Sunday, October 19, 2014
Presentasi Arkeologi Gunung Padang di Seoul Mendapat Apresiasi Peneliti Dunia.
0 comments Posted by |toekang.blog| at 5:21 PMPada seminar dan diskusi bertema "Problematising Megaliths of Southeast Asia and the Pacific" yang digelar di Sogang University, Seoul, Korea pada Kamis (16/10/2014) lalu, Indonesia melalui Arkeolog UI Ali Akbar mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan kegiatan ekskavasi peninggalan megalitikum di situs Gunung Padang, wilayah Cianjur, Jawa Barat.
Ali Akbar yang juga termasuk anggota tim terpadu riset mandiri Gunung Padang ini menyampaikan presentasinya dengan judul "Recent Research at Gunung Padang Megalithic Site ini Cianjur, West Java, Indonesia" di depan para ahli yang datang dari berbagai negara untuk mencermati perkembangan riset megalitik di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik yang sekaligus melakukan perbandingan dengan wilayah lainnya di dunia.
Selain Ali yang mewakili Indonesia, pembicara lainnya dalam kegiatan ini datang dari berbagai negara seperti Korea, Inggris, laos, Australis, Marina Islang, Amerika, Belgia, Kanada dan beberapa negara lainnya. Dan ternyata para peserta sangat antusias mengikuti presentasi yang dibawakan oleh Ali Akbar. Menurutnya para peserta tampak berdecak kagum mengetahui betapa besarnya area situs Gunung Padang yang sedang diteliti dan ada banyak penemuan mengagumkan dari situs ini. Selain itu juga para ahli dari mancanegara ini memberikan apresiasi terhadap metode dan teknik yang digunakan dalam kegiatan riset arkeologi di Gunung Padang karena tergolong maju. Selanjutnya para peserta banyak yang mengucapkan selamat dan menyampaikan bahwa mereka menunggu kabar baik selanjutnya dari hasil riset ini. Bahkan beberapa peneliti dari berbagai negara menyatakan kesanggupan untuk memberikan bantuan jika dibutuhkan sebab bagi mereka sitrus Gunung Padang cukup penting dalam konstelasi megalitik dunia, bukan hanya di Asia Tenggara saja, demikian penuturan Ali.
Labels: Arkeologi
Monday, March 18, 2013
BARCELONA, KOMPAS.com – Tim peneliti Miquel Crusafont Catalan Palaeontology Institute berhasil menemukan ratusan telur dinosaurus di satu situs penggalian.
Tim menemukan telur, pecahan cangkang telur dan lusinan kuku dinosaurus pada lapisan stratigrafis periode akhir Cretaceous. Fosil berada di formasi geologis Tremp di situs Coll de Nargó, Provinsi Llieda Spanyol. Menurut peneliti, di periode akhir Cretaceous, daerah ini adalah daerah rawa.
“Begitu banyak cangkang telur, telur, dan sarang dinosaurus yang ditemukan. Beberapa diantaranya adalah jenis sauropoda,” ungkap ketua tim peneliti, Albert Garcia Selles, seperti dikutip Livescience, Kamis (14/3/2013).
“Sampai saat ini, baru satu jenis telur dinosaurus yang telah terdokumentasi dari daerah ini, yakni Mageloolithus siruguei,” kata Sellés menambahkan.
Ia dan timnya menemukan bukti setidaknya ada empat spesies lain yang teridentifikasi. Spesies itu antara lain Cairanoolithus roussetensis, Megaloolithus aureliensis, Megaloolithus siruguei, dan Megaloolithus baghensis.
Telur Megaloolithus diduga berasosiasi dengan dinosaurus jenis sauropoda.
Berdasarkan hasil kajian, peneliti mengungkapkan bahwa situs Coll de Nargo merupakan tempat bersarang dinosaurus paling penting di Eropa. Hasil penelitian menunjukkan, daerah tersebut digunakan oleh beberapa jenis dinosaurus untuk bersarang sejak masa Akhir Campanian, sekitar 71 juta tahun lalu, hingga masa Akhir Maastrichtian, sekitar 67 juta tahun lalu.
