Monday, December 31, 2007
Seorang pelajar tingkat dua di Institute Maritim Jiangsu, Nanjing, China memutuskan keluar dari sekolahnya setelah memenangkan lotere sebesar lima juta Yuan (sekitar Rp 6,15 miliar).
Pelajar itu, yang namanya disamarkan sebagai Yong, adalah satu-satunya pemenang dalam 'Double Ball' yang diterbitkan oleh China Welfare Lottery, Selasa lalu. Setelah diberitahu kalau dia memenangkan lotere itu, Yong langsung pulang ke rumahnya.
"Kami ragu ia mau kembali ke sekolah. Tapi kami berharap ia akhirnya mau menyelesaikan studinya," tulis guru sekolahnya, seperti dikutip kantor berita Reuters.
Lotere awalnya dilarang di China. Partai Komunis menghapus lotere pada 1949, setelah merebut tampuk kekuasaan. Lotere dinyatakan sebagai praktik kapitalis yang dekaden.
Tapi lotere muncul kembali pada 1987, seiring reformasi ekonomi yang berorientasi pasar. Lotere lalu populer bagi kalangan miskin dan orang kaya baru, walau segala bentuk perjudian sebenarnya tetap dilarang.
Bulan lalu, China pertama kali membuat pusat bantuan bagi mereka yang kecanduan lotere, termasuk menyediakan jasa konseling dan bantuan hukum.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:
Post a Comment