Referensi

Jasa Web Design

Sunday, May 25, 2008

Jakarta: Puluhan bahkan ratusan kali unjuk rasa menentang kenaikan bahan bakar minyak digelar baik di Ibu Kota dan berbagai daerah di Tanah Air. Aksi tak jarang menjurus anarkis. Pengunjuk rasa dan polisi beberapa kali terlibat saling dorong. Namun pemerintah bergeming.

Aksi semakin "panas" ketika beredar kabar BBM akan naik sebesar hampir 30 persen. Kampus Universitas Kristen Indonesia di Cawang, Jakarta Timur menjadi salah satu pusat pergerakan demonstran. Ban-ban bekas dibakar. Tak hanya itu, sebuah mobil berpelat merah disandera demonstran.

Para mahasiswa Universitas Nasional Jakarta tak kalah garang meneriakkan penolakan kenaikan harga BBM. Polisi dalam jumlah besar pun didatangkan. Situasi memanas. Saling lempar petugas dan mahasiswa tak terhindarkan. Botol, batu, dan bom molotov beterbangan. Bentrokan berlangsung hingga subuh.

Menjelang pagi, polisi menyerbu masuk. Lebih dari 100 mahasiswa dan mahasiswi Unas digelandang ke kantor polisi. Tak hanya itu. Sejumlah fasilitas kampus yang ada di Pejaten, Jakarta Selatan ini hancur. Pecahan kaca dan batu berserakan dimana-mana. Beberapa mobil serta sepeda motor rusak.

Insiden di Unas tak menyurutkan semangat para mahasiswa di Malang, Jawa Timur. Unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM di depan Kantor Kotamadya yang dikawal ketat polisi akhirnya menimbulkan gesekan. Demonstran bentrok dengan anggota Kepolisian Resor Kota Malang. Sembilan mahasiswa ditangkap.

Sementara para mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan seolah tak pernah capek untuk turun ke jalan sejak pemerintah mengumumkan akan menaikkan harga BBM. Demonstrasi di depan Universitas Negeri Makassar berlangsung tegang. Polisi terlibat perang batu dengan demonstran. Polisi kehilangan kesabaran dan menyerbu masuk ke kampus. Sejumlah mahasiswa ditangkap.

Demonstrasi besar mahasiswa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM juga terjadi di Universitas Moestopo, Jakarta. Pengunjuk rasa membakar ban-ban bekas yang menyulut emosi polisi. Namun polisi memilih mundur serta tidak seorang pun yang ditangkap.

Unjuk rasa merembet ke depan Istana Merdeka, Jakarta. Polisi mencurigai beberapa demonstran membawa molotov. Aksi pun dibubarkan. Beberapa pengunjuk rasa yang dicurigai memanaskan situasi ditangkap. Sayang, upaya mengamankan unjuk rasa dari aksi anarkis disertai tindakan kurang manusiawi dari aparat.

Demonstrasi berakhir ricuh menjadi pelajaran berharga. Apakah kekerasan bisa menjadi solusi? Begitu mahal harga yang harus dibayar. Kerusakan, luka, bahkan nyawa pun terkadang jadi taruhan. Mungkin ini saatnya bercermin bagi semua pihak jalan damai menyelesaikan persoalan kenaikan harga BBM.

Source



0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com