Referensi

Jasa Web Design

Wednesday, January 2, 2008

TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Banjir di aliran Sungai Bengawan Solo, tercatat sebagai yang terbesar dalam 50 tahun terakhir. Air bah meluap hingga ke sejumlah kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menurut Mulyono, Koordinator Pengendalian Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo untuk wilayah eks-Karesidenan Bojonegoro, banjir besar selama 50 tahun terjadi tiga kali, yaitu pada 1965 dan 1993. Ketika itu, luapan aliran sungai Bengawan Solo membanjiri areal kota rata-rata 1,5 meter.

Tetapi banjir pada akhir Desember 2007 lebih besar karena menggenangi 14 dari 27 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. "Saya rasa ini, banjir terbesar selama 50 tahun terakhir," kata dia saat dihubungi Tempo, Selasa (1/1) siang.

Padahal, lanjut Mulyono, sekarang ini sudah ada perangkat keras untuk pencegahan banjir. Mulai dari pemantauan banjir di Kecamatan Margomulyo, hingga dibangunnya tanggul dan sudetan yang terdapat di kiri-kanan aliran Bengawan Solo.

Masalahnya, perangkat pencegahan dan antisipasi itu, kalah dengan rusaknya lingkungan pendukungan Bengawan Solo. Di antaranya, resapan sungai dan gundulnya hutan
di sekitr hulu Bengawan Solo. Akibatnya, begitu curah hujan tinggi selama lebih dari 4 hari, membuat air yang datang secara bersamaan, tidak bisa dikendalikan. "Akibatnya, banjir seperti ini.

Situasi arus lalu-lintas jalur Bojonegoro-Cepu, siang ini pelan-pelan mulai pulih. Tiga titik rawan, jalur tersebut, yaitu di Kecamatan Kalitidu, Leran, dan Tobo, sudah mulai dilewati. Air yang sempat menggenangi jalan raya hingga 1 meter, sudah mulai surut.

"Sejak pagi tadi, kendaraan sudah berani lewat," kata Marjito, warga Kecamatan Purwosari.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com