Referensi

Jasa Web Design

Friday, November 23, 2007

Jakarta:Kalangan pengusaha meminta pemerintah menghapus pajak pertambahan nilai bahan bakar minyak (BBM) industri. Cara tersebut untuk meringankan beban pengusaha akibat lonjakan harga minyak yang mendekati US$ 100 per barel.

"Kami tidak minta insentif muluk-muluk, tapi pemerintah melakukan tindakan nyata menghapus pajak pertambahan nilai bahan bakar industri atau pajak kendaraan bermotor," ujar Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia Thomas Darmawan kepada Tempo, Kamis (22/11).

Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia akan terus terjadi hingga tahun depan. Kondisi tersebut dipersulit dengan anjloknya nilai tukar rupiah pada level Rp 9.400 per dolar AS. "Jika pemerintah tak membantu, industri bisa kolaps dan kenaikan harga produk tidak bisa dihindari," katanya.

Thomas mengatakan, kebijakan PT Pertamina (Persero) menaikan bahan bakar industri setiap dua minggu akan memukul industri. Dia menambahkan, jika dibandingkan dengan harga bahan bakar industri pada Januari lalu, kenaikannya hingga November 2007 rata-rata 51,25-93,6 persen.

Akibat kenaikan harga bahan bakar, kata dia, berdampak pada kenaikan ongkos produksi, transportasi dan bahan baku. "Saat ini biaya produksi sudah mencapai 3-10 persen dari total biaya," kata Thomas. Dia menambahkan, khusus industri yang menggunakan es seperti perikanan, biaya produksi mencapai 80 persen dari total biaya.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto menyatakan optimistis penjualan kendaraan tetap naik meski terjadi kenaikan harga minyak. Menurut dia, kenaikan harga minyak berdampak pada biaya proses manufaktur. "Tapi kami akan melakukan efisiensi sebelum menaikan harga jual produk," katanya, Kamis (22/11).

Tentang harga jual kendaraan pada tahun depan, Joko menolak memberikan penjelasan. Menurut dia, kenaikan harga tidak hanya disebabkan kenaikan harga minyak. "Tapi juga inflasi dan lainnya," ujarnya.

Pada transkasi perdagangan kemarin, harga minyak untuk pengiriman Januari 2008 berada pada level US$ 97,60 per barel setelah menyentuh US$ 99,29 per barel pada Rabu (21/22). Menurut kantor berita AFP, harga pada bursa minyak di New York, Amerika Serikat diperdagangkan pada level US$ 97,60 naik US$ 30 sen pada saat pembukaan US$ 97,29. Harga minyak untuk jenis Brent North Sea untuk Januari diperdagangkan US$ 95,18 per barel naik US$ 34 sen.

Sejak Januari hingga November 2007 harga minyak dunia naik sekitar 64 persen. Kalangan analis memperkirakan harga minyak hingga tahun depan akan berada diatas level U$ 96 per barel.

Kenaikan harga minyak selama tahun ini disebabkan beberapa faktor. Antara lain, terganggungnya kegiatan produksi minyak di Negeria, ancaman serangan Amerika ke Iran dan permintaan yang tinggi dari Cina dan India.


Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com