Referensi

Jasa Web Design

Showing posts with label Business Online. Show all posts
Showing posts with label Business Online. Show all posts

Thursday, March 1, 2012

TOKO SPRING BED


Di IL PRIMO FURNITURE kita akan mendapatkan kemewahan dalam berbelanja,selain itu anda akan mendapatkan pilihan-pilihan warna yang menawan selain itu banyak pula merek yang di tawarkan di toko spring bed ini.
IL PRIMO FURNITURE ini memiliki tingkat kualitas tinggi dengan memakai branded yang sudah terkenal di pasaran spring bed,sebut saja seperti king koil,setra,bad talk,romance dan spring air.Tidak hanya itu mereka meiliki konsep bergaya eropa dengan tatanan corak dan design yang menawan sehingga bisa mendapatkan hasil yang sangat diminati pelanggan.
Adapula untuk pemesan,para pelanggan tidak perlu repot untuk datang ke tokonya langsung.Sekarang IL PRIMO FURNITURE ini menyediakan website untuk sistem berbelanja online dengan katalog lengkap dengan price tag nya.Dengan ini akan mempermudah para pelanggan,dan untuk mengakses ke tokospring bed online ini cukup berkunjung ke websitenya www.ilprimofurniture.com

Tuesday, February 28, 2012


IL PRIMO FURNITURE  adalah toko dimana menjual segala perlengkapan furniture,dari  furniture rumah tinggal sampai furniture perkantoran.Toko ini  menjual berbagai merk yang terkenal dan sangat berkualitas ,tentunya yang banyak diminati khalayak ramai.
Pada furniture rumah, yang mereka tonjolkan adalah spring bed.Barang yang satu ini sangat lah penting bagi kenyamana di rumah anda dan untuk beristirahat selepas kerja.Merk yang di tawarkan di toko spring bed ini yaitu seperti spring air,king koil,setra ,silent night,bed talk,romance dan masih banyak lagi merknya.
Disamping dari furniture rumah tinggal,Toko ini menjual perlengkapan furniture kantor  yang lengkap.Berbagai jenis yang di sediakan seperti high point,savelo,chitose,modera,global dan indachi,dengan adanya merk yang lengkap ini bertujuan untuk menyesuaikan minat pelanggan.
Adapun untuk pemesanan toko ini menyediakan fasilitas shoping online,dimana agar para pelanggan tidak untuk mendatangi showroom nya langsung ,hanya tinggal berkunjung ke www.ilprimofurniture.com .Di website itu sangat lengkap dari katalog dan pricenya juga cara untuk order secara online.
Source

Friday, May 30, 2008

Jakarta (ANTARA News) - Kepemilikan domain .id terus meningkat seiring meningkatnya pengguna internet di Indonesia dan semakin murahnya biaya sewa domain internet, bahkan untuk tahun 2007 pertumbuhannya mencapai sekitar 50 persen.

"Lonjakan domain .id terjadi pada 2005 ke 2006, tapi 2007 makin melompat lagi," kata Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Teddy sukardi di Jakarta, Kamis.

Domain Name System (DNS) merupakan sistem penamaan direktori internet terdistribusi di seluruh dunia dan digunakan untuk menerjemahkan alamat protokol internet.

Domain Tingkat Tertinggi yang menentukan penemuan alamat internet terbagi atas Global Top Level Domain (gTLD) seperti .com, .net, .org, .edu yang lingkupnya internasional, serta domain per negara seperti .uk untuk Inggris, .us untuk AS, atau .id untuk Indonesia.

Data PANDI menunjukkan domain .id pada 2002 hanya disewa oleh 13 ribu kostumer, pada 2003 15 ribu domain disewa atau tumbuh 19,64 persen, pada 2004 18 ribu domain disewa atau tumbuh 19 persen dan pada 2005 disewa 22 ribu domain atau naik 18,6 persen.

Namun pada 2006, domain yang terdaftar mencapai 30.337 domain atau naik pesat 37,23 persen dari tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata 24 persen.

Pada 2006 itu, dari 30.337 domain .id yang terdaftar, sub domain terbanyak adalah co.id (52,2 persen) disusul or.id 18 persen, lalu web.id (17,8 persen), dan go.id (4,2 persen).

