Wednesday, May 9, 2012
ITB Kirimkan Wakil ke Kejuaraan Dunia Aplikasi Kesehatan
0 comments Posted by Robby Septiana at 2:05 PM

Kompetisi bernama University Mobile Health Challenge itu menjadi bagian dari Mobile Health Summit, yang akan digelar GSM Association pada 29 Mei - 1 Juni 2012 di Cape Town, Afrika Selatan.
Tantangan itu sendiri diselenggarakan oleh The Berkeley Mobile International Collaborative (MBIC).
Dari Indonesia, sebuah tim yang terdiri atas mahasiswa ITB akan ikut ambil bagian sebagai satu dari 10 finalis tantangan tersebut.
Tim ini terdiri dari Arga Ariadarma, Royana Afwani, Raidah Hanifah, Berlian al-Kindhi dan Astri Maria. Dengan pembimbing Prof. Suhono Harso Supangkat.
Aplikasi yang mereka kembangkan bernama Maternal and Neonatal Mobiile Services.
Dalam email yang diterima redaksi, Selasa (8/5/2012), Suhono mengatakan aplikasi itu dikembangkan untuk membantu para ibu dan petugas kesehatan dalam pengelolaan periode kehamilan dan kelahiran (maternal dan neonatal).
"Sistem ini merupakan sistem e-health yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan dalam merekam dan mengelola data medis pasien ibu hamil sampai melahirkan, juga data bayi sampai sebelum balita," tuturnya.
Selain itu, aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh para ibu sebagai pencatat digital riwayat medis ibu hamil dan bayi. Termasuk, untuk mengingatkan hal-hal penting seperti imunisasi dan lainnya.
Berikut ini adalah 10 finalis dari seluruh dunia yang terpilih dan akan mempresentasikan karyanya di Cape Town 29 Mei 1012:
- Bandung Institutes of Technology, Indonesia
- Jordan University, Jordan
- Massachusetts Institute of Technology and Federal University of Rio Grande do Norte, US and Brazil
- Notre Dame University, LebanonPace University, US
- University of British Columbia, Canada
- UC Berkeley, US; UC San Francisco, US
- Universite de Thiès, Senegal
- University of Oxford, Team BabeeMon, United Kingdom
- University of Pennsylvania, US
- USF, US.
Labels: Buku dan Pendidikan, Teknologi
Wednesday, September 28, 2011
Pihak Sekolah Akui Ada Guru Pukul Murid Hingga Pingsan
0 comments Posted by |toekang.blog| at 1:55 AMKasus pemukulan seorang siswa di SMPIT Insan Mubarak, Jakarta Barat, dibenarkan pihak sekolah. Siswa bernama Ade Sukma Fachrurromdzi (14) menderita 3 jahitan di pelipisnya setelah dipukul oleh gurunya yang berinisial Kho.
"Iya memang benar ada kejadian seperti itu. Untuk selanjutnya saya belum bisa ngomong banyak tentang ini," ujar Kepala Sekolah SMPIT Insan Mubarak, Suwito Kurniawan, kepada wartawan.
Menurut Suwito, pihak sekolah secara resmi akan mengundang pihak keluarga untuk dipertemukan kembali kepada guru yang bersangkutan. Diharapkan pertemuan ini bisa menemukan titik temu untuk menyelesaikan kasus itu.
Pemukulan terhadap Ade terjadi pada Kamis 22 September lalu. Kho memukul punggung dan pelipis Ade. Ade sempat pingsan dan harus dijahit karena pelipisnya sobek.
Orang tua Ade sudah secara resmi melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Metro Jakarta Barat, Kanit PPA AKP Budi membenarkan adanya kejadian ini.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, Hukum dan Kriminal, News
Friday, July 22, 2011
Justin Bieber (17) menganggap pendidikan perguruan tinggi bukan sesuatu yang harus diprioritaskan dalam hidupnya. Vokalis dari Kanada ini hanya akan memertimbangkan pendidikan lebih lanjut bila itu sesuai dengan karier musiknya.
“Saya selalu berpergian dengan guru setiap kali tur keluar negeri, tapi pelajaran bukan sesuatu yang saya fokuskan. Ada beberapa mata pelajaran yang benar-benar saya tidak pedulikan, contohnya matematika," ujar pemuda kelahiran Stratford, Ontario (Kanada), 1 Maret 1994, ini.
