Referensi

Jasa Web Design

Showing posts with label Feature. Show all posts
Showing posts with label Feature. Show all posts

Monday, April 2, 2012

Washington, KompasOtomotif Macet, selain membuang waktu dan memperparah polusi, sudah pasti adalah pemborosan. Contohnya, kemacetan di Jakarta menyebabkan pemborosan BBM yang diperkirakan setahunnya bernilai Rp 10 triliun.

Akibatnya, muncul kebijakan baru di beberapa kota atau negara di dunia. Di India, pemerintah membuat kebijakan khusus, yaitu "pajak kemacetan". Tujuannya untuk mengurangi kerugian akibat macet. Kebijakan serupa juga dibuat di Inggris dan diterapkan untuk kota London.
Negara adidaya Amerika ternyata juga berjuang keras untuk mengatasi masalah kemacetan di jalan raya. Saat ini, pemerintahan Obama sibuk mendorong investasi membuat pembangunan jalan dan infrastruktur. Menurut data Departemen Keuangan AS—dilansir Autoguide, Selasa (27/3/2012)—pengendara Amerika membuang 7,6 miliar liter bahan bakar minyak setiap tahun secara sia-sia atau merupakan pemborosan.
Dijelaskan, kemacetan lalu lintas makin parah karena infrastruktur yang sudah ada tidak terpelihara dengan baik. Sementara pertumbuhan infrastruktur baru juga kurang. Sebaliknya, pertumbuhan jumlah kendaraan melaju makin kencang!

Departemen Keuangan AS memperkirakan, untuk memecahkan masalah kemacetan itu, dibutuhkan biaya 85 miliar dollar AS atau sekitar Rp 781,4 triliun tiap tahun selama 20 tahun berturut-turut. Anggaran tersebut hanya untuk pemeliharaan jalan dan jembatan. Dalam studi ini juga ditemukan bahwa 90 persen pengemudi di Amerika telah menghabiskan 14 persen penghasilannya untuk membiayai transportasi mereka.
Jalan rusak juga turut memperparah kemacetan dan menyebabkan biaya perawatan kendaraan bertambah. Karena itu, berdasarkan dari hasil studi disimpulkan, pemilik mobil di Los Angeles, dalam setahun mereka harus mengeluarkan biaya ekstra 746 dollar AS (Rp 6,8 juta).
Jadi, untuk mencegah kemacetan bukan hanya dengan membangun infrastruktur baru, melainkan fasilitas lama juga harus dipelihara. Bahkan kalau perlu ada kebijakan, misalnya, pajak!
Source

Zhejiang, KompasOtomotif - Robot-robot transformers menyerang China! Begitulah khayalan Zhu Kefeng, seorang seniman China yang telah membuat sekitar 600 robot dan figur kartun dari limbah mobil. Karyanya itu dibuat dalam berbagai ukuran dan rupa,  mulai dari robot yang besar, sangar dan selalu mengancam, hingga pada tokoh kartun kecil-kecil dengan tampang bersahabat.
Proyek yang mulai dibangun pada 2010 ini berdiri di lahan 225 hektar di kota Jiaxing, provinsi Zhejiang, China. Untuk pembuatan robot, Zhu beserta timnya menghabiskan umur 10 tahun buat mengumpulkan, membaur dan membentuk besi-besi tua tersebut. Tempat itu pun diberi nama "Mr. Iron Robot Theme Park", dengan robot setinggi lebih dari 3 meter berada di depan taman.
Hampir semua bagian mobil bekas dipakai oleh Zhu, mulai dari bodi, roda, bagian mesin, knalpot dan yang lainnya.

"Karya-karya ini terinspirasi dari kenangan masa kecil saya yang sangat suka bermain dengan mainan robot dan mobil besi. Saya ingin membagikan kegembiraan masa kecil saya dengan anak-anak dengan membangun taman hiburan ini. Hasilnya ketika taman ini bisa dinikmati orang lain, saya senang sekali," jelas seniman berusia 49 tahun itu.
Seiring berkembangnya pasar otomotif Cina dan banyak mobil-mobil baru bermunculan, bertambah pula limbah-limbah mobil bekas. Fenomena itu ikut mendorong kreatifitas Zhu membangkitkan kesadaran terhadap lingkungan melalui karya seni yang eksentrik. Tempat itu juga menjadi kawasan wisata bagi keluarga dan anak-anak di Cina. 
 Source

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com