Referensi

Jasa Web Design

Wednesday, November 28, 2007

Skandal Samsung, Roh Siap Diperiksa

SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Roh Moo-hyun akhirnya menyetujui upaya investigasi independen terkait dugaan kasus penyuapan Grup Samsung. Persetujuan itu memperkuat upaya lembaga legislatif Korsel yang sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi dalam bentuk undang-undang (UU) agar dilakukan penyelidikan secara independen terhadap tuduhan tersebut.

"Saya putuskan untuk menerima upaya investigasi itu. Sebab, sebagian besar pihak legislatif telah menyetujuinya," kata Roh dalam wawancara yang disiarkan stasiun televisi lokal kemarin (27/11). Keputusan sang presiden tersebut membuka peluang dirinya untuk dimintai keterangan terkait skandal Samsung itu. Pasalnya, sejumlah partai oposisi sempat memojokkan Roh. Sangat diduga, dia termasuk salah satu penerima uang suap Samsung dalam kurun waktu antara sebelum hingga pasca pemilu 2002.

Meski menyetujui diinvestigasi, Roh mengkritisi Pertemuan Nasional untuk meloloskan UU yang menurutnya masih dibelit sejumlah permasalahan hukum dan politik itu. Dalam UU baru tersebut, dia diharuskan menyewa jasa advokat independen guna menginvestigasi selama 125 hari untuk mengungkap skandal Samsung yang melibatkan seluruh perusahaan yang tergabung dalam Samsung Electronics co.

"Saya kira rekomendasi itu hanya salah satu upaya menggoyang kursi presiden," tutur Roh. Dia lantas membantah tuduhan bahwa dirinya pernah menerima suap dari Samsung. Meski demikian, pria nomor satu di Korsel tersebut menawarkan diri untuk disidik pasca lengser pada Februari 2008.

Tuduhan keterlibatan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dalam skandal Samsung itu mencuat pada awal bulan ini. Tepatnya, saat Kim Yong-chul, mantan pegawai tingkat atas di Samsung, "bernyanyi" di depan media. Dia mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk memuluskan berbagai urusan hukum dan perizinan dengan menyuap sejumlah orang-orang berpengaruh. Di antaranya, hakim, jaksa, dan pegawai pemerintahan. Senin (26/11), Kim secara terbuka mengatakan bahwa Grup Samsung telah mengeluarkan dana tak terduga sebesar USD 215 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Kim yang juga mantan hakim itu mengatakan bahwa Samsung menggunakan kepanjangan tangannya dalam berdagang, yaitu Samsung Corp., sebagai sumber dana tak terbatas melalui kontrak-kontrak ilegal yang melibatkan sejumlah rekanan perusahaan. Whistleblower tersebut mengatakan, keluarga besar Chairman Grup Samsung Lee Kun-hee telah membelanjakan uang perusahaan sebesar USD 65 juta (sekitar Rp 609 miliar ) untuk membeli sejumlah karya seni mahal.

Dia juga mengklaim bahwa Lee telah memanipulasi bukti-bukti dan saksi-saksi dalam masa persidangan terkait sebuah kasus yang diindikasi merupakan salah satu upaya "mewariskan" kursi chairman kepada anaknya.

Samsung telah membantah tuduhan itu dan langsung berupaya memperkarakan pria yang telah bekerja untuk perusahaan tersebut sejak 1997-2004 itu secara hukum.

Sebuah sumber tanpa identitas mewakili Samsung mengatakan kepada AP bahwa Samsung akan bekerja sama dalam investigasi independen tersebut. Pria itu menolak menyebutkan identitas mengingat permasalahan tersebut memang dapat dikatakan sensitif.

Koran lokal Yonhap melaporkan bahwa hakim telah mengeluarkan larangan meninggalkan negara bagi para petinggi Samsung, termasuk Lee dan Vice Chairman Lee Hak-soo.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com