Tarif sewa domain yang ditawarkan PANDI adalah untuk co.id (badan usaha) Rp100 ribu per tahun, untuk or.id (organisasi) Rp50 ribu dan untuk go.id (pemerintah) Rp50 ribu, ac.id (lembaga pendidikan) Rp50 ribu, net.id Rp100 ribu dan web.id Rp25 ribu per tahun.

Tarif ini, ujarnya, lebih murah dibanding sewa domain gTLD. Misalnya untuk .com, .org atau .net bertarif Rp150 ribu per tahun. Selain itu dengan domain .id berarti terjadi efisiensi jalur (gateway) internet karena melalui jalur (kabel) di dalam negeri saja.

"Namun untuk .id yang didaftarkan ke PANDI lebih jelas siapa yang ada di balik domain itu dibanding yang .com, .org atau .net yang cukup mendaftar melalui kartu kredit tanpa data jelas. Kami meminta bukti SIUP yang berlaku selain KTP/SIM/Passpor Penanggung Jawab, sehingga terhindar dari penyalahgunaan," katanya.

Source



Wednesday, April 9, 2008

Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan akan menunggu arahan baru dari Depkominfo terkait pemblokiran situs yang memuat film Fitna.

Sambil menunggu arahan baru dari Depkominfo, APJII akan tetap melakukan penutupan situs-situs dan blog sampai sepuluh (10) hari ke depan, atau sampai dengan Sabtu, 12 April 2008. Demikian hasil kesepakatan dari rapat koordinasi APJII dengan NAP siang tadi, yang diterima detikINET, Selasa (8/4/2008).

Jika sampai dengan tanggal tersebut belum juga ada arahan dari pemerintah, maka APJII akan menutup 10 URL terpopuler (bukan situs) yang mengandung film Fitna, karena secara teknis dan ekonomis APJII mengaku hanya sanggup melakukan itu.

Hal ini dilakukan guna tetap memfasilitasi para pelanggan yang memang memanfaatkan situs-situs tersebut untuk bisnis mereka yang sempat terganggu dengan adanya pemblokiran ini.

Source



Jakarta (ANTARA News) - Presiden Direktur IM2 (Indosat Mega Media) Indar Atmanto menyatakan pihaknya menyambut baik keputusan Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk menurunkan tarif sewa jaringan internet.

"Kalau tarif sewa jaringan turun, itu bagus karena masyarakat makin banyak yang menikmati akses internet," kata Indar yang dihubungi di Jakarta, Selasa.

Akan tetapi, lanjut dia, IM2 lebih banyak menggunakan jaringan internasional untuk layanan internet kepada pelanggannya, dan penurunan tarif sewa jaringan internet ini diberlakukan untuk jaringan lokal Indonesia, sehingga tidak berpengaruh banyak kepada IM2.

Sedangkan Group Head Public Relations PT Indosat Adita Irawati mengatakan, pihaknya belum bisa memberi komentar tentang penurunan tarif sewa jaringan internet tersebut.

"Kita lihat dulu," kata Adita sambil menambahkan bahwa Indosat juga mempunyai layanan INP atau Internet Network Provider.

Sementara itu Vice President Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia menyatakan pihak Telkom akan mematuhi keputusan Dirjen Postel yang menurunkan tarif sewa jaringan internet.

"Telkom akan patuh terhadap ketentuan pemerintah. Akan tetapi kita menunggu ketentuan rinici dari tarif sewa jaringan internet tersebut. Kami akan pelajari lebih dahulu," kata Eddy.

Pada saatnya nanti, lanjutnya, Telkom akan mengumumkan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akan menurunkan tarif sewa jaringan internet.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel Gatot S Dewobroto disebutkan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) telah memberikan persetujuan terhadap Dokumen Sewa Jaringan milik PT. Telkom sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan dominan melalui Keputusan Dirjen Postel No. 115 Tahun 2008.

Dengan adanya pemberian persetujuan terhadap jenis layanan dan besaran tarif sewa jaringan milik PT. Telkom dimaksud, maka terjadi penurunan besaran tarif sewa jaringan dari besaran tarif eksisting.