Bieber mengaku sangat mencintai musik dan akan terus berkarya dalam bidang musik. Namun, bukan berarti ia merupakan produk mesin uang yang harus bekerja tanpa pendidikannya dipedulikan oleh keluarganya. "Orang-orang pikir, saya ini produk mesin uang. Tapi, itu tidak benar. Saya seorang seniman," ujar kekasih penyanyi dan pemain film Selena Gomez (19) ini.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, Hiburan, Lifestyle, News
Wednesday, June 29, 2011
Malam Ini, Pengumuman SNMPTN Sudah Bisa Dicek Lewat Situs
0 comments Posted by |toekang.blog| at 11:45 PMMalam ini Panita Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengumumkan hasil seleksi ujian tulis. Pengumuman bisa di akses di situs resmi SNMPTN, www.snmptn.ac.id mulai dari pukul 19.00 WIB.
"Insya Allah sudah bisa diakses. Mudah-mudahan tidak ada masalah," ujar Ketua Panitia SNMPTN, Herry Suhardiyanto.
Selain mengumumkan hasil seleksi melalui situs, panitia juga akan mengumumkannya melalui beberapa surat kabar, baik lokal maupun nasional. Pengumuman melalui koran akan terbit besok pagi.
"Sudah dibagikan CD-nya kepada koran-koran dan akan diterbitkan besok. Itu komitmen dari pimpinan harian," katanya.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Friday, May 27, 2011
Kabar baik datang untuk dunia pendidikan Indonesia. Universitas Indonesia (UI) masuk sepuluh besar perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara dengan menempati peringkat keenam.
Demikian penilaian yang dilakukan Quacquarelli Symonds (QS) Top Asian Universities pada bulan Mei 2011, sebagaimana disampaikan Juru Bicara UI Vishnu Juwono lewat siaran pers.
UI menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Indonesia yang masuk Top Ten Asia Tenggara itu. "Selain itu Universitas Indonesia (UI) tetap menjadi 50 terbaik di Asia dari 201 perguruan tinggi di dunia yang dinilai," ujar Vishnu.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Thursday, March 3, 2011
Harry Potter, novel karya JK Rowling, telah mencatat berbagai rekor selama bertahun-tahun hampir di seluruh dunia, termasuk di Jepang. Tapi kedigdayaan itu terhenti oleh sebuah buku Jepang.
Ya, buku berjudul Moshi Koukou Yakyuu no Joshi manager da Drucker no Management wo Yondara atau dikenal dengan Moshidora yang menumbangkan rekor itu dan mencatatkan diri sebagai buku terlaris sepanjang sejarah Oricon.
Hingga pekan lalu, Moshidora mencatat penjualan sebesar 1.797.000 atau 2 ribu lebih banyak dari Harry Potter and Deathly Hallows. Buku yang diterbitkan Desember 2009 itu awalnya hanya menduduki peringkat ke-247 di tangga bestseller Oricon. Tapi berkat promosi dari mulut ke mulut lambat laun memperoleh hasil menggembirakan.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Wednesday, December 8, 2010
Yogyakarta (ANTARA News) - Internasionalisasi pendidikan di Indonesia perlu dikaji pada konsep dan implikasinya, kata pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr HAR Tilaar.
"Dalam konsep, internasionalisasi pendidikan dirancang untuk bisa menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia global, tetapi tanpa disadari program ini kemudian berubah menjadi komoditas bisnis," katanya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia pada lokakarya "Education in a Global World: Continuity and Change" yang merupakan rangkaian kegiatan Wisdom 2010, globalisasi telah mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu bentuk gobalisasi di pendidikan adalah internasionalisasi.
"Namun, pembangunan pendidikan nasional Indonesia harus dikembalikan pada semangat konstitusi, UUD 1945. Pendidikan dalam semangat konstitusi berarti bebas dari kemiskinan, pengkotak-kotakan, dan totalitarianisme," katanya.
Ia mengatakan, dalam menghadapi persaingan global, identitas bangsa Indonesia harus terus dipelihara dan dikembangkan melalui sistem pendidikan nasional yang bergantung pada kekayaan budaya nasional.
"Dengan demikian, Indonesia melalui pendidikan nasional dapat memberikan kontribusi positif dalam perubahan global. Jadi, hal itu yang sebenarnya disebut pendidikan berkelas internasional," katanya.
Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Syamsuni Arman mengatakan, pendidikan, khususnya dalam proses membangun negara merupakan moderator dalam menghadapi kejutan gelombang persaingan global.
