Referensi

Jasa Web Design

Wednesday, November 28, 2007

Perjalanan hidup Michael Berke demi menemukan identitas dirinya cukup berliku. Terlahir sebagai laki-laki, Michael selalu merasa terpanggil menjadi perempuan. Namun, setelah mengubah diri menjadi perempuan, bimbingan religius Michael mengantarkannya kembali menjadi laki-laki. Sayang, pengembaraan Michael mencari jati diri belum berakhir. Dan, sekali lagi, dia ingin berubah menjadi perempuan.

Tidak tidur empat hari membuat Michael terlihat kusut. Potret seorang perempuan berbibir seksi dengan rambut merah panjang terurai terus dipandanginya. "Inilah saya sebelumnya. Sekarang beginilah saya," kata Michael sambil menepuk dadanya yang kini rata. Laki-laki berjenggot itu terlihat sangat menyesali keputusannya untuk kembali menjadi pria. Meski terlihat sangar dengan penampilannya sekarang, Michael menyatakan bahwa dirinya tetap ingin menjadi perempuan.

Sekitar tiga bulan lalu, Michael masih bernama Michelle. Dia terlihat cantik dengan pipi berisi, alis mata yang diangkat, dan hidung mungil berkat operasi plastik. Michael memang butuh waktu lama untuk mengubah penampilan macho-nya. Dengan terapi hormon, sedikit demi sedikit ciri fisik laki-laki Michael berkurang. Kulitnya mulai halus dan suaranya pun mengecil. Sekitar setahun kemudian, Michael alias Michelle menjalani operasi transplantasi payudara. Resmilah perubahan Michael menjadi Michelle.

Selama menjadi Michelle, Michael menjalin persahabatan dengan beberapa teman perempuan. "Saya selalu mengagumi gaya berteman perempuan. Mereka saling bergandengan tangan, berpelukan, menyayangi, dan tidak ada yang aneh dengan semua itu," papar pria 43 tahun tersebut. Menurut dia, dalam bergaul, perempuan bisa mengekspresikan kasih sayang, perhatian, dan pengertian kepada teman-temannya dengan lebih nyata.

Michael menambahkan, hasratnya untuk menjadi perempuan bukan semata karena alasan seksual. Beberapa kali dia menjalin hubungan serius dengan sejumlah perempuan. Pria yang tetap mempertahankan penisnya itu menyatakan bahwa suatu saat nanti, dirinya ingin menikah dengan seorang perempuan. Sejauh ini, dia juga tidak pernah mempunyai hubungan khusus dengan laki-laki. Jika boleh memilih, Michael menyatakan lebih nyaman disebut sebagai heteroseksual.

Pria yang memutuskan menjadi perempuan pada 2003 itu mengaku tidak pernah suka bergaul dengan pria. "Mereka cenderung pemarah dan tidak berperasaan," ujarnya. Sejak kecil dia memang dikenal sebagai individu yang sangat lembut. Sifat itulah yang membuat Michael kecil dijauhi teman-teman sebayanya. Menginjak usia 19 tahun, dia meninggalkan rumah karena tidak tahan terus berkonflik dengan orang tuanya. Dia pernah menjadi kru panggung Paula Abdul dan Janet Jackson serta bekerja di salon kecantikan.

Lantas, jika hasrat sebagai perempuan sangat kuat, mengapa Michael menanggalkan identitasnya sebagai Michelle? Jawabannya adalah Calvary Chapel di Fort Lauderdale, Florida. Dengan bantuan finansial dan bimbingan rohani dari kapel tersebut, Michael sadar dan kembali ke jalan yang benar. Bahkan, dia menjalani operasi lagi untuk mengembalikan kelaki-lakiannya.(thecanadianpress/hep)

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com