Monday, December 31, 2007
Dua siswa SMU tewas terseret gelombang pasang setinggi tiga meter terjadi secara tiba-tiba di perairan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (30/12).
Saat gelombang pasang terjadi, pantai wisata itu ramai dikunjungi wisatawan lokal untuk menikmati panorama pantai yang cukup indah di daerah itu. Sejumlah saksi mata mengatakan, peristiwa itu terjadi begitu cepat sehingga kedua korban tidak dapat meloloskan diri.
"Ombak sangat besar datang secara tiba-tiba saat semua pengunjung sementara menikmati panorama laut. Saya mendengar ada teriakan minta tolong tetapi pada saat yang sama, keselamatan saya juga terancam," kata Syamsul, anggota Brigade Mobil Kompi B-Ende, salah satu saksi mata yang sempat terseret gulungan ombak namun berhasil menyelamatkan diri.
Dua korban tewas yakni Fander Paulo Sakaria (17), siswa SMU Katolik Syuradikara dan Tomy Asan Fernandez (17), siswa SMU Negeri Larantuka-Flores Timur. Menurutnya, aparat kepolisian dan masyarakat yang melakukan penyisiran disekitar lokasi kejadian berhasil menemukan jenazah Fander yang sementara terapung. Sedangkan Tomi, hingga kini belum ditemukan.
Sementara itu, KM. Surya Jaya, yang sementara berlayar
dari Makassar (Sulsel) menuju ke Larantuka (Flores Timur) dilaporkan terseret ombak dan hingga kini belum diketahui keberadaan kapal dengan sekitar delapan ABK tersebut.
Wakil Bupati Flores Timur, Joseph Lagadoni Herin, yang
dihubungi melelui telepon selulernya, Senin (31/12)
mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan aparat keamanan untuk membantu melakukan penyisiran guna mencari keberadaan kapal itu. Menurut Herin, informasi kecelakaan itu diperoleh dari anak buah kapal KM. Sinjaya, yang terdampar disekitar Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.
Para ABK KM. Sinjaya mengatakan, melihat KM. Surya Jaya sementara terombang ambing dan meminta bantuan, namun mereka tidak dapat menolong karena pada saat bersamaan. KM. Sinjaya terbawa gelombang laut dan semua ABK berusaha untuk menyelamatkan diri.
Sebelumnya Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Ek Tari Kupang mengeluarkan peringatan bagi masyarakat NTT untuk selalu waspada apabila melakukan aktifitas di laut karena tinggi gelombang mencapai enam meter, dengan kecepatan angin 50 kilometer/jam.
"Sewaktu-waktu gelombang laut menjadi lebih tinggi dan kecepatan angin juga akan berubah sporadis secara tiba-tiba. Karena itu, kami menhimbau agar semua masyarakat khususnya pengguna jasa atau yang beraktifitas dilaut agar mewaspadai kondisi gelombang pasang ini," kata Kepala Observasi dan Informasi BMG El Tari Kupang, Tjatur Iswahyuanto.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: Bencana dan Kecelakaan, News

0 comments:
Post a Comment