Hasil temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Cretaceous Research untuk edisi bulan Maret.
“Sebelumnya, kami belum pernah menemukan begitu banyak sarang dalam satu area. Keberadaan berbagai jenis oospesies (spesies telur) pada satu lapisan tanah mengindikasikan beberapa jenis dinosaurus yang berbeda saling berbagi area bersarang yang sama,” ujar Selles.
Ia menambahkan, telur-telur dinosaurus yang ditemukan itu dapat membantu peneliti menentukan waktu dari penemuan lanjutan di situs tersebut.
“Ini menjelaskan bahwa berbagai jenis telur dinosaurus yang berbeda ada pada lokasi dengan rentang waktu yang sangat spesifik,” Selles.
"Ini memungkinkan kita untuk membuat skala biokronologis dengan penentuan waktu yang tepat. Singkatnya, berkat temuan koleksi oospesies yang ditemukan di Coll de Nargó, kami dapat memastikan usia situs tersebut berkisar 71 sampai 67 juta tahun,” tandasnya.
Labels: Arkeologi
Friday, March 15, 2013
Kebenaran penemuan partikel yang diduga mirip Higgs Boson atau biasa disebut Partikel Tuhan akhirnya terbukti. Kini para ilmuwan berhasil mengkonfirmasi partikel tersebut sebagai Higgs boson dalam konferensi ilmiah Rencontres de Moriond di La Thuile, Italia.
"Ilmuwan mengumumkan partikel yang baru ditemukan itu terdeteksi pada Large Hadron Collider (LHC). Partikel paling kuat yang benar-benar mirip Higgs boson," tulis Media Amerika Serikat, CNN, Jumat (15/3/2013).
Konfirmasi tersebut membuktikan bahwa penemuan yang diumumkan Center for Nuclear Research (CERN) pada 4 Juli 2012 adalah benar, partikel baru yang 99,999% konsisten dengan apa yang selama ini dicari: Partikel Tuhan. Mereka 99 persen yakin jika partikel itu adalah Partikel Tuhan.
Akan tetapi, 2 eksperimen di laboratorium CMS dan ATLAS di Swiss itu tidak menghasilkan data yang cukup untuk membuktikan partikel tersebut adalah Higgs boson.
Setahun kemudian, yakni Maret 2013, para ilmuwan berhasil mengumpulkan data dengan jumlah 2,5 lebih banyak dari dalam mesin penumbuk atom raksasa yang dibangun CERN bernama LHC. Alhasil, penemuan Partikel Tuhan oleh CERN 1 tahun silam terbukti benar.
Dalam upaya pembenaran penemuan tersebut, para ilmuwan mengumpulkan data hingga berton-ton banyaknya. Data-data tersebut dapat menunjukkan sifat kuantum dari partikel tersebut, serta bagaimana partikel itu berinteraksi dengan partikel lain.
Kiamat Menanti
Kini dengan dibenarkannya penemuan Partikel Tuhan, kiamat menanti. Sebab para ilmuwan menyebut, partikel yang dihasilkan akselelator sepanjang 27 km di LHC ini sejatinya sebuah sinyal menakutkan bagi manusia: tanda kehancuran dunia. Partikel Tuhan adalah elemen kunci untuk memprediksi masa depan.
"Berdasarkan perhitungan, puluhan miliar dari sekarang bakal terjadi malapetaka dunia," kata fisikawan dari National Accelerator Laboratory di Batavia, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat, Joseph Lykken, seperti dilansir situs sains, LiveScience.
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science pada Senin 18 Februari 2013. "Ini menunjukkan jagad raya tidak stabil. Semua ini bakal tersapu bersih," sambung Lykken.
Untuk diketahui, partikel Higgs boson adalah manifestasi dari medan energi di alam semesta, "medan Higgs" yang menjelaskan bagaimana partikel mendapatkan massa.
I Joseph Kroll, fisikawan dari University of Pennsylvania menjelaskan, apabila massa partikel baru tersebut sekitar 126 miliar elektron volt, atau sekitar 126 kali massa proton, maka secara mutlak alam semesta menjadi tidak stabil dan berujung pada akhir dunia. Ini lantaran "medan Higgs" yang berada di mana-mana dapat mempengaruhi ruang hampa di alam semesta.
