Monday, December 31, 2007
KARANGANYAR: Bencana tanah longsor di Tawangmangu dan juga daerah-daerah lain di Kabupaten Karanganyar membuat wisata di daerah itu mati suri. Malam tahun baru yang biasanya mendatangkan berkah kepada pengelola penginapan kali ini justru sebaliknya.
"Biasanya sejak natal sudah banyak yang booking kamar dan H-2 tahun baru seluruh kamar sudah penuh, tapi tahun ini sedikit sekali. Bahkan beberapa calon tamu yang sudah memesan kamar membatalkan," kata Partono, Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tawangmangu, kepada Tempo Senin (31/12).
Di Tawangmangu, di luar hotel berbintang terdapat 85 penginapan yang menyediakan ratusan kamar bagi tamu yang menginap. Tawangmangu sebelum longsor yang menewaskan
34 warga Dusun Mogol Ledoksari, Tawangmangu, menjadi tujuan wisatawan pada saat libur panjang seperti liburan pergantian tahun.
Kepala Dinas Pariwisata Joko Suyanto mengakui sepinya wisata di Tawangmangu pada liburan akhir tahun ini. Namun menurut dia bukan bencana yang menjadi penyebabnya
melainkan hujan yang bisa dipastikan setiap hari mengguyur Tawangmangu. "Saya rasa bukan karena ada tanah longsor, tetapi karena hujan," ujarnya.
Pada hari Minggu (30/12) kemarin, suasana di tempat wisata air terjun Grojogan Sewu juga sepi pengunjung. Sepanjang hari libur itu hanya ada beberapa keluarga yang
masuk ke lokasi wisata yang letaknya sekitar tiga kilometer dari lokasi tanah longsor.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Bencana dan Kecelakaan, News

0 comments:
Post a Comment