Referensi

Jasa Web Design

Friday, November 23, 2007

Singapura: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa yakin Indonesia bisa meratifikasi Piagam ASEAN (ASEAN Charter) sebelum KTT ASEAN ke-14 di Bangkok, Thailand tahun depan.

"Seperti negara lain, ratifikasi diharapkan bisa selesai dalam satu tahun," kata Presiden saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di hotel Raffles Plaza, Singapura, Kamis (22/11).

Yudhyono tidak melihat sikap keras DPR terhadap masalah Myanmar akan menghambat proses ratifikasi. "Keras dan tidak keras itu kita lihat hakekatnya," kata dia.

Menurut Presiden, pemerintah sesungguhnya punya tujuan yang sama dengan sikap para aktivis HAM dan anggota DPR yang bersikap keras, yakni Myanmar harus melakukan proses demokratisasi. Namun, kata Yudhoyono, cara pemerintah memang berbeda.

Pemerintah tidak setuju dengan sanksi, "karena bila sanksi diberlakukan maka saudara-saudara kita di myanmar akan menjadi lebih susah," ujarnya. Misalnya saja, kata dia, bila 10 tahun yang lalu Indonesia diberikan sanksi, ditekan dan diberlakukan embargo habis-habisan, maka bangsa Indonesia bisa pecah.

Meski yakin memiliki hakekat yang sama, Yudhoyono, tetap akan melakukan langkah-langkah khusus terhadap DPR agar proses ratifikasi ASEAN Charter ini bisa secepatnya, satu di antaranya dibahas secara substansial, komprehensif dengan DPR. "Keberhasilan meratifikasi memang tidak terlepas dari parlemen dalam menilai urgensi dari ratifikasi tersebut," katanya.

Sebelumnya, anggota kelompok pakar Piagam ASEAN (Eminent Person Group on ASEAN Charter), Ali Alatas juga optimistis Indonesia bisa memenuhi target ratifikasi dalam waktu satu tahun. "Bila semua negara sudah meratifikasi, maka charter ini segera berlaku," ujarnya di Singapura kemarin

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com