Akan tetapi, apabila massa Higgs hanya beberapa persen saja, alam semesta tidak akan hancur. Demikian ditegaskan para ilmuwan.
"Secara pribadi, penemuan Higgs sangat mengejutkan," kata Kroll. "Bagi saya, penemuan ini benar-benar prestasi luar biasa."
Jika Higgs boson benar telah ditemukan, lanjut Kroll, teori ini sangat bermanfaat. "Tidak hanya menegaskan teori bagaimana partikel memperoleh massa, tetapi juga memberikan perhitungan atau prediksi baru, sebelumnya tidak mungkin dilakukan," ujar dia.
Sementara, Christopher Hill, seorang ahli fisika teoritis di Fermi National Accelerator Laboratory mengatakan, "massa Higgs berhubungan dengan seberapa stabil ruang hampa dunia."
"Ini benar-benar bisa menjadi kosmik, secara kebetulan. Atau mungkin juga ada beberapa partikel fisika yang menyebabkan ini. Tapi perlu ditegaskan, semua ini baru yang kita tidak pernah tahu sebelumnya," pungkas Christoper.
Labels: Arkeologi
Saturday, December 29, 2012
Ada sebuah tongkat yang dapat menghilangkan ingatan di mesir tongkat ini digunakan untuk menghilangkan ingatan orang yang akan di jadikan mumui.
Tongkat Penghilang Ingatan di Mesir
Sebuah alat penghilang ingatan digunakan pada saat pembalseman mumi Mesir kuno. Hal ini dibuktikan oelh beberapa peneliti ketika sedang meneliti sebuah mumi perempuan yang diperkirakan berumur 40 tahun pada waktu 2400 tahun yang lalu.
Kejadian penemuan alat penghilang ingatan ini dilaporkan oleh para sudah untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya para peneliti Mumi telah menemukan alat yang serupa, tertanam didalam tubuh sebuah mumi.
Para peneliti terkejut ketika menemukan sebuah benda menyerupai kayu sepanjang 3 inci (8cm) yang terdapat di bagian tengkorak kepala mumi wanita ini. Menurut para ahli Botani, alat ini terbuat dari tumbuhan Monocotyledon kelompok kayu tumbuhan pohon kelapa dan bambu.
“Hampir dipastikan ini merupakan sebuah alat excerebration (penghapusan memori) yang digunakan dalam proseses mumifikasi.” Ujar Dr Mislav Čavka pemimpin penelitian dari University Hospital Dubrava di Zagreb Kroasia.
Dr. Čavka menduga cara kerja alat ini ialah dengan memasukkannya ke dalam tubuh mumi lalu dimasukkan cairan dan kembali dikeluarkan dari hidung mumi tersebut, sehingga beberapa bagian [otak] akan melilit di tongkat ini. Namun naas untuk yang satu ini, alat tersebut tersangkut di bagian tengkorak kepala mumi tersebut.
Para peneliti membandingkan penemuan mereka dengan tulisan kuno tentang alat penghapusan otak yang dibuat oleh penulis Yunani Herodotus pada abad kelima SM yang telah diterjemahkan oleh AD Godley dari Cambridge, Harvard University Press, 1920, melalui Perseus Digital Library.
Bunyi tulisannya.
“Setelah menyepakati harga, pembawa mumi pergi, dan pekerja, ditinggalkan sendirian di tempat mereka bekerja membalsem tubuh Mumi. Jika mereka melakukan hal ini dengan cara yang paling sempurna, mereka pertama menarik keluar bagian dari otak melalui lubang hidung dengan besi yang menghubungkan, dan menyuntikkan obat tertentu ke yang lain. “
Di museum Mesir, mungkin masih ada bukti lain soal alat penghilang memori ingatan ini, tetapi alat ini tidak ditemukan di dalam tengkorak kepala seperti mumi wanita ini. Mumi, saat ini tersimpan di Museum Arkeologi di Zagreb Kroasia.