"Pendidikan adalah alat dan metode untuk menyebarluaskan pengetahuan, ilmu, dan teknologi kepada masyarakat secara luas," katanya.
Pengamat pendidikan dari Universitas Riau, Amir Awaluddin mengatakan, dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan tinggi memegang peran utama.
Perguruan tinggi, menurut dia, tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan berkualitas dalam hal akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan multibahasa dan memiliki pemahaman antarbudaya.
Ia mengatakan, hal itu menjadi momentum yang tepat untuk menghasilkan lulusan dengan kualifikasi internasional yang bisa bersaing dengan lulusan dari berbagi universitas di seluruh belahan dunia.
"Selain itu, lulusan perguruan tinggi Indonesia diharapkan juga bisa ikut berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa," katanya.(*)
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Sunday, November 14, 2010
Siswa Yogyakarta Borong Penghargaan Olimpiade Sains Indonesia
0 comments Posted by |toekang.blog| at 2:08 AMSiswa SD asal Kota Yogyakarta memborong penghargaan Olimpiade Sains Indonesia 2010 yang berlangsung di Surabaya, Sabtu.
Tujuh siswa memperoleh tujuh penghargaan, dengan rincian satu medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu. Jauh mengungguli siswa dari daerah lain, seperti Sidoarjo, Malang, Gowa, Tarakan, Jakarta Selatan.
"OSI merupakan kegiatan yang melibatkan siswa dalam melakukan olah rasa, penalaran, dan kreatifitasnya. Dengan harapan terlahir generasi pemikir berbudi pekerti dan kreatif dalam membangun peradaban Indonesia," ujar Direktur Pembinaan TK-SD Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Menengah Kemdiknas Mudjito AK di sela-sela acara penutupan.
Siswa SD asal Yogyakarta berhasil bersaing dengan 40 siswa lainnya dari 10 provinsi se-Indonesia. OSI 2010 digelar sejak 9-14 November di Surabaya.
Selain OSI, di tempat yang sama juga diselenggarakan Indonesian Science Festival (ISF) ke tujuh. Tidak hanya ramai oleh antusiasme peserta, namun minat pengunjung mal untuk melihat hasil karya siswa SD dalam pameran juga tak pernah sepi.
Dikatakan Mudjito, untuk penyelenggaraan kali ini pihaknya sengaja memilih pusat perbelanjaan. Alasannya, karena ingin mengubah citra sains dan matematika sebagai pelajaran yang ditakuti dan tidak digemari.
"Melalui festival ini, siswa maupun guru diajak berkreasi dengan berbasis pada sains dan matematika. Karya mereka kemudian dipamerkan ke seluruh pengunjung mall, sekaligus menegaskan sains dan matematika bisa jadi hal yang menyenangkan," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, sebenarnya banyak siswa sekolah dasar maupun madrasah ibtidaiyah yang bercita-cita menjadi seorang ilmuwan.
"Tapi mereka tidak ingin menjadi ilmuwan yang terlalu serius dan ingin mempelajari sains dan matematika lewat cara yang menyenangkan. Bahkan bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Sementara, Perhelatan tahun ini merupakan kesempatan pertama ISF digelar di luar ibukota. Selama ini, Jakarta selalu menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi tahunan tersebut.
"Tahun depan kami bahkan berencana menggelar ISF di luar Pulau Jawa, kemungkinan di Sumatera. Kami ingin semuanya mendapat kesempatan sama dan merata," ungkap dia.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Thursday, July 8, 2010
Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat (AS) ini memberikan gambaran, betapa anak-anak sekolah membutuhkan istirahat dan tidur yang cukup guna menyerap pelajaran dengan lebih baik. Penelitian dilakukan dengan memundurkan jam masuk sekolah 30 menit lebih telat dari jadwal sekolah pada umumnya.
Penelitian kecil itu dilakukan di sebuah sekolah di Rhode Island. Pihak sekolah memundurkan jam masuk 30 menit lebih telat dari jadwal sekolah pada umumnya.
Namun, penelitian dirancang untuk melihat perubahan kebiasaan tidur serta perilaku, tidak bertujuan untuk memonitor kinerja akademis para siswa. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine pada Juli ini mengindikasikan, memundurkan jam sekolah memberikan manfaat besar bagi para siswa.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Sunday, May 9, 2010
Praktisi: Aplikasi Hipnotis Dapat Dimanfaatkan Dalam Pendidikan
0 comments Posted by |toekang.blog| at 9:01 PMCilacap - Praktisi "hypnoteaching" dari "Hypno Spritual Enterpreneur" Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Muhammad Noer, mengatakan aplikasi hipnotis dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan.
