Wednesday, May 7, 2008
Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemerintan mempertimbangkan apakah Indonesia akan tetap menjadi anggota atau keluar dari OPEC. Alasannya, Indonesia saat ini sudah bukan lagi menjadi negara pengekspor minyak.
"Kemarin dalam rapat terbatas mengenai subsidi bahan bakar minyak sempat didiskusikan mengenai keberadaan Indonesia di OPEC. Apakah akan tetap atau tidak," ujar Yudhoyono pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2008, Selasa (6/5).
Hadir dalam acara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan kepala daerah provinsi dan bupati serta wali kota se-Indonesia.
Presiden mengatakan Indonesia saat ini bukan lagi pengekspor minyak murni. Dia menjelaskan, ekspor yang dilakukan Indonesia lebih banyak dari minyak yang diimpor. "Apalagi produksi minyak kita semakin menurun," katanya.
Mundur atau tidaknya Indonesia dari keanggotaan OPEC menunggu hasil kinerja pemerintah untuk menaikkan produksi minyak. "Produksi minyak Indonesia saat ini di bawah satu juta barel per hari," ujarnya.
OPEC atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak merupakan organisasi kartel minyak. Saat ini OPEC memasok sekitar 40 persen kebutuhan minyak dunia dengan total produksi sekitar 31 juta barel per hari. Indonesia merupakan negara dari Asia yang menjadi anggota OPEC.
Source
Labels: Bisnis dan Ekonomi, News

0 comments:
Post a Comment