Referensi

Jasa Web Design

Wednesday, January 9, 2008

TEMPO Interaktif, Solo:Sedikitnya 2.112 meter tanggul di sepanjang daerah aliran Sungai Bengawan Solo jebol atau putus akibat banjir yang terjadi akhir Desember lalu. Jebolnya tanggul itu terjadi di terjadi di 11 titik mulai dari daerah Wonogiri hingga Babatan, Tuban.

Menurut Ruhban Ruzziyanto, PPK OP Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo selain membuat jebol ribuan meter tanggul, banjir tersebut juga menyebabkan instrastruktur sungai seperti pintu air dan waduk turut rusak. "Terjadi dari hulu sungai di Wonogiri Jawa Tengah sampai hilir di Jawa Timur," katanya, Selasa (8/1)

Kerusakan tanggul terparah terjadi pada bagian hilir Sungai yang meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Di dua daerah ini, setidaknya 1.255 meter tanggul yang putus di berbagai titik, terutama pada Kali Slahung, anak sungai Bengawan Solo di Tuban. Sementara di Madiun, tanggul yang mengalami kerusakan tanggul mencapai sekitar setengah kilometer.

Dua pintu air di Solo mengalami kebocoran, sementara jembatan inspeksi saluran induk Dam Colo Timur di Sukoharjo rusak. Demikian juga dengan waduk Ketro di Sragen tanggulnya longsor. Tebing sungai yang mengalami kelongsoran juga terjadi di sejumlah titik. "Terhadap kerusakan-kerusakan tanggul, dilakukan perbaikan dengan memasang karung plastik berisi pasir untuk memperkuat tanggul," ujarnya.

Ruhban mengatakan, pemasangan karung pasir tersebut merupakan penanggulangan darurat yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Sedangkan untuk jangka panjang, tengah dikerjakan Lower River Solo Imrprovement Project, yang dimulai tahun lalu dan diperkirakan selesai tahun 2011. "Proyek itu di antaranya adalah peninggian tanggul dari Cepu sampai dengan Kota Babat sepanjang 100 kilometer," kata dia.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com