terlebih lagi Perkumpulan Minang Saiyo di Melbourne, sangat berarti bagi pengenalan Sumbar dan partisipasi Pemprov Sumbar dalam Festival Indonesia," kata mantan rektor Universitas Andalas Padang itu.
Sejak keikutsertaan Sumbar dalam Festival Indonesia, Marlis mengatakan sudah terlihat perkembangan positif bagi Sumbar karena tanpa kegiatan seperti Festival Indonesia di luar negeri itu, sulit bagi Sumbar untuk dapat dikenal secara lebih baik di mancanegara.
Sebagai contoh, sekitar lima bulan lalu, Sumbar mengikuti pameran pariwisata di Dubai, Uni Emirat Arab. Banyak di antara warga Dubai yang mengunjungi gerai Sumbar mengatakan mereka tidak tahu di mana letak Sumbar itu, katanya.
"Ini membuktikan betapa keikutsertaan Sumbar dalam kegiatan-kegiatan internasional seperti Festival Indonesia atau yang sejenisnya di luar negeri sangat penting," katanya.
Dalam Festival Indonesia yang berlangsung pada Sabtu (10/11) dan Minggu (11/11), delegasi Sumbar tidak hanya ikut dalam pameran perdagangan yang menampilkan beberapa sampel produk berpotensi ekspor provinsi itu, tetapi juga ikut memeriahkan pertunjukan seni budaya Nusantara.
Pameran perdagangan dan pertunjukan seni budaya Festival Indonesia 2007 yang berlangsung di kawasan Waterfront City Dockland, Melbourne, itu mendapat dukungan pemerintah kota Melbourne, manajemen Waterfront City Dockland, Bank Indonesia, BNI, Bank Mandiri, BRI, BHP, dan Garuda Indonesia.
Selain kegiatan pameran perdagangan dan pertunjukan seni budaya, penyelenggaraan Festival Indonesia juga diawali oleh forum investasi yang diikuti sekitar seratus investor Australia serta Malam Sulawesi. (*)
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Budaya, News, Pariwisata
Malaysia Akhirnya Akui "Rasa Sayange" Sebagai Milik Bersama
0 comments Posted by |toekang.blog| at 9:41 AMJakarta - Pihak pejabat resmi Malaysia akhirnya mengakui lagu "Rasa Sayange" merupakan milik warisan bersama bangsa Melayu, Indonesia dan Malaysia.
"Saya mengutip pendapat dari Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya mereka (Malaysia), juga pandangan dari seorang pejabat dari Indonesia," kata Koordinator Media `Ship South East ASEAN Youth Program` (SSEAP) dari Indonesia, Devianti, di Jakarta, Minggu.
Kutipan atas pernyataan-pernyataan dua pejabat itu, menurutnya, ditayangkan dalam program "Indonesia Now" di sebuah media televisi berita, Minggu petang.
Lagu "Rasa Sayange` yang sebelumnya telah jadi paket promosi pariwisata Malaysia, menjadi semakin heboh ketika dinyanyikan oleh para pemuda Malaysia peserta SSEAP di Jepang beberapa waktu lalu.
Akibatnya, muncul banyak komplain dari Indonesia yang sebelumnya juga merasa kecewa dengan sikap Malaysia, karena telah mengklaim lagu "Rasa Sayang Hei" sebagai lagu rakyat warisan budaya mereka, sebagaimana juga berlaku atas lagu "Burung Kakatua".
"Mudah-mudahan hal yang sama (dinyanyikannya lagu "Rasa Sayang Hei" oleh pemuda Malaysia di Tokyo), tak terjadi di sini (Jakarta). Kan mereka sudah akui, itu milik bersama dua bangsa yang ada suku Melayu-nya," ujar Devianti.
Ia mengatakan itu kepada ANTARA, sehubungan dengan program besar SSEAP Indonesia, yakni kedatangan serentak 315 pemuda-pemudi se-ASEAN, 13 hingga 16 November 2007 di Jakarta.
"Bisa dibilang kedatangan serentak karena memang ke-315 orang muda itu datang serentak dengan kapal `Nippon Maru` dan akan berada di Jakarta selama empat hari," ungkapnya.
Selama di Jakarta, menurut Devianti, ada beberapa program kenegaraan (resmi), seperti pertemuan dengan Walikota Jakarta Utara, Ketua DPR Agung Laksono, Anggota Komisi I dan Komisi IX DPR, Gubernur DKI Jakarta dan bersama pihak Departemen Luar Negeri RI.
"Di luar acara kenegaraan itu, ada kegiatan `home stay` selama dua malam dua hari bersama keluarga Indonesia yang tersebar di seluruh Jabodetabek," tambahnya.