Sewa jaringan adalah penyediaan jaringan transmisi teresterial unmanaged untuk komunikasi elektronik yang menghubungkan 2 titik terminasi antar point of presence (POP) secara permanen untuk digunakan secara eksklusif dengan kapasitas kanal transmisi yang simetris.

Penyediaan layanan tersebut dilaksanakan melalui jaringan transmisi backbone yang telah tergelar sesuai dengan coverage areanya dengan tingkat keandalan yang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan masing-masing penyelenggara telekomunikasi sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan.

Penurunan tarif sewa jaringan internet dari Telkom, untuk jarak 15 km, tarif eksisting (Berdasarkan KM 12/97) sebesar Rp13.106.000 turun sebanyak 81 persen menjadi Rp2.450.000 (Khusus Untuk Cakupan Layanan Jawa Berdasarkan PM 3/2007).

Untuk jarak 50 km, tarif eksisting sebesar Rp41.609.000 turun sebanyak 83 persen menjadi Rp6,900,000; sedangkan untuk jarak 50o km, tarif eksisting sebesar Rp48.336.000 turun sebanyak 83 persen menjadi Rp15.150.000.

Posisi penurunan besaran tarif sewa jaringan yang diberlakukan oleh PT. Telkom tahun 2008 jika dibandingkan dengan besaran tarif dengan negara-negara lain (meskipun datanya bukan yang paling up to date) adalah sebagai berikut:

Untuk biaya instalasi, Telkom memasang tarif Rp2.400.000, sedangkan di India sebesar Rp233.976, di Thailand Rp8.515.920, di Singapura sebesar Rp9.793.170 dan di Australia Rp64.519.616.

Sedangkan tarif sewa jaringan internet per bulan untuk jarak 5 km Telkom mematok Rp2.450.000, sedangkan di India Rp331.778; di Thailand sebanyak Rp13.909336; di Singapura sebesar Rp26.115.120; dan di Australia sebanyak Rp18.342.151.

Gatot mengatakan, dari perbandingan tarif itu, tarif sewa jaringan di Indonesia berada di atas India, akan tetapi masih berada di bawah negara lainnya.

Tarif sewa internet di India, terang Gato, disebabkan India menggunakan tingkat WACC (Weighted Average Cost of Capital) yang lebih rendah dan membangun jaringannya dengan menggunakan kabel fiber optik di darat [Inland Fiber Optic Cable), bukan dekabel laut SKKL (Inmarine Fiber Optic Cable), sehingga biaya investasi lebih rendah.

Ditjen Postel sendiri tetap menunggu para penyelenggara telekomunikasi lainnya yang memiliki layanan sewa jaringan yang seharusnya sudah memasukkan dokumen sewa jaringannya sebelum tanggal 3 April 2008.

Source



Tuesday, April 8, 2008

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akan menurunkan tarif "leased line" internet dalam waktu dekat ini.

"Kita akan menurunkan tarif internet, tetapi untuk `leased line`," kata Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar usai menghadiri pertemuan Menkominfo Muhammad Nuh dengan para "blogger" (pembuat situs pribadi/blog) di kantor Depkominfo, Senin malam.

Akan tetapi Basuki tidak menjelaskan lebih lanjut besaran tarif penurunan internet tersebut.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan memutuskan menurunkan biaya interkoneksi antara operator telekomunikasi berkisar 20-40 persen yang diimplementasikan pada 1 April 2008, yang mengindikasikan bahwa tarif ritel telekomunikasi seperti telepon tetap dan seluler juga akan turun

Menkominfo Muhammad Nuh, di Jakarta, Senin (4/2) mengatakan dengan penurunan tarif interkoneksi diharapkan tarif layanan komunikasi dari para operator akan turun sekitar 5-20 persen pada telepon tetap (fixed) dan penurunan tarif seluler berkisar 20-40 persen.

Konsekuensi dari penetapan tarif interkoneksi ini berdampak pada tarif ritel masing-masing operator. Dicontohkan, biaya interkoneksi originasi dan terminasi jaringan tetap dan jaringan tetap nirkabel (FWA) lokal, sebesar Rp143 per menit, sedangkan biaya interkoneksi sambungan jarak jauh (SLJJ) antar telepon tetap turun dari Rp1.138 per menit menjadi Rp1.120 per menit.

