Thursday, July 3, 2008
ENDE, KAMIS- Harga elpiji di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, kini melambung menjadi Rp150.000 per tabung 12 kilogram. Kenaikan harga elpiji itu terus merangkak naik sejak harga bahan bakar minyak, maupun elpiji naik baru-baru ini.
Kebijakan PT Pertamina yang secara resmi telah menaikkan harga elpiji dari Rp 4.250 menjadi Rp 5.250 per kg atau Rp 51.000 menjadi Rp 63.000 per tabung 12 kg terhitung mulai 1 Juli, ternyata berimbas pada kenaikan harga elpiji di tingkat pengecer di Ende yang menembus Rp150.000 per tabung.
Pemilik Toko Fernando, Ny Karolin, mengatakan, kenaikan harga elpiji di Ende menjadi Rp150.000 per tabung tak terhindarkan, sebab biaya transportasi dari Surabaya-Ende relatif tinggi. Sebelum ada kenaikan harga elpiji, harga per tabung Rp125.000. "Tapi begitu harga elpiji naik, harga transportasi pun naik," kata Ny Karolin, Kamis (3/7), di Ende.
Di sisi lain, kenaikan harga elpiji itu juga membuat warga di Ende umumnya enggan beralih dari minyak tanah ke elpiji. "Sebelum harga minyak tanah naik belum lama ini, saya biasa membeli minyak tanah Rp 425.000 per drum. Persediaan itu dapat digunakan selama setahun. Kalau saya beralih ke elpiji dengan harga sekarang Rp150.000 per tabung, umpama satu tabung digunakan untuk dua bulan, dalam setahun saja saya harus mengeluarkan uang untuk elpiji Rp 900.000," kata Ny Diana Fonge, warga Jalan Eltari, Ende.
Source
Labels: Bisnis dan Ekonomi, News, Potret Kehidupan

0 comments:
Post a Comment