"Aplikasi dalam dunia pendidikan tidak berarti guru menidurkan semua siswa selama proses pembelajaran. Kalau semua tidur, bagaimana mengajarnya," kata dia dalam seminar "Membangun Guru yang Cerdas, Kreatif, dan Bermartabat" yang diselenggarakan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Agama Islam Imam Ghazali (LPPM-IAIIG) Cilacap, Jateng, Minggu.
Dalam hal ini, kata dia, seorang guru dengan kekuatan kepercayaan, iman, keyakinan, dan pengetahuan, dapat diibaratkan sebagai sebuah magnet yang menarik perhatian siswa.
Dengan demikian, lanjutnya, jika seorang guru menginginkan ketenangan di dalam kelas, guru tersebut harus bersikap tenang.
"Jika menginginkan adanya perhatian dari siswa, seorang guru harus perhatian dan memiliki kepedulian pada siswa. Demikian pula jika menginginkan siswa gemar belajar dan membaca, guru juga harus gemar membaca dan belajar," katanya.
Menurut dia, dalam kondisi tersebut memunculkan satu gelombang yang sama, yakni hipnotis. "Inilah yang dikenal dengan `hypnoteaching`," katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan hipnotis atau "hypnoteaching" harus diarahkan kepada tujuan-tujuan positif yang membangun, yakni dengan memasukkan kesan-kesan positif di alam bawah sadar siswa.
Akan tetapi dalam melaksanakan "hypnoteaching", kata dia, seorang guru harus berpenampilan rapi dan penuh percaya diri sehingga memiliki daya tarik bagi siswa.
"Seorang guru juga harus bertindak sebagai pendidik, bukan sekadar pengajar sehingga dia harus mempunyai rasa empati dan simpati kepada para siswa," katanya.
Jika seorang guru memiliki rasa simpati kepada siswanya, kata dia, niscaya siswa pun akan mempunyai rasa simpati kepada gurunya sesuai kaidah timbal balik.
Selain itu, lanjutnya, seorang guru harus menggunakan tutur bahasa yang baik dengan memilih kosa kata yang enak didengar telinga siswa.
"Salah satu unsur hipnotis dalam proses pembelajaran adalah menggunakan alat peraga atau mengeluarkan ekspresi diri. Seluruh anggota badan digerakan jika diperlukan," katanya.
Ia mengatakan salah satu keberhasilan "hypnoteaching" adalah menggunakan teknik cerita dan kisah tentang orang-orang sukses sebagai upaya memotivasi siswa.
"Bantu dan tarik perhatian siswa dengan sebuah cerita yang mendukung pelajaran sehingga seorang guru dapat mengajari siswa tanpa terasa menggurui. Itulah hebatnya sebuah kisah atau cerita," kata Noer.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Wednesday, March 17, 2010
Studi di Italia? Kenapa tidak. Pemerintah Italia tahun ini telah menyiapkan beberapa jenis beasiswa bagi para pelajar atau mahasiswa Indonesia, mulai dari jenjang kursus singkat hingga program S-3.
Namun, setiap pendaftar hanya diperbolehkan memilih salah satu universitas dan sekolah tinggi yang diakui oleh Pemerintah Italia. Pendaftar tidak boleh memilih universitas asing, sekolah tinggi asing, dan pusat-pusat studi swasta yang tidak diakui oleh Pemerintah Italia. Jenis-jenis beasiswa yang ditawarkan antara lain Kursus Bahasa Jangka Pendek, Program Sarjana (S-1), Sekolah Tinggi Seni dan Musik, Pasca Sarjana, Program S-3, Penelitian, serta Kursus Bahasa untuk Dosen.
Untuk Program S-1, karena akan melalui proses saringan, pemohon disarankan agar mendaftarkan diri pada program lainnya sebagai pilihan alternatif. Hal itu diberlakukan agar kesempatan memperoleh beasiswa tidak hilang apabila pemohon tidak diterima pada suatu program.
Sementara itu, Kursus Bahasa dan Kebudayaan Italia diperuntukkan bagi para dosen yang mengajar bahasa Italia. Beasiswa untuk kursus mengenai pembelajaran dan pengajaran bahasa Italia ini dilaksanakan di Università per Stranieri di Perugia, Siena dan Roma Tre atau pada institusi-institusi lain yang berhak mengeluarkan sertifikat pengajaran bahasa Italia sebagai bahasa asing.
