Friday, May 22, 2009
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) memperkirakan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau ongkos haji turun 15 persen. Perhitungan ini berdasarkan harga minyak mentah dunia yang mempengaruhi komponen penerbangan dalam ongkos haji hingga 54 persen.
Koordinator Divisi Pusat Data dan Analisis ICW Firdaus Ilyas menjelaskan ongkos haji 2008 hingga sebesar US$ 3.517 bisa ditekan sampai US$ 2.914 dengan asumsi harga minyak mentah US$ 70 per barel. “Rata-rata ongkos haji tahun ini seharusnya turun sampai lima jutaan,” kata Ilyas dalam jumpa pers di kantor ICW, Kalibata, Jumat (22/5).
Departemen Agama dan Pemerintah dalam pembahasan biaya haji pekan lalu belum menyepakati ongkos haji. Kendalanya, belum ada kesepakatan dalam menetapkan komponen pemondokan dan penerbangan. Pemerintah telah menyelesaikan penyewaan pemondokan dengan menetapkan harga hingga 3.000 Riyal. Untuk penerbangan belum ada kesepakatan dengan maskapai yang tidak ingin menurunkan harga.
ICW sudah menghitung komponen lain dalam memperkirakan ongkos haji tersebut, termasuk komponen pemondokan yang naik, transportasi domestik maupun di Arab Saudi, katering dan biaya lainnya. Naiknya komponen pemondokan tidak banyak mempengaruhi karena jumlah pemondokan yang berlokasi di ring I penambahan dibanding tahun lalu tak sampai 10 persen.
Ketua Forum Reformasi Haji Indonesia Ade Marfuddin menambahkan seharusnya ongkos haji juga turun dengan adanya subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sejak tahun lalu kesehatan ditangani oleh Departemen Kesehatan, selain itu ada biaya tidak langsung lainnya yang juga menggunakan APBN.
Koordinator Tim Independen Pemantau Haji Indonesia Syahid Mulyono mengatakan apabila saat ini pemondokan sudah selesai disewa, seharusnya harganya tak sampai naik. Menurutnya harga pemondokan pada bulan Mei-Maret di ring I masih pada kisaran 1.500 Riyal, pada bulan Juni 1.700 Riyal, dan diatas bulan Juli baru naik diatas 2.000 Riyal.
Pemerintah tidak punya dasar menaikkan ongkos haji baik dengan menghitung komponen pemondokan maupun penerbangan. Rencananya ketiganya akan menemui DPR sebelum dilakukan penetapan BPIH untuk menyampaikan dasar perhitungan ongkos haji. Sebelum pemerintah dan DPR menetapkan ongkos pada awal Juni ini, diharapkan sudah pertemuan sudah dilakukan.
Source
Labels: Agama, Bisnis dan Ekonomi, News

0 comments:
Post a Comment