Wednesday, August 10, 2011
Kerusuhan berlangsung di London, Bristol, Birmingham dan Liverpool. Kerusuhan di Inggris terjadi sejak Senin (8/8) malam di Tottenham, utara London, dan kemudian meluas di seluruh Ibukota dan tiga kota lainnya.
Mendagri Theresa May menuturkan, lebih dari 450 orang ditahan di London dalam kerusuhan 3 malam. Semua sel di kantor polisi di London telah penuh sehingga tahanan akan segera dipindahkan ke sel kantor polisi tetangga.
Kerusuhan semakin merajalela di sejumlah wilayah Inggris. Kini tak hanya polisi yang menjadi target, para jurnalis yang sedang bertugas pun ikut menjadi sasaran serangan para perusuh.
Para jurnalis dan fotografer sejumlah media ternama di Inggris seperti CNN, Sky News, BBC, Channel 4 News, yang tengah meliput kerusuhan mengalami tindak kekerasan dari para perusuh. Kendaraan mereka bahkan ikut dirusak oleh para perusuh. Demikian seperti dilansir guardian.co.uk.
Reporter CNN, Dan Rivers dan kameramannya dilaporkan mendapat lemparan botol dan barang-barang lain dari para perusuh saat tengah melaporkan suasana distrik Peckham, London Selatan. Rivers yang telah mengenakan helm dan pelindung tubuh di balik baju hangatnya ini tak luput menjadi sasaran para perusuh. Saat itu, posisi mereka memang berada di garis tengah antara polisi dan perusuh.
Kemudian reporter dari BBC dan Sky News juga mendapat serangan saat tengah meliput di London Road, Croydon. Mereka dipaksa menyelamatkan diri setelah mobil yang mereka tumpangi diamuk dan kaca mobil dirusak oleh para perusuh.
Penembakan seorang warga blasteran kulit hitam di Tottenham bernama Mark Duggan (29), disebut sebagai sumber semua kekacauan ini.
Source
Labels: News, Social, Sosial Politik
0 comments:
Post a Comment