Periode beasiswa pada semua program ini adalah untuk tahun akademik 2010-2011, sedangkan untuk Program Master (S-3) dapat diperpanjang sampai 31 Maret 2012. Bagi yang tertarik, beberapa syarat utama bagi calon penerima beasiswa antara lain memiliki kemampuan berbahasa Italia melalui wawancara di Institut Kebudayaan Italia atau menunjukkan Sertifikat Bahasa Italia. Namun, syarat ini tidak akan berlaku untuk program kursus bahasa Italia.
Calon penerima beasiswa juga harus memiliki ijazah sesuai dengan yang diminta untuk pendaftaran pada institusi akademik yang dipilihnya. Ijazah pun harus diterjemahkan ke dalam bahasa Italia dan disahkan oleh perwakilan Pemerintah Italia di negara tempat studi dilakukan. Ijazah harus disertai surat pernyataan oleh Kedutaan Besar Italia terhadap nilai ijazah di negara tempat studi dilakukan.
Untuk pendaftaran pada Program Sarjana (S-1) di universitas-universitas di Italia, calon penerima beasiswa harus memiliki ijazah sekolah menengah umum atau sederajat, yang di negaranya dianggap sah untuk memasuki tingkat universitas.
Tertarik mengetahui informasi lebih mendalam untuk mendaftarkan diri Anda? Silakan klik situs Pusat Kebudayaan Italia ini. Informasi juga bisa didapatkan langsung di The Italian Institute of Culture (IIC) Jakarta di Jl HOS Cokroaminoto No 117, Menteng, Jakarta Pusat, 10350, telepon (021) 392-7531/392-7532.
Batas waktu pengajuan permohonan beasiswa secara online hanya sampai 31 Maret 2010, sedangkan batas pengiriman berkas pengajuan permohonan beasiswa pada 10 April 2010.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Sunday, July 26, 2009
Jam Belajar Anak-anak Hanya Setengah dari Waktu Nonton Televisi
0 comments Posted by |toekang.blog| at 3:33 PMYogyakarta - Jam belajar atau jam sekolah anak-anak saat ini hanya separuh dari jam mereka menonton tayangan televisi dan orangtua harus berani mengurangi jam nonton televisi.
"Saat ini jam belajar anak-anak hanya sekitar 750 jam dalam satu tahun, dan ini hanya separuh dari waktu mereka menonton televisi yang mencapai 1.500 jam dalam satu tahun," kata koordinator aksi Hari Tanpa Televisi, Salman Faridi di Yogyakarta, Minggu.
Mereka menggelar aksi Hari Tanpa Televisi itu di simpang empat depan kantor Pos Besar Yogyakarta.
Menurut dia, melihat dari perbandingan yang mencolok tersebut, para orangtua maupun masyarakat pada Hari Tanpa Televisi diimbau untuk tidak menonton dan mematikan televisi selama satu hari.
"Waktu untuk menonton televisi dialihkan untuk acara keluarga atau mengajari anak dengan berbagai macam keterampilan. Ini akan sangat berarti bagi tumbuh kembang anak," katanya.
Ia mengatakan jika orangtua bisa mengurangi jam menonton televisi selama satu jam saja dalam satu hari dengan mengalihkannya untuk kegiatan positif, tentu akan lebih bermanfaat.
"Dengan cara ini anak akan memiliki tambahan waktu untuk belajar, baik itu keterampilan, kerajinan maupun pelajaran budi pekerti dari orangtua. Sehingga, mereka juga tidak mengalami ketergatungan untuk selalu nonton televisi," katanya.
Ia mengatakan dampak sinar biru dari televisi sangat berbahaya bagi mata anak, karena sinar biru yang muncul tidak sama dengan sinar ultra violet matahari.
"Parahnya lagi, sinar biru tersebut masuk ke retina mata tanpa filter, dan panjang gelombang cahaya yang dihasilkan 400 hingga 500 milimeter, sehingga bisa memicu terbentuknya radikal bebas dan melukai fotokimia retina mata anak," katanya.
Ia menambahkan, akibat dari radiasi tersebut akan terasa setelah 10 tahun saat anak menginjak dewasa, dan retina mata tidak lagi bening serta sehat seperti masa kanak-kanak, sehingga kemampuan fungsi mata juga berkurang. "Ini dampak buruk yang mengganggu kesehatan mata anak," katanya.
