Referensi

Jasa Web Design

Wednesday, November 28, 2007

Jakarta:Departemen Kesehatan membantah tak siap mengelola anggaran kesehatan jemaah haji. Direktur Surveillance, Epidemologi, Imunisasi, dan Kesehatan Matra, Yusharmen, menyatakan Departemen Kesehatan telah jauh hari menyiapkan peralatan dan tenaga kesehatan.

“Saat ini tak ada masalah lagi, semua sudah beres,” katanya saat dihubungi Tempo, Rabu (28/11).

Menurut Yusharmen, semua peralatan sudah didistribusikan ke balai pengobatan di Jeddah, Mekah, dan Madinah. Tiap kloter pun sudah mendapat alat kesehatan. “Tak ada alat kesehatan yang masih tertahan di bandara,” ujarnya.

Ia mengakui, sebagian alat kesehatan merupakan sisa pemberangkatan jemaah tahun lalu. Peralatan itu sebelumnya milik Departemen Agama, dan masih aman digunakan untuk jemaah. Penggunaan peralatan tahun lalu pun merupakan bentuk penghematan anggaran negara.

Sebelumnya, Ketua Tim Pengawas Haji DPR Gelombang I, Said Abdullah, menyatakan Departemen Kesehatan tak siap mengelola kesehatan jemaah haji. Menurut Said, banyak peralatan merupakan sisa penyelenggaraan haji tahun lalu. Peralatan pun masih tertahan di Bandara Jeddah. Selain itu, tim medis baru menerima upah SR 500 dari ketentuan SR 3 ribu.

Yusharmen mengakui, sempat terjadi keterlambatan pembayaran upah tenaga kesehatan. Menurut dia, keterlambatan itu disebabkan penyempurnaan anggaran yang dilakukan Departemen Keuangan. Saat ini, kata dia, semua petugas sudah mendapat upah penuh. “Kalau dalam kurs dolar, sekitar US$ 50 per hari,” ujarnya.

Departemen Kesehatan, lanjut Yusharmen, telah menambah jumlah tenaga kesehatan jemaah haji. Tahun lalu, tiap kloter didampingi 1 dokter dan 1 perawat. Tahun ini, ada 1 dokter dan 2 perawat yang siap melayani di tiap kloter.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com