Referensi

Jasa Web Design

Tuesday, November 13, 2007

Pontianak: Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan hari ini, Senin (12/11) menegur MUI Kalimantan Barat yang menyerukan warga memilih pasangan Usman Jafar – LH Kadir dalam pemilihan Gubernur Kalimantan Barat pada 15 November nanti. Teguran ini disampaikan Amidhan melalui telekonferen yang disaksikan wartawan di Pontianak.

“MUI tidak boleh terlibat dalam politik praktis,” kata Amidhan dalam telekonferen dari Jakarta pada Senin ini. Larangan ini sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional MUI 2001 di Jakarta. Dia meminta masyarakat Kalimantan Barat mengabaikan seruan memilih calon tertentu baik melalui tulisan maupun lisan.

Seruan MUI Kalimantan Barat ini, kata dia, merupakan kejadian pertama di Indonesia dan mendapat sorotan serius. Seruan ini mendapat reaksi keras dari masyarakat, terutama kalangan ulama dan komunitas muslim di Kalimantan Barat. “Anggap saja seruan itu tidak ada,” katanya.

Sementara itu, puluhan warga yang mewakili perwakilan masyarakat muslim mendatangi MUI Kalimantan Barat memprotes pemihakan kepada salah satu calon gubernur. Mereka menilai ada permainan yang digerakkan oleh tim sukses Usman Jafar untuk menjerumuskan MUI Kalimantan Barat. “Usia Ketua MUI sudah 90 lebih, jadi bisa saja diperdaya,” kata Syarif Ilham Al Mutahar, salah satu ulama setempat.

Dia menduga seruan ini hanya ulah segelintir pengurus MUI Kalimantan Barat. Sebab sebelum seruan ini keluar, tidak ada diskusi yang membahas pemilihan kepala daerah. Sebagai pengajar di sekolah Islam, Abdullah mendesak MUI Kalimantan Barat mencabut seruan yang terlanjur dimuat di beberapa media lokal tersebut.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.


0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com