Referensi

Jasa Web Design

Saturday, May 21, 2011

Putri Diana Dibunuh?

Pertanyaan itu terjawab. Di film dokumenter yang menyoroti teori konspirasi di balik kematian Putri Diana dan kekasihnya Dodi Al Fayed pada 1997 silam penyebab kematian sang putri diungkap.

Menurut ayahanda Dodi, Mohammad Al Fayed, ibunda Pangeran William itu dibunuh keluarga kerajaan Inggris karena ia berencana menikah dengan Dodi, seorang Muslim keturunan Arab yang jadi kekasihnya.

Fayed mengatakan itu di film dokumenter Unlawful Killing yang pekan ini tayang perdana di Festival Film Cannes, seperti dikutip Examiner.

Meski tayang di Cannes, Unlawful Killing sendiri belum tayang di Inggris. Kampung halaman Putri Diana itu juga melarang foto-foto tragis Diana sesaat setelah kecelakaan itu dipotong dari film. Reaksi spontan warga Inggris mendengar kabar foto-foto itu bakal dirilis awalnya marah, namun orang-orang kemudian berusaha mencari tahu informasi yang dimuat di film itu.

Sementara itu, membaca ulasan Time, Sabtu (14/5), alasan lain filmnya tak disukai oleh pemerintah Inggris bisa jadi karena tuduhan-tuduhan pembunuhan Diana dialamatkan pada keluarga kerajaan Inggris.

Di filmnya ada pengamat yang menyamakan Pangeran Philip, mertua Diana, sebagai pembunuh berantai. Ada juga yang menyebut keluarga kerajaan sebagai “Gangster Pakai Mahkota.” Seorang teman Diana mengatakan bahwa Diana sudah diperingatkan seorang pejabat partai Konservatif untuk berhenti mengkritik keluarga kerajaan atau “sebuah kecelakaan bisa terjadi.”

Yang paling terang adalah ungkapan dari ayahanda Dodi, kalau Diana dan Dodi dibunuh pihak istana dan Dinas Rahasia Inggris karena ia hamil dan akan menikahi Dodi, kekasihnya berdarah Muslim dan keturunan Arab dari Mesir. “Ini bukan pembunuhan,” kata Mohammad Al Fayed, “tapi pembantaian oleh sebuah keluarga rasis.”

Di film juga terungkap surat tulisan tangan Diana pada kepala pelayannya Paul Burrell pada 1993, beberapa bulan setelah Diana dan Charles berpisah. “Ini adalah masa yang paling membahayakan dari hidup saya—suami saya berencana ‘membuat kecelakaan’ pada mobil saya, rem tak berfungsi dan kepala saya luka parah...” tulis Diana, yang juga menduga Charles selingkuh dengan pengasuh William dan Harry, Tiffy Legge-Bourke dan berencana menikahinya.

Ada Kepentingan Apa?
Film ini memang sangat kental atas tuduhan dan teori konspirasi yang menyelubungi kematian Putri Diana. Namun, yang perlu dicermati pula, film ini tampak sebagai sebuah film “pesanan” karena pembuatannya didanai Mohammad Al-Fayed. Tuduhan Fayed atas kematian putranya bersama Diana sudah sering diutarakannya. Namun, hingga kini belum ada pengadilan yang membuktikannya.

Sutradara Keith Allen mengakui Fayed mendanai filmnya sejumlah 2,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 34,7 miliar setelah Channel 4, stasiun TV inggris yang semula hendak mendanai film ini mundur. “Dia menaruh uangnya karena tak ada lagi pihak yang mau melakukannya,” kata Allen saat jumpa wartawan di Cannes. “Jika saya bisa mendapatkannya dari orang lain, itu lebih bagus. Tapi saya tak dapat,” katanya lagi.

Entah ada agenda terselubung atau tidak, film ini hadir di saat yang tepat saat hingar-bingar Royal Wedding Panbgeran William-Kate Middleton belum usai. Tuduhan soal teori konspirasi pada pembunuhan Putri Diana sejatinya bukan hal baru. Sudah ada lusinan buku soal ini. Jadi, jangan-jangan alasan sesungguhnya adalah komersil, sekadar mengungkit kabar usang demi meraih untung di momen yang tepat? Entahlah.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com