Referensi

Jasa Web Design

Wednesday, November 28, 2007

JAKARTA - Indonesia akan mendapatkan manfaat ganda dari penyelenggaraan Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCC) di Bali, 3-14 Desember mendatang. Selain potensi dana triliunan rupiah dari program Reducing Emission from Deforestation in Developing Country (REDD), Indonesia bakal meraup devisa langsung sekitar USD 36,5 juta atau sekitar Rp 340 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (Asita) Ben Sukma Harahap mengatakan, UNFCC akan dihadiri 10.500 peserta dan peninjau dari 52 negara. Dengan estimasi kebutuhan harian masing-masing peserta USD 250, selama 14 hari akan diperoleh devisa USD 36,5 juta.

"Ini hanya devisa dari booking hotel dan tiket transportasi. Belum termasuk biaya makan di luar hotel, pesiar, dan belanja suvenir," terangnya.

Kehadiran delegasi seluruh negara anggota PBB dalam konferensi yang akan digelar di Nusa Dua tersebut juga akan mendukung pencapaian target kedatangan 5,2 juta wisatawan asing ke Indonesia tahun ini. "Sampai awal September, sudah 3,8 juta wisatawan yang datang ke Indonesia. Kami yakin, target akan terpenuhi," katanya.

Ben mengakui, mayoritas wisatawan asing saat ini berasal dari negara-negara di sekitar Rusia. Mereka umumnya menggemari paket-paket perjalanan wisata outbound tourism. Misalnya, mengunjungi tempat wisata alam di sejumlah provinsi dan spa.

Untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisata, Asita mengusulkan perbaikan layanan visa on arrival dengan menambah konter pelayanan visa di kawasan nondiplomatik. Di antaranya, pusat perbelanjaan dan bandara.

Selain itu, Asita mengusulkan, pemerintah mewajibkan maskapai penerbangan mengalokasikan 20 persen kursi di setiap penerbangan untuk wisatawan dengan harga yang wajar.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com