Wednesday, January 9, 2008
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom senior Prof. M. Sadli meninggal dunia tadi malam pukul 23.00 setelah dirawat di RS Cikini.
Rencananya jenazah almarhum akan diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata siang ini.
Source
M. Sadli Dimakamkan di TMP Kalibata Siang Ini
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom yang juga Menteri Tenaga Kerja (1971-1973) dan Menteri Pertambangan (1973-1978) Prof Dr Mohammad Sadli meninggal dunia karena sakit di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat pukul 23.00 WIB, Selasa (8/1). Suami Saparinah Sadli, psikolog terkemuka yang juga guru besar di UI ini meninggal pada usia 85 tahun.
Menurut teman dekat Sadli, Ismid Hadad, saat ini jenazah tengah disemayamkan di rumah duka di jalan Brawijaya IV, Jakarta Selatan. "Rencananya dimakamkan di siang ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu (9/1).
Sadli lahir di Sumedang, Jawa Barat, 10 Juni 1922. Pada tahun-tahun pertama Orde Baru, ia dipercaya memangku jabatan menteri tenaga kerja. Lalu sebagai menteri pertambangan dalam Kabinet Pembangunan II.
Setelah tidak duduk dalam pemerintahan, Mohammad Sadli tiga tahun menjadi Sekjen Kamar Dagang & Industri Indonesia (Kadin). Kemudian, ekonom yang juga bergelar insinyur teknik ini tampil kian mantap selaku pengamat ekonomi yang suaranya didengar orang.
Dalam ulasan-ulasannya, ia menyampaikan kritik yang berimbang dan senantiasa diperciki optimisme, walaupun acap kali dengan ungkapan-ungkapan yang khas. Awal 1983, misalnya, Sadli mengemukakan agar pemerintah mencegah inflasi kantung kosong, seperti pernah terjadi dalam masa Orde Lama.
Pemerintah waktu itu, menurut dia, mencetak uang besar-besaran untuk mengadakan dana pembangunan. Padahal, tindakan itu tidak menambah dana secara riil. ''Ini menipu diri,'' ujar Sadli, yang menganggap inflasi 1976, 1979, 1980, sebagai ''inflasi kantung penuh''.
Sadli mengantungi gelar insinyur dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, ia juga meraih M.Sc. di Institut Teknologi Massachusetts, AS. Kemudian, ia beralih minat ke bidang ekonomi, ia pernah memperdalam ilmunya di Universitas Harvard, AS. Ia mengajar di UI sejak 1953, perguruan tinggi yang kemudian memberinya gelar doktor ilmu ekonomi.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Potret Kehidupan

0 comments:
Post a Comment