Kepada warga Jakarta dan sekitarnya, demikian Devianti, bisa menikmati program `open ship` (acara terbuka untuk umum) selama satu hingga dua jam di KM `Nippon Maru`, pada hari Jumat (16/11) depan.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Saturday, November 10, 2007
Jakarta - Pukul 8.15 WIB tiba, tetapi tidak ada seorangpun yang tampak mengheningkan cipta memperingati Hari Pahlawan di ruas Jl Pondok Cabe, Tangerang. Sebaliknya, yang ada justru hiruk pikuk kemacetan.
Pantauan detikcom, Sabtu (10/11/2007), pengendara sibuk mencari celah mengatasi kemacetan yang mengular sampai 2 km.
Bunyi klakson bersahutan dan aksi saling salip mewarnai waktu yang seharusnya diisi dengan mengheningkan cipta serentak. Kendaraan roda dua dan empat berhenti bukan karena ingin mengheningkan cipta, tetapi karena terjebak kemacetan.
Pemandangan serupa juga tampak di kendaraan umum. Alih-alih menundukkan kepala sejenak untuk mengheningkan cipta, mereka hanya bengong atau celingak-celinguk melihat keadaan di luar dari kaca mobil.
Kekhidmatan mengheningkan cipta tergantikan kesibukan persiapan wisuda di depan Kampus UIN, Ciputat. Ketika tiba waktunya mengheningkan cipta, mereka seolah lupa dengan jasa para pahlawannya.
Di ruas Jl Ciputat Raya tampak ada petugas polantas. Namun tidak ada saran atau imbauan menghentikan kendaraan sejenak untuk mengheningkan cipta darinya. Dia hanya sibuk mengatur arus lalu lintas.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Thursday, November 8, 2007
Lahirnya UU Perpustakaan Berikan Layanan Merata bagi Masyarakat
0 comments Posted by |toekang.blog| at 8:33 PMLahirnya Undang-undang (UU) tentang Perpustakaan yang sudah ditandatangani Presiden akan menjadi landasan dasar bagi pertumbuhan minat baca di Indonesia dan memberikan layanan merata bagi masyarkaat.
UU ini di antaranya berisi tentang sistem Perpustakaan Nasional sebagai upaya mendukung Sistem Pendidikan Nasional. Makanya, pertumbuhan minat baca akan semakin besar karena itu merupakan kewajiban pemerintah.
Demikian disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional diwakili Sekretaris Utama Dra Sri Sularsih MSi, saat memberikan ceramahnya pada sosialisasi “Undang-undang tentang Perpustakaan” di Hotel Darma Deli Medan, Rabu, (7/11).
Sri yang berbicara tentang “Mencermati UU tentang Perpustakaan” menilai lahirnya UU Perpustakan merupakan landasan hukum tertinggi bagi perpustakaan dan kepustakawaan di Indonesia.
Dikatakannya, UU sudah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tinggal menunggu penomoran. Makanya, terus dilakukan sosialisasi agar implementasinya mudah dipahami demi pengembangan perpustakaan di daerah.
Dalam UU ini, pemerintah menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat, menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata dan menjadi ketersediaan keragaman koleksi perpustakaan melalui terjemahan, alih aksara, alih suara ke tulisan dan alih media.
Di dalamnya, juga dimuat kewajiban pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tentang ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di wilayah masing-masing.
Penyandang Cacat
Untuk penyandang cacat, UU ini juga menjamin akan adanya layanan bagi mereka. Makanya, UU ini mengatur agar perpustakaan menyediakan tempat.
“Jika selama ini layanan ini belum tersentuh maka UU ini mengatur semua dan kita harus bersyukur dan terus melakukan sosialisasi,” ucap Sri sembari menambahkan Kota Medan kota ke tiga tempat diselenggarakan Sosialisasi setelah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Rudolf M Pardede dalam sambutan yang dibaca Asisten Administrasi Sekda Provsu, Ashabul Khairi, SH mengatakan UU Perpustakaan harus disambut baik, karena itu dengan adanya sosialisasi diharpakan masyarakat Sumut semakin paham.
Artinya, perpustakaan menjadi tempat yang memiliki arti penting untuk memotivasi pelajar mahasiswa dan seluruh komponen.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi UU Perpustakaan, maka minggu pertama Desember melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah akan melaksanakan Gelar Buku, Budaya dan Teknologi di samping perlombaan membaca, menulis, menggambar, dan lomba kreatifitas siswa dalam menyonsong Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2007.
Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah (Baperasda) Sumut, Drs Syaiful Syafri, MM menambahkan, berkat dukungan Gubsu Rudolf M Pardede, kegiatan ini berupaya meningkatkan SDM masyarakat Sumut.
“Makanya, peserta yang diikut dari berbagai elemen agar kualitas SDM Sumut meningkat,” ucapnya
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Book and Education, Budaya, Buku dan Pendidikan, News