Referensi

Jasa Web Design

Sunday, February 10, 2008

Jakarta:Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Tommy Jebatu menilai reaksi keras umat kristiani, terhadap cover majalah Tempo edisi 4-10 Februari, berseberangan dengan nilai fundamental agama yakni kasih.

“Tidak perlu melaporkan ke polisi. Toh Tempo, terlepas dari masalah penodaan atau tidak, sudah meminta maaf,” kata Tommy ketika dihubungi Sabtu (9/1).

Tommy menyayangkan langkah sejumlah organisasi kemasyarakatan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Kristen. Kemarin, Aliansi melaporkan Majalah Tempo ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Tommy membantah organisasinya ikut melaporkan. "Itu bukan sikap PMKRI pusat. Mungkin PMKRI cabang yang mengatasnamakan PMKRI pusat," kata dia. “Itu kami sesalkan karena tiba-tiba bergerak.”

Menurut Tommy, pengurus pusat Perhimpunan sama sekali tak berniat memperpanjang kasus ini. Dialog dengan majalah Tempo pada Senin lalu dianggap sudah menyelesaikan masalah. PMKRI, kata dia, hanya berharap Tempo lebih peka terhadap kemungkinan respon publik mengenai hal sensitif menyangkut kepercayaan.

Tommy menjelaskan, perjamuan terakhir merupakan momen sakral bagi umat Katolik. Namun, kata dia, lukisan Leonardo da Vinci The Last Supper belum jelas masuk kategori sakral. "Perjamuan kudus memang sakral. Tapi belum jelas, apakah Leonardo melukis itu karena alasan religius yang bisa disakralkan," kata dia.

Secara teologis, Tommy mengatakan tak berkompeten menjelaskan apakah gambar sampul Tempo terholong penodaan. PMKRI Pusat telah melakukan diskusi informal. Hasilnya, pengurus pusat menganggap pemuka agama yang berkompeten membicarakan masalah teologis.

Source



0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com