Labels: Arkeologi
Thursday, November 8, 2012
KAIRO-okezone.com -- -- Arkeolog dari Rep. Ceska telah menggali sebuah makam berusian 4.500 tahun di bagian selatan Kairo. Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir putri Firaun.
Dilansir dari Sci-Tech Today, Kamis (8/11/2012), kepala departemen Egyptian and Greco-Roman Antiquities di Antiquities Ministry, Mohammed El-Bialy mengatakan bahwa makam putri Shert Nebti dikelilingi empat makam lain milik pejabat tinggi dari dinasti ke-lima, di masa 2.500 sebelum masehi.
Di ruang depan menuju makam putri Firaun itu terdapat lima pilar batu kapur dan pahatan hieroglyph. Penggalian yang dilakukan sekarang juga telah mengungkap keberadaan ruang depan berisi sarkofagus (peti kubur) empat orang pejabat dan patung-patung pria, wanita serta anak-anak.
Di makam tersebut juga ditemukan tulisan yang menunjukkan bahwa sang putri adalah keturunan raja Men Salbo. El-Bialy berpendapat penemuan tersebut masih pada tahapan awal dan situs purbakala yang berada di komplek Abu Sir itu ditutup untuk umum.
"Dia adalah putri raja, tapi hanya dia saja yang makamnya ditemukan di sana dan dikelilingi empat pejabat. Pertanyaannya adalah akankah kami menemukan makam lain di dekatnya dalam waktu dekat ini?" ujar El-Bialy.
"Kami belum mengetahui apa-apa mengenai ayahnya yang seorang raja atau ibunya, tapi kami berharap penemuan berikutnya akan memperjelas hal ini," imbuhnya.
Labels: Arkeologi
Thursday, November 1, 2012
Dalam teori evolusi Darwin terdapat generasi yang hilang, atau dikenal dengan missing-link, penghubung antara generasi mahluk berbulu-berekor seperti monyet dan mahluk cerdas Homo Sapiens (manusia).
Selama puluhan tahun banyak ahli mencari fosil, dan bila perlu mendapatkan bukti hidup. Laporan-laporan di bawah ini merupakan gambaran bagaimana dugaan tentang missing-link itu telah ditemukan.
Apeman, Brazil - 1937
Sebuah foto dari tahun 1937 dimuat di majalah Het Leven ini menggambarkan manusia kera (apeman) yang semakin mendekati bentuk sempurna "manusia". Bibirnya masih tebal seperti milik monyet, namun rambutnya serupa rambut manusia. Tubuhnya bungkuk seolah pembuktian tahapan evolusi saat pra-manusia belum bisa berdiri tegak seperti sekarang.
Selama puluhan tahun foto ini mungkin menggegerkan banyak orang. Namun sekarang justru menuai banyak kritik. Gambar yang belakangan sempat beredar di media online diyakini akal-akalan fotografer Het Leven. Mahluk bungkuk ini sebenarnya hasil make-up, apalagi dahinya yang selalu tertutup rambut merupakan bukti agar make-up pada wajah si "apeman" bisa disembunyikan.
Monyet Sungai Tarra
Francois De Loys, pencari minyak bumi asal Swiss memimpin ekspedisi di Columbia dan Venezuela dari tahun 1917 hingga 1920. Saat berkemah di dekat Sungai Tarra, dua mahluk setinggi 1.57 meter yang mirip monyet mendatangi kemah.
Lenguhan dan sikap yang ingin menyerang membuat De Loys terpaksa menembak. Sang pejantan mati sementara betinanya melarikan diri. Saat inilah De Loys baru sadar kalau ia menembak "monyet" yang aneh. Mahluk ini tidak berekor dan memiliki susunan gigi 32 buah - bandingkan dengan monyet yang memiliki 36 buah gigi.
De Loys lalu mendudukkan monyet tersebut, mengganjal mukanya dengan tongkat lalu memotretnya. Ia melupakan peristiwa ini hingga kembali ke Eropa. Pada tahun 1929, seorang teman yang juga antropolog, George Montandon menemukan foto milik De Loys. Foto ini pun dipublikasikan. Ironis, banyak kritik berdatangan yang mengatakan foto tersebut belum membuktikan soal missing-link.
