Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts
Thursday, April 19, 2012
MANCHESTER, KOMPAS.com — Orangutan memiliki kecerdasan rekayasa bak seorang insinyur teknik. Kecerdasan ini dibuktikan orangutan saat membangun sarang.
Tim peneliti yang dipimpin oleh peneliti dari University of Manchester merekam kecerdasan lewat proyek riset di Sumatera. Tim mengikuti orangutan dan mengobservasi sarang yang dibangunnya.
Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal PNAS baru-baru ini menunjukkan bahwa orangutan memilih cabang tebal sebagai penyangga dan ranting tipis sebagai matras atau alas.
Roland Ennons dari University of Manchester mengungkapkan bahwa perilaku pemilihan cabang dan ranting menunjukkan kemampuan rekayasa atau teknik orangutan. "Mereka menunjukkan kemampuan rekayasa yang besar dalam cara membangun sarang," kata Ennons seperti dikutip BBC, Senin (16/4/2012).
Orangutan mengumpulkan dan menyusun cabang-cabang tebal dan fleksibel untuk dijadikan rangka sarang. Selanjutnya, ranting yang berdaun ditambahkan sehingga sarang menjadi lebih nyaman.
Adam van Casteren, pemimpin studi yang juga kandidat PhD, membutuhkan waktu setahun untuk menyelesaikan penelitiannya. Ia dan rekannya, Julia Myatt dari London Royal Vereinary College, merekam perilaku orangutan membangun sarang. Orangutan bisa menyelesaikan pembangunan sarang dalam 5-6 menit.
Begitu orangutan bangun dan meninggalkan sarang, Van Casteren naik ke sarang yang bisa berketinggian 30 meter dan mengukurnya. "Saya membongkar setiap sarang dan membawanya ke tenda untuk melakukan pengujian," kata Van Casteren.
Tes mekanik yang dilakukan menunjukkan bahwa orangutan memilih ranting berdasarkan karakteristik strukturnya. "Orangutan jantan bisa punya berat hingga 80 kg dan sarangnya bisa sangat tinggi. Jadi butuh struktur yang kuat," jelas Van Casteren.
Pemilihan yang dilakukan orangutan menunjukkan bahwa orangutan tak cuma melihat ranting sebagai ranting belaka, tetapi sebagai material bangunan.
Source
Tim peneliti yang dipimpin oleh peneliti dari University of Manchester merekam kecerdasan lewat proyek riset di Sumatera. Tim mengikuti orangutan dan mengobservasi sarang yang dibangunnya.
Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal PNAS baru-baru ini menunjukkan bahwa orangutan memilih cabang tebal sebagai penyangga dan ranting tipis sebagai matras atau alas.
Roland Ennons dari University of Manchester mengungkapkan bahwa perilaku pemilihan cabang dan ranting menunjukkan kemampuan rekayasa atau teknik orangutan. "Mereka menunjukkan kemampuan rekayasa yang besar dalam cara membangun sarang," kata Ennons seperti dikutip BBC, Senin (16/4/2012).
Orangutan mengumpulkan dan menyusun cabang-cabang tebal dan fleksibel untuk dijadikan rangka sarang. Selanjutnya, ranting yang berdaun ditambahkan sehingga sarang menjadi lebih nyaman.
Adam van Casteren, pemimpin studi yang juga kandidat PhD, membutuhkan waktu setahun untuk menyelesaikan penelitiannya. Ia dan rekannya, Julia Myatt dari London Royal Vereinary College, merekam perilaku orangutan membangun sarang. Orangutan bisa menyelesaikan pembangunan sarang dalam 5-6 menit.
Begitu orangutan bangun dan meninggalkan sarang, Van Casteren naik ke sarang yang bisa berketinggian 30 meter dan mengukurnya. "Saya membongkar setiap sarang dan membawanya ke tenda untuk melakukan pengujian," kata Van Casteren.
