Friday, November 23, 2007
Mataram: Rencana pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
untuk mengadakan mesin kondom di daerah prostitusi ditollak para tokoh agama setempat.
"Mereka takut disalahgunakan oleh anak-anak sekolah," kata Kepala Dinas Kesehatan Baiq Magdalena, dalam jumpa pers di Mataram, NTB, Kamis (22/11).
Padahal data Dinas Kesehatan NTB menununjukkan, hingga Oktober tahun ini terdapat 107 orang postif terkena HIV (Human Immuno Deficiency Virus), dan 65 penderita AIDS (Acquired Imunne Deficiency Syndrome). Dari jumlah itu, kasus terbanyak ada di Kota Mataram, dengan 48 kasus HIV dan 33 kasus AIDS.
Dinas Kesehatan juga mencatat ada 26 kasus HIV berdasarkan uji serologi sentinel. Tapi, data ini tak termasuk dalam data HIV/AIDS nasional.
Kebanyakan kasus itu, kata Magdalena, terjadi karena perilaku seks. Terutama, di daerah pariwisata dan kawasan pertambangan Newmont. Tapi, ada juga yang disebabkan penggunaan jarum suntik narkoba (injection drug user). "Untuk kasus IDU, terjadi di lembaga pemasyarakatan," katanya.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Agama, News, Religion (Agama), Sosial Politik

0 comments:
Post a Comment