Sementara itu, salah satu peserta aksi Sholihul Hadi mengatakan kampanye mematikan pesawat televisi dalam satu hari bukan untuk anti televisi, tetapi lebih menyoroti tayangan acara televisi yang kurang bermutu dan tidak mendidik serta cenderung berisi tindak kekerasan, hedonisme yang tidak sesuai dikonsumsi anak.
"Isi tayangan televisi masih sangat memprihatinkan, khususnya untuk daya kembang pemikiran anak-anak yang sedang tumbuh menjadi dewasa," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, perlu regulasi yang tegas bagi perlindungan anak, dan diimbangi dengan ketegasan dari pihak yang terkait, serta peran lingkungan khususnya keluarga.
Ia mengatakan tayangan televisi semakin lama mengarah kepada turunnya kemampuan anak untuk minat membaca. Penurunan diindikasikan dengan banyak waktu yang dihabiskan di depan televisi dengan tayangan yang tidak sesuai dengan umur anak.
"Pada titik tertentu tayangan televisi dapat menurunkan memori pada anak, karena televisi hanya memberikan stimulan satu arah saja, padahal pada usia itu anak perlu komunikasi dua arah guna meningkatkan sisi kognitifnya," katanya.(*)
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Thursday, July 16, 2009
Surabaya - Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwitabes) Surabaya masih menyelidiki kasus kematian Roy Aditya (15), pelajar SMA Negeri 16 Surabaya saat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya, Rabu (15/7).
Kepala Polwiltabes Surabaya, Kombes Pol Ronnie F. Sompie kepada wartawan di Surabaya, Kamis, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim forensik terhadap korban, sebelum menyimpulkan ada tidaknya dugaan kasus pidana dalam kematian siswa baru tersebut.
"Mudah-mudahan secepatnya kami bisa mendapatkan hasil otopsi itu, sehingga kami bisa menindaklanjuti kasus itu," katanya usai memantau rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPU Kota Surabaya.
Ia mengatakan, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi mata dari pihak sekolah dan panitia MOS SMAN 16 Surabaya, namun belum berani menyimpulkan apapun.
Roy Aditya meninggal dunia sesaat setelah mengikuti MOS di sekolahnya SMAN 16 Surabaya, usai jatuh pingsan dan sempat menjalani perawatan medis di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah Roy Aditya kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani otopsi, guna memastikan penyebab kematiannya.
Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih misterius, tapi ada dugaan korban mengalami stres dan tekanan psikis cukup berat, setelah mendapat tugas dari kakak kelasnya pada hari terakhir MOS.
Pihak keluarga korban mengatakan, Roy Aditya tidak memiliki catatan medis yang buruk dan sempat melakukan check up beberapa waktu sebelum masuk sekolah.
Namun, sejumlah teman korban di sekolah lamanya SMPN 35 Surabaya, mengungkapkan, apabila Roy Aditya pernah mengalami kejang-kejang dan pingsan di sekolah beberapa kali. (*)
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Friday, June 19, 2009
Jakarta :Pemain bulu tangkis legendaris Indonesia, Liem Swie King meluncurkan buku biografi yang berjudul Panggil Aku King. “Saya berharap buku ini dapat menjadi inspirasi tidak saja bagi atlet muda melainkan untuk anak-anak secara umum,” kata Swie King kepada Tempo, Jumat (19/6).
Buku yang berisi kisah hidup dirinya di dunia bulutangkis itu, menurut King, setidaknya dapat menggugah minat anak-anak untuk mulai kembali mencintai bulu tangkis. “Saya juga ingin ada motivasi yang mungkin bisa muncul dari anak-anak sehingga nantinya muncul bibit-bibit baru di bulu tangkis,” katanya.
King menyatakan awalnya sama sekali tidak tertarik untuk berbagi kisah hidupnya – terutama saat menjadi atlet – bagi masyarakat luas. “Namun ada dorongan, terutama dari anak-anak saya sehingga akhirnya saya mau melakukannya,” katanya. Dia sangat berharap agar cerita yang diabadikan dalam bentuk buku ini dapat bermanfaat.
