Saturday, November 10, 2007
Jusuf Kalla:Rakyat Diminta Tersenyum Hadapi Tingginya Harga Minyak
Posted by |toekang.blog| at 9:07 PMWapres Jusuf Kalla meminta rakyat jangan hanya menangisi kenaikan harga minyak dunia yang kini kembali mendekati US$100 per barel. Indonesia seharusnya dapat mengambil keuntungan dari lonjakan harga minyak dunia itu.
“Kita harus ambil positifnya. Kita harus tersenyum,” kata Wapres Jusuf Kalla dikan-tornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat.
Menurut Kalla, pemerintah saat ini sedang memikirkan bagaimana meningkatkan sektor lainnya sehingga dapat mengimbangi kenaikan harga minyak di dunia.
“Kita akan menaikkan harga batu-bara, jagung, tebu, kita juga harus mengu-rangi pemakaian minyaknya,” tambahnya.
Menurut Kalla, salah satu solusinya adalah dengan melakukan program minyak tanah ke elpiji. “Oleh karena itu konversi minyak tanah harus dapat menjadi solusinya dan harus berhasil program ini,” pungkas Kalla.
Tingginya harga minyak dunia saat ini yang hampir mendekati US$100 per barel membuat khawatir kalangan industri. Pemerintah minta pelaku industri jangan tergantung pada penggunaan minyak untuk produksinya.
Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono mengaku, pihaknya sedang mengkaji untuk menelorkan kebijakan atau insentif bagi industri dari dampak kenaikan tingginya harga minyak dunia.
”Kita sedang kaji beberapa, tapi belum ada yang konkret dan kita akan melihat apa yang bisa kita lakukan untuk mempermudah upaya konversi dari energi yang mahal ke energi murah bagi industri,” kata Boediono, usai sholat Jumat di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat.
Diakui Boediono, industri kini masih banyak yang tergantung pada bahan bakar minyak. “Itu harusnya dikonversi ke non minyak seperti batubara, gas. Kita sudah membahas hal ini,” ujarnya.
Mengenai bentuk insentif yang dikaji menurut Boediono bisa dalam bentuk regulasi atau insentif pajak.
”Ya dua-duanya. Regulasi itu kan juga penting dan kalau memang diperlukan maka fasilitas pajak akan kita lihat. Tapi kan juga tergantung pada APBN, berapa bea masuk yang diperlukan APBN jadi mesti ada perencanaan dulu,” urai Boediono
Source
Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.
Labels: News, Sosial Politik

0 comments:
Post a Comment