Monday, December 31, 2007
Sabang, Aceh (ANTARA News) - Komandan Pelabuhan Udara (Danlanud) Sabang, Letkol (Pnb) Eko T. Tubiantoro menyatakan sebelum Nomad milik TNI Angkatan Laut jatuh di perairan Sabang, Minggu (30/12), mesin pesawat naas itu tiba-tiba mati sehingga tidak bisa dikendalikan.
"Petugas menara Bandara Maimun Saleh sempat kontak dengan pilot yang menyatakan mesin pesawat mati. Setelah itu, komunikasi putus," katanya kepada wartawan usai pelepasan jenazah korban di Sabang, Senin.
Ia menyatakan untuk memastikan sebab-sebab terjadinya musibah ini akan diturunkan tim dari Mabes TNI AU.
Ketika ditanya kapan tim itu tiba di Sabang, Eko menyatakan belum tahu pasti. "Kita tidak tahu pasti kapan tim itu datang, yang jelas saat ini kita masih fokuskan pencarian korban," katanya.
Ia menyatakan pada saat lepas landas, sekitar pukul 11.07 WIB, pilot masih melakukan komunikasi dengan petugas menara. Setelah beberapa saat kemudian, komunikasi terputus.
Sebelum pesawat jatuh, ada informasi pesawat akan kembali untuk melakukan pendaratan darurat.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sabang Kolonel Laut Tri Wahyudi mengatakan sebelum jatuh ke laut, pesawat sudah sempat terbang selama 20 menit.
Menurut seorang saksi mata bernama Hidayat, ia melihat pesawat terbang rendah ke arah laut. "Saya kira pesawat sedang melakukan atraksi. Tetapi ternyata pesawat justru masuk ke dalam laut," ujarnya.
Hidayat yang saat itu sedang mancing mengatakan saat masuk ke laut, pesawat itu tidak meledak, hanya terdengar suara keras seperti suara ledakan.
Bahkan, lanjut Hidayat, dirinya melihat pesawat sempat mengambang dan ada korban yang sempat muncul ke permukaan air, namun akhirnya pesawat tersebut tenggelam.
Pesawat berpenumpang tujuh orang itu, termasuk pilot dan co pilot, terhempas ke laut dan kemudian terbenam, dengan jarak sekitar 200-an meter dari bibir pantai Batee Meu-on, Kelurahan Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya.
Menurut siaran pers yang dikeluarkan Kadispen TNI-AL, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, lokasi jatuhnya pesawat Nomad P-833 itu berada di 05.52 derajat LU dan derajat 09.521 BT.
Ketujuh penumpang adalah Lettu Eri Syambudi (pilot), Letda Aris Supitoyo (co pilot), Serda F. Yudi Sumbawa, Serka Slamet Agustono, Agus Riadi (Kelasi Kepala), Mayor Suwito (Komandan Lanudal Sabang), dan Trianda (PNS).
Empat korban berhasil ditemukan, namun dua di antaranya meninggal dunia, yakni Triadi dan Serma F. Yudi. Sementara Agus Riadi dan Serka Agustono selamat. Tiga korban lainnya belum ditemukan. (*)
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Bencana dan Kecelakaan, News

0 comments:
Post a Comment