Tes mekanik yang dilakukan menunjukkan bahwa orangutan memilih ranting berdasarkan karakteristik strukturnya. "Orangutan jantan bisa punya berat hingga 80 kg dan sarangnya bisa sangat tinggi. Jadi butuh struktur yang kuat," jelas Van Casteren.
Pemilihan yang dilakukan orangutan menunjukkan bahwa orangutan tak cuma melihat ranting sebagai ranting belaka, tetapi sebagai material bangunan.
Source
Labels: Flora dan Fauna, Ilmu Pengetahuan
Thursday, April 12, 2012
1. Kesalahan penelitian
Peneliti di Jenewa, Swiss, sedang mencoba untuk memecahkan beberapa misteri alam semesta dengan meneliti Large Hadron Collider. Akselerator raksasa yang kemampuannya untuk membuat lubang hitam kecil dan jenis baru partikel. Kekuatan alat ini masih belum diketahui dan dikhawatirkan terus meningkat. Beberapa orang takut energi yang luar biasa itu bisa membawa kehancuran dunia, atau bahkan seluruh alam semesta.
2. Letusan gunung berapi besar
Di bawah Taman Nasional Yellowstone ada gunung berapi aktif yang sangat besar. Jika gunung itu meledak, kehancuran akan terjadi. Lava dan debu yang mengalir keluar dari sebuah supervolcano. Insiden itu diperkirakan bisa menutupi benua sebesar Amerika Utara dan akan menewaskan hampir semua orang.
Debu itu bahkan bisa memblokade sinar matahari di seluruh dunia sehingga memicu musim dingin vulkanik yang akan berlangsung dalam waktu lama. Para ilmuwan tidak tahu kapan atau di mana supervolcano berikutnya akan terjadi. Namun, mereka sadar jika itu terjadi tidak ada cara untuk menghentikannya.
3. Perubahan iklm yang ekstrim
Suatu hari nanti, bumi akan mengalami zaman es baru. Iklim akan berubah secara drastis dalam tahun-tahun mendatang. Suhu terus meningkat karena pemanasan global.
Selain itu, pada 2013 matahari dijadwalkan mencapai puncak aktivitas, ketika badai api di permukaannya akan menyebabkan radiasi yang mengganggu teknologi.
4. Serangan alien?
Banyak film fiksi ilmiah yang menceritakan tentang serangan makhluk asing ke bumi. Para peneliti percaya jika kemungkinan besar hal itu bisa saja terjadi. Sama seperti kita yang ingin menemukan ratusan planet di sekitar bintang lain, astronom asing akan melihat bumi dan ingin menghuni bumi.
5. Komputer mengambil alih
Dalam film iRobot diceritakan komputer akan mengambil alih kehidpan manusia. Kemungkinan hal itu juga akan terjadi karena teknologi yang terus berkembang justru membuat manusia akan semakin malas untuk berpikir. Penelitian menciptakan teknologi yang memungkinkan orang untuk mengendalikan komputer secara langsung.
6. Asteroid menghantam bumi
Diperkirakan asteroid sebesar gunung himalaya akan menghantam bumi dam memusnahkan banyak kehidupan di masa mendatang. Para astronom saat ini melacak lebih dari 1.200 objek berpotensi berbahaya yang cukup besar dan datang cukup dekat ke bumi.
7. Wabah penyakit mematikan
Mungkin hanya masalah waktu sebelum beberapa pandemi tidak dapat diobati dan mematikan terjadi di seluruh dunia. Hal itu bisa terjadi akibat jutaan wisatawan mengunjung berbagai bagian dunia yang terinfeksi. Akibatnya, sebelum karantina, epidemi itu telah menyebar luas.
8. Ledakan bintang
Di tahun 2008 astronom khawatir bahwa sebuah bintang yang disebut WR104 meledak. Bintang itu tampak seperti ikan berbaris untuk menembak ke arah bumi.(The Sun/ADO)Source
Labels: Ilmu Pengetahuan
Subscribe to:
Posts (Atom)