Dengan memakan waktu sekitar dua bulan, buku yang ditulis oleh Robert Adhi Ksp itu juga diluncurkan bersamaan dengan sebuah film yang juga mengangkat nama King, yang diproduksi Alenia. King berpendapat bahwa sebenarnya dirinya tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan untuk bisa membuat sesuatu yang bisa dikenang mengenai dirinya. “Tidak pernah saya menyangka akan melakukan hal seperti ini,” kata sang legenda yang dikenal dengan lompatan smes tajam itu.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News, Olahraga
Saturday, December 20, 2008
Guru komputer di salah satu Madrasah Sanawiah di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, berinisial AM, Jumat (19/12) diperiksa intensif oleh Kepolisian Resor Lamongan. Dia ditangkap Kamis malam dan ditahan polisi karena dilaporkan memerkosa IZ (15), siswi kelas IX, saat mengikuti kegiatan perkemahan 10 Desember lalu di Desa Moronyamplung, Kecamatan Mantup.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Lamongan, Jumat, menyatakan guru komputer itu dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Kasus ini berawal saat digelar kegiatan perkemahan oleh sekolah," katanya.
Saat itu korban sedang tidur lelap tiba-tiba dipanggil ke tenda AM. Guru tersebut memaksa melepaskan baju korban. Korban berusaha melawan, tetapi kalah kuat. Pulang dari kemah, korban bercerita kepada bibinya yang kemudian menceritakan kepada orangtua korban. Ayah korban, Samin, sebenarnya menaruh curiga anaknya terlihat murung dan sedih.
Source
This blog is supporting GrandParagon.com as a participants for Busby SEO Test. Go Indonesia Blogger!!! *Busby SEO Test is an SEO Contest from Busby - Web Solutuion*
Labels: Buku dan Pendidikan, Kriminal, News
Wednesday, December 17, 2008
Seorang siswi SMK di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Ega (17), kedapatan sedang pacaran dengan kekasihnya SH (21) di Hotel Melati di Kota Mataram, Selasa (16/12) sekitar pukul 11.00 Wita.
Sepasang kekasih itu terjaring razia yang dilakukan aparat Polsek Mataram bersama Satpol PP Kota Mataram dan aparat kecamatan.
Satuan Narkoba Polres Mataram juga ikut mendukung razia dalam Operasi Bunga 2008 sekaligus upaya cipta kondisi kamtibmas yang makin kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru 2009.
Kepala Polsek Mataram Ajun Komisaris Arief Yuswanto mengatakan, siswi SMK yang terjaring razia gabungan itu mengaku sedang menjalani liburan pascaujian tengah semester. "SH, kekasih Ega, juga mengakui perbuatannya, tetapi akan mengawini kekasihnya itu setelah tamat sekolah," ujarnya.
Sepasang kekasih itu merupakan bagian dari delapan warga yang menghuni kamar hotel, tetapi diduga hendak melakukan perbuatan asusila karena tidak dibekali surat nikah.
"Dari delapan orang yang dibawa ke Mapolsek Mataram untuk dibina, lima orang di antaranya wanita, termasuk siswi SMK itu, dan tiga orang lainnya pria," ujarnya.
Source
This blog is supporting GrandParagon.com as a participants for Busby SEO Test. Go Indonesia Blogger!!! *Busby SEO Test is an SEO Contest from Busby - Web Solutuion*
Labels: Buku dan Pendidikan, Hukum dan Kriminal, News
Friday, November 21, 2008
Jika Anda penggemar komputer, Anda pasti tahu atau mungkin pernah membaca majalah PC Magazine dalam versi aslinya, bahasa Inggris. Namun tahun depan, Anda tidak akan bisa lagi memegang dan membalik-balik halaman terbaru majalah komputer tersebut.
Penerbit PC Magazine, Ziff Davis sudah memutuskan untuk tidak lagi menerbitkan edisi cetak PC Magazine. Edisi terakhir, begitu dilansir PaidContent.org yang mewawancarai CEO Ziff Davis Jason, adalah edisi Januari 2009. Keputusan Ziff Davis ini mengakhiri keberadaan PC Magazine yang selama 28 tahun (terbit pertama tahun 1982) menyajikan informasi seputar komputer.
Jadi matikah PC Magazine? Tidak juga. Yang dimatikan hanyalah edisi cetak, sementara edisi online-nya tetapi hidup. Karena itulah keputusan Ziff Davis ini hanya mempengaruhi tujuh karyawan, yang semuanya dari bagian produksi cetak. Tidak ada karyawan lain yang di-PHK, karena mereka (redaksi) sekarang bekerja untuk situs online.
