Tuesday, July 8, 2014
Mungkin orang asing mengenal negara Indonesia sebagai negara dengan pulau terbaik dunia, maka terenak dunia, langganan juara bulu tangkis ataupun olimpiade. Namun sepertinya predikat itu akan semakin bertambah, karena dua perusahaan tanah air yang tergolong masih BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sukses masuk ke jajaran top 500 perusahaan dengan omzet terbesar di dunia.
Menurut daftar bergengsi yang diterbitkan oleh Fortune 500, kedua perusahaan yang berhasil masuk ke dalam 500 perusahaan dengan omzet terbesar itu ialah Pertamina dan PLN.
Ya kedua perusahaan pelat merah milik negara ini berhasil masuk daftar fortune 500 jajaran perusahaan terbesar di dunia. PT Pertamina (Persero) yang bergerak dalam menghasil produk minyak dan gas ini meraup omzet 71,10 miliar di 2013 atau naik tipis 0, 3% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, laba perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama Karen Agustiawan ternyata naik sebesar 10,9% atau menuju US$ 3 miliar. Walaupun omzet dan keuntungannya naik dari tahun sebelumnya, Pertamina termasuk perusahaan yang turun peringkat di majalah Fortune ini karena sebelumnya peringkat BUMN dengan 24.781 karyawan ini berada pada urutan 122 dan kini turun menjadi 123.
PT Perusahaan Listrik Negara-PLN (Persero) juga masuk ke daftar perusahaan terbesar sebagai pendatang baru di jajaran 500 perusahaan terbesar menurut fortune. BUMN Listrik itu sukses meraup omzet sebanyak US$ 25 miliar, naik tipis 0,6% dari tahun sebelumnya. Walaupun omzetnya naik, tapi perusahaan yang mempunyai karyawan sebanyak 63.204 dan dipimpin oleh Direktur Utama Nur Pamudji ini ternyata labanya berkurang sangat dalam hingga 938,2% atau rugi sebanyak 2,87 miliar USD. Kerugian yang dialami BUMN listrik ini diduga karena terjadinya selisih kurs.
Thursday, May 8, 2014
Indonesia Turut Ambil Tangan dalam Penanganan Virus MERS Cov
0 comments Posted by Unknown at 9:51 AMVirus MERS Cov kini telah menjadi perhatian hangat di mancanegara. Virus yang mulanya hanya terdapat di Arab Saudi kini telah menyebar dan mengancam negara-negara lainnya, seperti di benua Eropa, Amerika serta Asia. Tanpa disadari, virus tersebut telah masuk ke Indonesia hingga menyebabkan 1 orang balita di Medan meninggal dunia akibat virus MERS Cov.
WHO (World Health Organization) yang merupakan satu badan PBB yang bertindak sebagai sebagai koordinator kesehatan umum internasional masih terus mencari solusi terbaik untuk meminimalisir tentang penyakit yang disebabkan oleh Virus MERS Cov. Indonesia juga turut bekerjasama dalam meneliti keberadaan virus MERS Cov ini.
"WHO sudah membuat tim, terdiri dari 15 pakar. Di mana salah satunya itu adalah saya," ujar Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama Kepala Badan Litbangkes di Ruang Direksi griya puspa RS Persahabatan di Ruang Direksi griya puspa RS Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu, (7/5/2014)
Sehubung dengan adanya tim tersebut, virus MERS Cov akan segera dituntaskan. Menurut Prof Tjandra, masyarakat indonesia harus mengetahui bahwa virus ini belum menjadi pandemik di negara kita. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan virus MERS ini, namun harus tetap waspada.
"Yang ditakuti kan masyarakat kan virus menyebar dari orang ke orang lain. Tetapi, virus ini penyebab penyebarannya dari apa dan penyebarannya apakah benar-benar belum tahu. Sejauh ini penyebarannya dari manusia ke manusia belum berlanjut," tutur Prof Tjandra.
"Bahwa kemungkinan penularan langsung dari onta ke manusia itu 'iya', tapi belum ada bukti sampai saat ini penularan itu berasal dari onta," lanjutnya.
Labels: Indonesia, Virus MERS Cov