Sunday, October 18, 2009
Penipuan terbesar di sektor keuangan Amerika Serikat diungkap, Jumat (16/10) di New York. Enam pelaku, termasuk warga terkaya AS keturunan Sri Lanka, ditangkap.
Tuduhan yang diajukan kepada mereka adalah praktik insider trading di bursa bergengsi dunia, Wall Street, New York.
Raj Rajaratnam, salah seorang warga terkaya AS keturunan Sri Lanka, orang yang termasuk ditangkap. Niatnya berangkat ke London, Inggris, sehari sebelum penangkapan sudah diketahui. Karena itu, kepadanya dikenakan larangan bepergian lebih dari 170 kilometer dari rumahnya di New York.
Joseph Demarest Jr, Kepala FBI cabang New York, mengatakan, ”Jelas, keuntungan Galleon Group tidak didapat dari kelihaian berinvestasi, tetapi dengan mengorbankan dana publik, yang turut melakukan aksi jual-beli saham di bursa.”
Hal ini, antara lain, dilakukan dengan menjual saham pada saat perusahaan diketahui akan merugi. Di sisi lain, keuntungan didapatkan dengan membeli saham perusahaan, yang diketahui akan meraih untung.
Kondisi perusahaan itu diketahui karena Rajaratnam mendapatkan informasi dari dalam. Saham-saham perusahaan yang turut dimainkan adalah milik Hotel Hilton, Google. Orang- orang yang terlibat permainan antara lain staf Moody’s Investor Services, IBM.
”Dia bukan master investasi. Dia master penipuan,” kata Robert Khuzami, Direktur Urusan Hukum Bursa Saham AS.
Source
Labels: Bisnis dan Ekonomi, Hukum dan Kriminal, News

0 comments:
Post a Comment