Referensi

Jasa Web Design

Wednesday, January 2, 2008

Warga Palu Keluhkan Kelangkaan Gas

Warga Kota Palu dan sekitarnya mengeluhkan kelangkaan gas elpiji di tingkat pengecer. Kalau pun ada, hanya terdapat satu-dua tabung dan harganya sudah melambung tinggi mencapai Rp 100 ribu.

Dari pantauan di lapangan, harga gas elpiji mencapai kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu di toko eceran. Meski demikian, tidak semua toko yang mempunyai gas elpiji mau menjualnya. Alasannya, untuk persediaan pribadi.

Salah seorang warga Kelurahan Lolu Selatan mengatakan sejumlah toko penjual gas elpiji di seputaran Jalan Emy Saelan sudah tidak menjual gas elpiji. Para penjual beralasan stok yang disediakan sudah habis. "Kalau pun ada yang menjualnya, harganya pun sudah mencapai Rp 100 ribu," ujarnya.

Pihak Pertamina Cabang Palu mensinyalir ada oknum penimbun elpiji yang sengaja memanfaatkan situasi akibat kelangkaan minyak tanah yang terjadi saat ini. ”Suplai kita 3.000 tabung elpiji. Seluruh tabung ini didistribusikan langsung ke puluhan agen yang berada di Sulteng dan 14 agen di antaranya berada di Kota Palu,” kata Samsuddin Umar, pengurus Hiswanamigas Palu.

Dia mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan elpiji ini, masalah kebutuhan minyak tanah harus diperbaiki terlebih dulu. Soalnya, para penimbun elpiji ini mulai bermain hanya untuk memanfaatkan situasi kelangkaan minyak tanah saat ini.

Karena itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji dan minyak tanah tersebut, aparat kepolisian yang mestinya lebih proaktif. Para pelaku penimbun minyak tanah harus diusut tuntas.

Juru bicara Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Irfaizal Nasution, mengatakan telah membekuk dua pengusaha penimbun gas elpiji. Mereka adalah pengecer untuk wilayah Palu Barat. Namun Irfaizal belum menyebutkan nama pengusaha penimbun gas elpiji tersebut.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com