Tuesday, May 26, 2009
Bandung: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mentargetkan persentase buta aksara pada 2009 berada di bawah 5 persen.
"Insya Allah akhir tahun ini bisa berada di bawah 5 persen dengan kerja keras kita bersama," kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudiby pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2009 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Selasa (26/05)..
Bambang mengatakan persentase buta aksara usia di atas 15 tahun telah bisa diturunkan dari 10,21 persen pada 2004 menjadi 5,97 persen di 2008.
Menurutnya, dari 36 indikator kunci keberhasilan pembangunan pendidikan, sebagian besar sudah memenuhi sasaran, dan bahkan beberapa target indikator berhasil dilampaui dengan amat baik.
Ia mencontohkan, dalam perluasan dan pemerataan akses pendidikan telah berhasil menuntaskan pendidikan untuk semua di tingkat pendidikan dasar melalui program wajib belajar (wajar) sembilan tahun dan menurunkan angka buta huruf.
Pada saat ini jumlah siswa SD dan MI mencapai lebih dari 28 juta siswa dengan angka partisipasi kasar (APK) di atas 115 persen dan angka partisipasi murni mencapai 95,14 persen. Jumlah siswa SMP dan MTs mencapai lebih dari 12 juta siswa dengan angka partisipasi kasar mencapai 96,18 persen.
Sementara itu, siswa SMA, SMK, dan MA mencapai lebih dari 5,1 juta dan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 4,3 juta orang.
Tahun 2009 juga ditandai dengan capaian besar dalam upaya mencerdaskan bangsa, yakni dengan terlaksananya sekolah gratis untuk pendidikan dasar sembilan tahun.
Bantuan pendidikan dari pemerintah melalui program BOS, BOS Buku, BKM dan BOMM serta beragam program beasiswa telah meningkatkan angka partisipasi murni pendidikan dasar dan menengah secara signifikan.
"Sehingga upaya kita memenuhi wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dapat tercapai," katanya.
Source
Labels: News, Sosial Politik

0 comments:
Post a Comment