Referensi

Jasa Web Design

Monday, January 14, 2008

Jakarta:Sebanyak lima ribu pengrajin tahu tempe akan berunjuk rasa di Istana Negara mulai pukul 10.00 WIB hari ini dilanjutkan ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada pukul 13.30 WIB. Demo besar-besaran ini sebagai reaksi atas lonjakan harga kedelai--yang merupakan bahan baku tahu tempe--hingga 150 persen.

Para pengrajin yang tergabung dalam Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Koptti) ini, akan mengajukan empat tuntutan kepada pemerintah. Keempat tuntutan itu adalah perlindungan dan pembinaan pengrajin tahu tempe, penurunan harga kedelai, stabilitas harga kedelai dan swasembada kedelai.

"Kami sudah bingung harus bagaimana," ujar Karyat, Ketua Koptti wilayah Jakarta Barat, Sabtu lalu pada Tempo. "Naikkin harga nggak ada yang mau beli, nggak naik, kami rugi."

Kenaikan harga kedelai di pasar lokal sudah mencapai 150 persen. Awal Januari tahun lalu, kedelai masih dijual seharga Rp 3.400 per kilogram. Pada Agustus-September, harga mulai naik menjadi Rp 3.800 per kilogram dan terus naik hingga pada akhir Desember menembus Rp 7.300 per kilogram. Puncaknya, pada 2 Januari lalu harga kedelai mencapai Rp 7.500 per kilogram

Menurut Handoko Mulyo, pembantu utama Koptti, sejak Jum'at lalu, pengrajin tahu tempe sudah menghentikan produksi. Sementara stok tahu tempe hanya cukup sampai hari ini. "Kalau pemerintah tidak menurunkan harga kedelai, masyarakat tidak akan menemukan tahu dan tempe lokal di pasar," tuturnya.

Selain tingginya harga bahan baku, pengrajin tahu tempe, menurut Handoko, sudah sangat kesulitan dengan tingginya harga minyak tanah. Sebab, sebagian besar produksi mereka maish menggunakan kompor bahkan kayu bakar.

Kantor Menteri Koordinator Perekonomian tengah menyiapkan opsi penanganan lonjakan harga kedelai. Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian, Perikanan dan Kelautan Bayu Krishnamurti menuturkan, lonjakan harga kacang kedelai sangat signifikan mempengaruhi produksi pengrajin tahu tempe.

Bayu enggan menjelaskan opsi-opsi yang akan diambil pemerintah. Dia hanya memastikan bahwa opsi itu akan diputuskan dalam rapat di Kantor Menko Perekonomian, hari ini.

Menurut Bayu, harga kedelai dalam negeri bergantung pada pasar global karena impor mendominasi 70 persen dari kebutuhan dalam negeri. Pasokan kacang kedelai selama ini diimpor dari Argentina, Amerika, Cina dan India sebanyak 1,8 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri sebanyak 800 ribu ton per tahun.

Harga kedelai dunia melonjak tinggi karena iklim yang buruk seperti kekeringan yang dialami negara produsen. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memprediksikan panen kedelai tahun ini jatuh 6,5 persen dari proyeksi Desember 2007 menjadi 220,34 juta metrik ton. Transaksi berjangka kacang kedelai di Chicago Board of Trade untuk Maret mendatang menjadi US$ 12,9875 per bushel. Harga ini terus memecahkan rekor harga tertinggi selama 34 tahun terakhir.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com