Sunday, November 25, 2007
Jakarta - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari khawatir sampel virus flu burung yang selama ini dikirim dijadikan senjata biologis. Karena selama ini Indonesia tidak pernah tahu virus tersebut digunakan untuk apa selain untuk mendapatkan vaksin oleh Amerika.
"Barangkali bisa jadi itu jadi senjata biologis. Kabarnya, sempat bertengger di lab yang membuat bom atom yang dipakai untuk mengebom Hirosima," kata Siti Fadilah dalam jumpa pers di kediamannya, Jl Denpasar, Jakarta, Sabtu (24/11/2007).
Selain itu, Siti Fadilah mengatakan pemerintah Indonesia akan menghentikan sementara pengiriman sampel virus H5N1 WHO. Keputusan ini diambil dalam sidang Inter Govermental Meeting on Pandemic Influenza Preparedness(IGM-PIP).
Dalam sidang itu, lanjut Siti Fadilah ada 6 usulan yang diajukan. Namun hanya 5 yang disetujui. Kelima usulan itu adalah WHO mengakui mekanisme yang selama ini berlaku adalah tidak transparan dan tidak adil. WHO akan mengubah sistem sehingga menghormati negara-negara asal virus, yang berarti GISN (Global Influenza Surveillance Network) yang hanya menguntungkan negara adidaya seperti Amerika dibubarkan.
Menkes sedunia yang hadir dalam pertemuan sepakat untuk membentuk small working group untuk membahas sistem pengganti GISN. AS setuju membuat sistem IT teknologi yang bisa melacak keberadaan sampel flu burung dan menkes sedunia sepakat untuk membentuk advisiring board untuk mengawasi pemanfaatan virus.
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:
Post a Comment