Referensi

Jasa Web Design

Friday, November 23, 2007

2008, Harga Otomotif Naik

JAKARTA - Lonjakan harga minyak mentah dunia mulai berimbas ke industri otomotif. Sejumlah pebisnis otomotif nasional memperkirakan, pada 2008 harga jual kendaraan diperkirakan naik, menyusul peningkatan harga bahan baku dan komponen yang sebagian masih diimpor.

"Harga minyak dipastikan berpengaruh pada biaya produksi sejumlah komponen kendaraan bermotor. Naiknya biaya produksi komponen akan menaikkan biaya produksi kendaraan secara keseluruhan," ujar Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Jongkie D Sugiarto di Jakarta, Kamis (22/11).

Namun, dia belum bisa memastikan berapa besar kenaikan biaya produksi kendaraan bermotor, yang berimbas pada kenaikan harga jual. Karena hal itu bergantung pada seberapa banyak komponen yang diproduksi menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"Untuk komponen yang diproduksi menggunakan gas atau listrik, tidak akan terpengaruh," katanya.

Dia menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah memukul industri otomotif. Naiknya harga minyak menyebabkan biaya produksi meningkat, yang memaksa pengusaha menaikkan harga jual. Pada gilirannya, kenaikan harga jual kenda- raan akan menurunkan pencapaian penjualan kendaraan.

Pendapat senada dikemukakan Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy. Dia memperkirakan, lonjakan harga minyak mentah dunia secara tidak langsung mendongkrak kenaikan biaya operasional dan bahan baku produksi kendaraan bermotor. Karena itu, lanjutnya, jika harga minyak mentah dunia terus melambung, harga jual kendaraan bermotor diperkirakan naik.

Kendati demikian, kata dia, jika ada kenaikan harga mobil baru, itu akan diberlakukan awal tahun depan. Alasannya, setiap agen tunggal pemegang merek (ATPM) saat ini berusaha mengoptimalkan penjualan dengan memanfaatkan daya beli masyarakat yang membaik.

"Jika harus naik, kami berusaha menahannya sampai akhir 2007 agar momentum pasar yang baik tahun ini dapat kami optimalkan," katanya. Jonfis juga belum bisa memperhitungkan besaran kenaikan harga jual pada tahun depan.

Tekanan

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan, industri otomotif luar negeri yang memproduksi mobil dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD) akan mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak mentah.

Produk otomotif impor dalam bentuk terurai sebagian besar didatangkan dari Jepang. Industri itu akan mengalami peningkatan biaya produksi.

"Produksi baja di luar negeri terpengaruh langsung kenaikan minyak mentah. Jadi untuk melanjutkan penjualan, kemungkinan ada penurunan margin keuntungan," ujar Bambang.

Dia menjelaskan, penjualan otomotif dalam negeri tak akan terpengaruh selama pemerintah tak menaikkan harga BBM. "Meskipun ada kenaikan BBM di bawah 30 persen, tak akan mempengaruhi pertumbuhan otomotif," katanya.

Secara terpisah, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Dharmadi yakin, kenaikan harga minyak mentah dunia tidak akan menaikkan harga kendaraan di pasar domestik. Kalaupun terpengaruh, hanya mobil berkapasitas mesin besar.

Struktur Kuat

Menurut Budi, struktur industri otomotif nasional dianggap kuat menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia, antara lain karena telah memproduksi jenis kendaraan Euro2 yang hemat energi.

Selain itu, industri perakitan nasional hanya memproduksi kendaraan berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah. "Naiknya harga bahan bakar berpengaruh signifikan terhadap kendaraan jenis 3.000 cc ke atas," kata Budi.

Dia menambahkan, industri otomotif nasional akan semakin kuat dengan dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah. "Realisasi pembangunan jalan banyak terjadi pada 2008, itu akan mendorong permintaan kendaraan," katanya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto melihat, kenaikan harga mobil lebih dipengaruhi instrumen pajak yang diterapkan pemerintah. Jika pajak barang mewah, atau bea masuk, dan struktur pajaknya naik, harga mobil juga naik.

"Sedangkan pengaruh harga minyak dunia terhadap ongkos produksi belum bisa dihitung seberapa besar pengaruhnya," ujar Joko.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com