Friday, November 23, 2007
Islamabad: Presiden Pakistan Jendral Pervez Musharraf hingga siang tadi belum memberi indikasi jelas kapan ia bakal mengakhiri pemerintahan militer saat Persemakmuran membekukan keanggotaan negerinya karena pemberlakuan keadaan darurat.
Juru bicara Musharraf di Islamabad menyebut masih menunggu keputusan resmi dari Mahkamah Agung kemarin yang mengadaskan petisi terakhir yang menghadang hasil terpilih kembalinya sebagai presiden pada pemilu bulan lalu.
Sebelumnya Musharraf berjanji lengser dari militer dan menjadi pemimpin sipil, tapi belum jelas apakah itu akan dilakukaannya akhir pekan ini atau pekan depan.
Sementara itu di Uganda, Sekretaris Jendral Persemakmuran Don McKinnon mengatakan Pakistan berada "pelanggaran serius" nilai-nilai utama kelompok itu dan dibekukan segera "sampai dikembalikannya aturan hukum dan demokrasi".
Inilah kali kedua Pakistan dibekukan dari kelompok 53 negara dari bekas koloni Kerajaan Inggris. Pembekuan pertama terjadi pada 1999 kala Musharraf berkuasa lewat sebuah kudeta. Pembekuan berlangsung selama lima tahun. Hingga siang ini belum ada reaksi dari Islamabad.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Sosial Politik

0 comments:
Post a Comment