Sementara biaya interkoneksi suara untuk jaringan seluler ke jaringan tetepon tetap lokal sebesar Rp522 per menit, turun dari sebelumnya Rp721 per menit.

Biaya interkoneksi seluler ke seluler lokal Rp522 per menit dari sebelumnya Rp898 per menit. Sedangkan biaya interkoneksi seluler ke seluler sambungan jarak jauh Rp986 per menit dari sebelumnya Rp1.244 per menit.

PT Telkom Tbk, menyatakan menurunkan tarif percakapan SLJJ yang menggunakan telepon tetap berkisar 46 persen dengan persentase penurunan yang berbeda-beda menurut zona jarak dan pembedaan waktu (time band) dan akan diberlakukan efektif 8 April 2008, pukul 00.00 waktu setempat.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan penurunan tarif berlaku untuk hampir seluruh percakapan SLJJ pada seluruh zona jarak dan waktu (timeband), baik dari telepon tetap ke telepon tetap (fixed to fixed) maupun dari telepon tetap ke seluler (fixed to mobile).

Eddy mencontohkan untuk biaya percakapan SLJJ dari telepon rumah ke seluler antara pk 07.00 s/d 08.00 pada zona 3 (jarak di atas 500 km) yang semula dikenakan Rp865 per 20 detik turun sekitar 46,2 persen menjadi hanya Rp465 per 20 detik.

Biaya percakapan SLJJ dari telepon tetap ke seluler antara pk 07.00 s/d 08.00 pada zone 1 (jarak 30 s/d 200 km) yang semula dikenakan Rp538,3 per 20 detik turun 44,3 persen menjadi Rp300 per 20 detik.

Telkom juga memberlakukan tarif flat percakapan SLJJ antara telepon rumah dan dari telepon rumah ke Flexi pada pk 23.00 s/d 06.00 ke seluruh Indonesia (tanpa memperhitungkan jarak) dengan tarif hanya Rp32 per 6 detik.

Source



Tuesday, February 12, 2008

If you're a person who hates to even think about getting up on stage and performing for an audience then you may have some understanding of what it is like for some to consider starting their own online business.

For many people who experience stage fright there are two dynamics at work. The first is a feeling that they would love to be able to perform. In fact some might even believe they have everything it takes to be a great performer. The second is that they are fully convinced they would freeze on stage and not be able to perform. The potential embarrassment keeps them sidelined.

The idea of business ownership is very similar. If you visit enough brick and mortar stores you can begin to identify individuals who are gifted in multiple areas. They would be prime candidates for business ownership, but in may cases they would never seriously consider the idea although they may be equally certain they could make a business successful.

In most cases this dynamic may be attributed to the fact that the individual has never owned a business previously and may be uncertain that their present skills are enough to develop a business.

It may also have to do with a constantly shifting future timeline. For instance an individual may have a date of five years fixed in their mind to begin their own business, but that date is constantly on fast forward and the business idea never seems to be developed.

This process can be a bit like agreeing to play a part in a locally produced musical. You attend all the rehearsals and memorize your lines. You learn the music and are outfitted with a costume. However, after the dress rehearsal you go home and never return for the actual performance.

In the case of developing an online business a prospective owner can look at the potential of site development, hosting packages, product availability and a myriad of other issues and then just when family and friends think the business will launch the entire thought process stops and the business idea is simply referred to as "the business I could have started."


It really is a bold step to develop a business. You are assuming a variety of risks and rewards and you are placing a dream on a pedestal for all to see. What happens if no one likes your business idea? What will you think if the idea is ridiculed at some point? Wouldn't it be easier to just forget about it?

There are countless potential business owners who have shelved great ideas because they have developed a case of 'stage fright'. They would like to own a business of their own, but they find more comfort in the idea that playing it safe (and out of the spotlight) may be the only option they could handle.

Stage fright comes when anyone has to perform in a setting they are not comfortable with, but the great performers always find a way to ensure that the show will 'go on'.

You can be one of the great performers you just need to find the right stage and then confidently work through your performance.

Author: Scott Lindsay

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com