Wednesday, January 2, 2008
Jakarta:Ditengah kritik dari Partai Politik lain kepada pemerintah, Partai Demokrat mengklaim kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla berhasil memperbaiki kondisi bangsa Indonesia. Partai pengusung Yudhoyono-Kalla menilai pasangan ini mampu mengangkat kondisi bansa yang terpuruk.
"Dengan angka kemiskinan dan pengangguran yang menurun," Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo, dalam Refleksi Ekonomi dan Poltik Akhir Tahun 2007 dan Outlook 2008 di DPP Partai Demokrat, Rawamangun, Rabu (2/1).
Meskipun sejumlah kalangan menilai data kemiskinan dan pengangguran itu hasil manipulasi, namun Hadi tetap mengatakan angka kemiskinan turun dari 17,75 persen pada tahun 2006 menjadi 16,58 persen tahun lalu. Pengangguran, kata dia, juga menurun dari 11,75 persen sebelumnya menjadi 10,45 pada tahun lalu.
Selain itu, kata Hadi, prestasi lain kemampuan pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga menembus 6,3 persen, cadangan devisa mencapai Rp 54 miliar dolar, nilai rupiah stabil, dan ekspor meningkat. "Itu bukti kebijakan ekonomi nasional sudah pada jalur yang benar, selanjutnya akan berdampak pada sektor riil," katanya.
Sebelumnya bekas Presiden Abdurrahman Wahid menilai pemerintah tak memiliki arah pembangunan yang jelas. Abdurrahman menyampaikan dalam refleksi akhir tahun 2007.
Menurut Hadi, penilaian keberhasilan berdasarkan data Badan Pusat statistik. Meskipun, kata dia, banyak pihak pro kontra terhadap data BPS, tetapi, "kami memaparkan sesuai data dan fakta. Seharusnya semua pihak mengakui hasil itu," katanya.
Data BPS, kata dia, merupakan data akurat bukan data fiktif. "BPS sudah disumpah tidak mungkin salah, meskipun berbeda dengan data Bank Dunia," katanya.
Partai Demokrat, kata dia, berharap keberhasilan bidang ekonomi diiringi dalam bidang poltik, penegakan hukum, meningkatkan kualitas pendidikan, dan kualitas kesehatan.
Ketua Pengurus Pusat Bidang Ekonomi Keuangan Darwin Zahedy Saleh menilai capaian bidang makro ekonomi cukup sukses. "Pertumbuhan ekonomi naik, inflasi yang rendah dan suku bunga menurun," katanya.
Namun, dia mengakui ekonomi riil belum bergerak dengan baik.
Dengan berbagai keberhasilan itu, Partai Demokrat menilai masih banyak kekurangan yang belum dibenahi. Partai Demokrat, kata dia, merekomendasikan efisiensi APBN, membuka peran investor, distribusi bantuan rakyat miskin dan mengoptimalkan pengembangan UKM.
Ketua Fraksi Demokrat Syarif Hasan yakin konsentrasi pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan penggangguran bisa terelalisasi tahun ini. "Pemerintah sudah memprioritaskan dua hal itu," katanya.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Sosial Politik

0 comments:
Post a Comment