Tuesday, May 26, 2009
Jakarta: Ida Laksmiwati, istri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif yang telah dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Antasari Azhar, hari ini mendatangi Istana Negara. “Beliau berniat menemui Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono,” ujar pengacara Antasari, Mohammad Assegaf ketika dihubungi, Selasa (26/5).
Rencana pertemuan itu mulanya hendak disampaikan secara langsung oleh Ida kepada Presiden pagi tadi. Namun, kata Assegaf, niatan itu batal dilakukan lantaran pihak Istana tidak mengizinkannya. Karena larangan tersebut, Ida lalu menitipkan sepucuk surat kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Kabinet, Hatta Rajasa. “Beliau meminta perlindungan hukum,” katanya.
Assegaf menerangkan, permohonan itu diajukan lantaran Ida menilai bahwa kasus yang membelit suaminya tersebut kental dengan muatan intervensi pihak-pihak tertentu. “Sedari awal beliau meyakini bahwa Antasari tidak terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Keyakinan itu yang saya kira mendorong dia untuk berani menemui Presiden,” kata Assegaf.
Assegaf mengaku tidak mengetahui rencana permintaan perlindungan hukum tersebut. Pasalnya, dalam pertemuan kemarin, Ida tidak sedikitpun menyinggung niatan itu kepada pihak pengacara. “Saya tidak tahu persis siapa yang mendorongnya untuk meminta bantuan. Saya saja baru tahu dari pemberitaan di media massa,” katanya.
Selain menemui presiden, kata Assegaf, permintaan bantuan hukum itu juga dilakukan Ida dengan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat. Di gedung parlemen, Ida sempat menemui Ketua Komisi Tiga, Trimedya Panjaitan dan sejumlah anggota komisi yang lain. “Anggota dewan jauh lebih terbuka,” kata Assegaf.
Menurut Assegaf, upaya perlindungan hukum semacam itu memang tidak diatur dalam Undang-undang. Namun, kata dia, setiap warga negara sebenarnya berhak menempuh langkah itu jika memang kasus yang mereka alami patut mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah. “Saya secara pribadi mendukung,” katanya.
Source
Labels: Hukum dan Kriminal, News

0 comments:
Post a Comment