Ziff Davis menegaskan bahwa sekarang mereka akan fokus pada PCMag Digital Network. Dalam jaringan tersebut tercakup beberapa situs, termasuk PCMag.com, ExtremeTech, Appscout, Gearlog, Smart Device Central, GoodCleanTech, DL.TV, Cranky Geeks, dan PCMagCast.
Sekadar informasi, Ziff Davis yang menerbitkan PC Magazine memang sudah beberapa tahun ini mengalami kesulitan keuangan. Seiring dengan tumbuh pesatnya Internet, jumlah pembaca majalah cetak itu terus merosot. Ziff Davis juga sempat melisensikan PC Magazine (dalam kurun waktu yang berselisih 10 tahun) ke dua penerbit di tanah air. Namun sejak dua tahun lalu, PC Magazine edisi Indonesia sudah tidak lagi beredar.
Source
Labels: Bisnis dan Ekonomi, Buku dan Pendidikan, Iptek, Lifestyle, News
Friday, November 7, 2008
Angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (7/11) petang. Akibatnya, atap sejumlah bangunan kampus rusak. Angin juga menumbangkan puluhan pohon besar dan menimpa sepeda motor milik mahasiswa.
Angin juga menyebabkan beberapa lapak pedagang yang berada di sekitar kampus porak poranda. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Source
Labels: Bencana dan Kecelakaan, Buku dan Pendidikan, News
Thursday, October 2, 2008
The Tales of Beedle the Bard by J.K. Rowling is now available for pre-order
0 comments Posted by |toekang.blog| at 10:38 PMThe Tales of Beedle the Bard is a book of children's stories by British author J. K. Rowling. It purports to be the storybook of the same name mentioned in Harry Potter and the Deathly Hallows, the last book of the Harry Potter series.
The book was originally produced in a limited edition of only seven copies, each handwritten and illustrated by J. K. Rowling. One of them, the moonstone edition, was offered for auction in late 2007 and was expected to sell for £50,000 ($103,000); ultimately it was bought for £1.95 million ($3.98 million) by Amazon, making the selling price the highest achieved at auction for a modern literary manuscript. The money earned at the auction of the book was donated to The Children's Voice charity campaign.
It was announced on July 31, 2008 that the book will be published for the general public on December 4, 2008 in the United Kingdom, Canada, and the United States, with the proceeds going to charity.
The Tales of Beedle the Bard by J.K. Rowling is now available for pre-order on Amazon.
The Standard Edition features all five fairy tales from the original The Tales of Beedle the Bard, a new introduction by J.K. Rowling, illustrations reproduced from the original handcrafted book, and commentary on each of the tales by Professor Albus Dumbledore.
Amazon’s exclusive Collector's Edition includes a reproduction of J.K. Rowling's handwritten introduction, as well as 10 additional illustrations not found in the Standard Edition.
Labels: Buku dan Pendidikan, News
Wednesday, July 30, 2008
NEW DELHI - Untuk mendukung pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, pemerintah India mendorong pengembangan laptop seharga 10 dollar AS atau sekitar Rp100.000-an. Laptop tersebut akan dipakai di sekolah-sekolah menengah atas.
"Risetnya akan dilakukan Institut Sains India di Bangalore dan Institut Teknologi India di Chennai," ujar D Purandeswari, Menteri Negara Pendidikan Menengah India dalam sebuah konferensi pers di Delhi, Selasa (29/7). Ia tidak menyebutkan lebih lanjut mengenai spesifikasi komputer tersebut, namun memastikan sebagian ongkos pembuatannya akan disubsidi pemerintah.
Selain penyediaan laptop murah, pemerintah India juga mengembangkan peralatan akses Internet murah. Jaringan Internet akan dibangun sampai ke pelosok untuk meningkatkan pembelajaran jarak jauh berbasis IT. Sekolah-sekolah menengah rencananya juga akan diberi bandwidth cuma-cuma untuk mengakses Internet dalam program pendidikannya.
India termasuk negara dengan penetrasi Internet rendah. Dari 1,13 miliar penduduk, hanya terdapat 4,38 juta pelanggan Internet berkecepatan tinggi.
Upaya memajukan IT India untuk pendidikan telah dirintis sejak lama bersama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft dan Intel. India juga pernah mencanangkan pengembangan komputer dengan harga murah sebelumnya.
Source
Labels: Buku dan Pendidikan, News, Potret Kehidupan