Sunday, November 11, 2007
Minggu 11 November 2007, Jam: 8:39:00
BEKASI – Jerit tangis anak dan istri korban tak digubris. Empat pria itu tetap saja menyeret Marnex keluar dari rumahnya. Tiga jam kemudian buruh bangunan itu ditemukan terbenam di dalam lumpur sawah. Nyawanya tak tertolong lagi.
Peristiwa tragis, sadis dan tak berperikemanusiaan itu terjadi di Kampung Dua, Jakasampurna, Bekasi Barat, Jumat (9/11) malam. Marnex, seorang buruh bangunan, tewas mengenaskan dianiaya para penculiknya setelah sebelumnya diseret dari dalam rumahnya. Teganya, hal itu dilakukan di hadapan istri, anak serta bapaknya.
Menurut penuturan istri korban, Ny. Nuraiti, penculikan itu terjadi sekitar pukul 19:00. Saat itu ia sedang tidur bersama Marnex dan dua anaknya yakni Alpin, 6, dan Leo, 1. Tiba-tiba dua pria memaksa masuk ke dalam rumah. Cornelis (ayah Marnex-red) yang saat itu berada di ruang tamu tak bisa mencegah dua lelaki itu menyeret Marnex keluar.
Begitu pula Nuraiti. Dia tak bisa berbuat banyak selain menangis. Sementara Alpin dan Leo, yang ikut terbangun dari tidurnya menjerit ketakutan melihat ayahnya ditarik-tarik penculik. “Udah diam kamu,” hardik penculik saat Nuraiti memohon agar suaminya jangan dibawa.
Setelah dibawa kabur, Cornelis dan Ny. Nuraiti pun mencari Marnex menggunakan angkutan kota. Namun korban tak jua ditemukan. Mertua dan menantu ini kemudian mencari ke rumah salah satu lelaki penculik yang dikenali oleh Nuraiti. Tapi rumah tersebut kosong.
KORBAN DIPUKULI
Karena tak membuahkan hasil, Nuraiti bermaksud pulang, namun dalam perjalanan mereka diberi tahu tetangga kalau Marnex sedang dipukuli di sawah dekat pemancingan. Nuraiti dan Cornelis pun segera ke sana. Keduanya memanggil-manggil nama Marnex. Saat itulah terdengar suara seperti orang kecekik.
Lantaran gelap, Cornelis kemudian menyalakan korek api gas untuk menerangi pematang sawah. Betapa kagetnya mereka saat melihat Marnex ditemukan terbenam dalam lumpur dan sudah tak sadarkan diri. Diperkirakan Marnex terbenam dalam lumpur selama 3 jam.
Korban langsung diangkat dari lumpur lalu dilarikan ke klinik terdekat. Namun klinik maupun rumah sakit terdekat tak sanggup menanganinya sehingga akhirnya korban dibawa ke RSU Bekasi. Dokter di RSU Bekasi berusaha menyelamatkan nyawa buruh bangunan ini, namun gagal. Sekitar pukul 04:00 korban menghembuskan nafas yang terakhir.
Sambil berlinang air mata, Nuraiti menuturkan jika dirinya tak memahami masalah suaminya hingga diculik. "Saya nggak tahu masalahnya. Kan kalau punya masalah bisa dibicarakan secara baik-baik. Bukan main tarik saja dari rumah," tukas Ny. Nuraiti yang sempat histeris di rumah sakit.
Kasatreskrim Polres Bekasi Kompol Syamsuddin Baharudin mengatakan saat ini pihaknya sedang mengejar pelaku yang sudah dikenali. Motif penculikan akan segera diketahui setelah pelaku tertangkap.
PELAJAR DIBACOK
Sementara itu di tempat terpisah, Erwin, 14, pelajar kelas 3 SMP Karya Bahari Koja, Jakarta Utara, dibacok sekelompok lelaki tak dikenal di Lorong 25, Koja, Jumat (9/11) malam. Akibat kejadian itu, korban menderita luka robek di bagian kepala dan langsung dilarikan ke RSUD Koja.
Kanit Reskrim Polsek Koja Ipda Ngatidjan yang dihubungi warga bersama anggotanya langsung ke TKP mengejar para pelaku. Namun, mereka sudah keburu kabur. “Kejadian ini rentetan dari kasus pengeroyokan pada pertengahan bulan puasa lalu, diduga masalah dendam. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya kepada Pos Kota di TKP.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Hukum dan Kriminal, News

0 comments:
Post a Comment