Thursday, August 14, 2008
Jarang ditemukan sambal atau masakan pedas pada menu makan malam. Para tetua dulu percaya bahwa menyantap makanan pedas sebelum tidur dapat mengganggu kenikmatan istirahat malam. Salah-salah malah merusak tidur sama sekali, alias mencret berkepanjangan.
Kearifan alami yang dipercaya turun-temurun itu, mendorong riset modern untuk membuktikannya. Seperti yang dilakukan peneliti Australia yang merekrut sekelompok anak muda sehat, mereka diminta menyantap makanan dibubuhi saus Tabasco dan mustard sesaat sebelum tidur malam.
Sementara kelompok pembandingnya bersantap makanan yang sama tanpa pedas. Pada saat terlelap, ritme tidurnya dicatat.
Kelompok yang menyantap makanan pedas menghabiskan waktu lebih sedikit pada antara fase tidur ringan atau stage 2 dengan tidur lelap atau stage 3 dan 4. Artinya, penyantap makanan pedas tidur lebih sebentar dan perlu banyak waktu untuk memulai tidur dan bangun.
Dengan kata lain, sulit tidur dan sulit bangun, sementara tidurnya sendiri kurang nyenyak.
Seperti dimuat The International Journal of Psychophysiology ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebabnya. Selain gangguan pencernaan, periset mencatat kenaikan suhu tubuh pada fase pertama siklus tidur. Inilah yang dicurigai sebagai penyebab tidur kurang nyenyak.
Source

0 comments:
Post a Comment