Monday, January 7, 2008
Yerusalem: Perdana Menteri Israel Ehud Olmert berjanji akan menghapus perkumiman dan pos pemeriksaan ilegal. Komimen ini akan ia sampaikan saat Presiden Amerika Serikat George Walker Bush memulai lawatan di negaranya besok.
“Memang ada keinginan pemerintah Israel untuk tidak membiarkan permukiman ilegal berdiri dan penyelesaian masalah ini sedang berjalan,” kata seorang sumber mengutip Olmert kemarin. Meski begitu, sejauh ini memang masih ada penolakn dari warga Israel untuk pindah dari permukiman yang dinyatakan tidak sah itu.
Tentu saja komitmen Olmert ini bertentangan dengan Kementerian Pertahanan Israel yang meminta pengadilan tinggi tidak membuka laporan soal permukiman yang berdiri setelah perang Enam Hari 1967. Pemerintah beralasan itu akan mengganggu keamanan dalam negeri dan hubungan luar negeri Israel.
Laporan yang dibuat Baruch Spiegel, kini penasihat Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, itu selesai pada Oktober 2006. Koran haaretz melaporkan terdapat lusinan permukiman yang tidak mendapatkan izin. Peace Now - organisasi non pemerintah prodamai – menyebut terdapat lebih dari 100 blok permukiman ilegal di Tepi Barat.
Perkumiman ilegal ini akan menjadi bahasan utama dalam pertemuan Bush dan Olmert. Bush sendiri sudah menyatakan kebijakan Israel meneruskan pembangunan permukiman Yahudi merupakan salah satu hambatan dalam perundingan lanjutan Israel dan Palestina. Saat ini terdapat lebih dari 260 ribu warga Israel bermukim di Tepi Barat secara sah dan sekitar 200 ribu lainnya di mendiami Yerusalem Timur.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Sosial Politik

0 comments:
Post a Comment