Sunday, November 11, 2007
Proyek 'Palapa Ring' Diteken - Koridor Telekomunikasi Raksasadi Indonesia Timur
Posted by |toekang.blog| at 2:19 PMSURABAYA - Pembangunan jaringan telekomunikasi di Indonesia Timur senilai Rp 2,07 triliun segera terealisasi dengan ditekennya memorandum of understanding (MoU) Proyek Palapa Ring tadi malam. Proyek konstruksi raksasa yang membangun jaringan serat optik 10.000 km menghubungkan 33 provinsi dan 440 kabupaten dari Sumatera Utara hingga Papua itu akan dilaksanakan mulai triwulan III 2008 hingga periode sama 2009.
Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh mengatakan, Palapa Ring adalah terobosan baru dalam strategi pembangunan di Indonesia. Lazimnya, untuk menghubungkan antarwilayah dilakukan pembangunan infrastruktur fisik. Tetapi, Palapa Ring justru sebaliknya karena mendahulukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi. "Kecepatan kebutuhan komunikasi sangat cepat. Terlalu lama jika harus menunggu realisasi infrastruktur fisik," katanya di sela MoU Palapa Ring di Hotel Majapahit, Surabaya, tadi malam.
Palapa Ring dimotori konsorsium enam operator, yaitu Telkom, Bakrie Telecom, Exelcomindo Pratama, Infokom Elektrindo, Indosat, dan Powertek Utama Internusa. Telkom menjadi investor terbesar dengan menanggung 40 persen total investasi, disusul Exelcomindo yang menanggung 13,3 persen investasi. Dengan penyertaan dana terbesar, Telkom mendapatkan kuota 40 giga bite per second.
M. Nuh menambahkan, setelah seluruh wilayah Indonesia tersambung dengan jaringan telekomunikasi, Palapa Ring akan diteruskan hingga ke Tiongkok guna mewujudkan suatu koridor telekomunikasi raksasa. "Diharapkan, konsorsium ini akan berlanjut dan mendapatkan dukungan pemrov sebagai landing point jaringan," ujarnya.
Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf menambahkan, belum adanya backbone telekomunikasi nasional yang bersifat besar dan distribusinya belum merata menyebabkan akses komunikasi menjadi mahal. Saat ini, telekomunikasi terkonsentrasi pada daerah-daerah yang dengan perkembangan ekonomi tinggi. "Akibatnya, Indonesia kehilangan potensi sosial ekonomi yang lebih baik," tuturnya.
Dibandingkan dengan negara lain -pembangunan jaringan telekomunkasi di Indonesia baru mencapai 25.000 km-, Indonesia jauh tertinggal. Sebab, Malaysia sudah mencapai 75 ribu km, India 3,4 juta km, dan Tiongkok 3,5 juta km.
Pos dan Telekomunikasi juga akan melakukan tender universal service obligation (USO) untuk melayani 38 ribu desa yang hingga kini belum menikmati jasa telekomunikasi. Menurut dia, pihaknya menargetkan, hingga 2009, telekomunikasi sudah masuk ke semua desa.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:
Post a Comment