Yeti, Big Foot, dan Yowie
Legenda tentang manluk besar mirip monyet namun berdiri tegak telah banyak beredar selama bertahun-tahun. Beberapa orang meyakini pernah menyaksikan dan percaya keberadaannya. Toh, belum ada penelitian yang berhasil menemukan sebagai bukti.

Sir Edmun Hillary, orang pertama yang menginjakan kaki di puncak Everest pernah melihat Yeti, mahluk besar berbulu penghuni padang salju saat mendaki gunung tersebut. Hillary juga telah membuat gambar berskala 1/27 atas apa yang dilihatnya. Ia berencana akan mencari Yeti pada ekspedisi selanjutnya, walau kenyataannya ia tidak pernah lagi melihatnya.
Big Foot, mahluk besar berbulu menjadi "urban legend" di Amerika. Banyak orang yakin akan keberadaan Big Foot di dalam hutan. Kisahnya juga sering diangkat ke dalam film. Satu-satunya foto yang berhasil merekam keberadaannya dibuat C. Thomas Biscardi dari San Jose, California, seorang petualan alam liar pada tahun 1980. Tapi, dari foto tersebut, apakah itu benar-benar Big Foot atau manusia berkostum?

Di Australia juga ada legenda tentang mahluk besar yang disebbut Yowie. Penduduk Aborigin percaya bahwa Yowie, mahluk setinggi 5 kaki ini masih hidup.
Orang Pendek Sumatera
Indonesia sebagai negara tropis pun memiliki kisah legenda tentang mahluk-mahluk berbulu serupa monyet. Di Sumatera kabarnya terdapat Orang Pendek seperti kera namun berjalan tegak.
Orang Pendek adalah salah satu makhluk cryptozoology yang hidup dan tersebar di beberapa daerah di Pulau Sumatera. Menurut para saksi yang pernah melihat Orang Pendek, makhluk ini memiliki tinggi kira-kira 70-75 cm, tubuhnya ditutupi oleh rambut-rambut yang lebat yang berwarna hitam kecokelatan, dan berjalan tegak. Kadang-kadang ada beberapa saksi yang mengatakan Orang Pendek sering berteriak dengan suara-suara yang aneh.
Pada awalnya, banyak para peneliti yang menganggap bahwa Orang Pendek adalah salah satu jenis kera atau siamang yang salah diidentifikasi oleh para saksinya. Tetapi, mereka berubah pikiran setelah mengetahui bahwa para saksi mengatakan bahwa Orang Pendek berjalan tegak. Bukti yang lainnya adalah jejak kaki Orang Pendek yang tidak bisa diidentifikasi sebagai sejenis kera atau siamang.
W Osman Hill, salah seorang ahli cryptozoologist yang terkenal, menganggap bahwa Orang Pendek masih memiliki hubungan dengan manusia purba jenis Homo Erectus yang ditemukan di Jawa. Sedangkan, beberapa ahli cryptozoologist lain mengatakan bahwa Orang Pendek tidak memiliki hubungan dengan Homo Erectus melainkan dengan Hobbit dari Flores. Sedangkan, para penduduk lokal yang tinggal di mana Orang Pendek sering memunculkan dirinya mengatakan bahwa Orang Pendek adalah makhluk yang ramah, sehingga mereka menerima keberadaan Orang Pendek dengan toleransi apapun.
Misteri Orang Pendek mulai tersiar kabarnya pada abad ke-20, tepatnya pada tanggal 21 Agustus 1915. Pada tanggal 21 Agustus 1915, Edward Jacobson menemukan jejak-jejak kaki misterius di tepi Danau Tebo yang berada di bagian Tenggara Gunung Kerinci, Propinsi Jambi. Pemandunya, Mat Getoep, mengatakan bahwa jejak-jejak kaki yang setiap jejak panjang 5 inci tersebut adalah milik Orang Pendek.
Makhluk ini kemudian mendapatkan sorotan internasional setelah seorang penulis berkebangsaan Inggris, Demorah Matyr, menemukan sekumpulan jejak-jejak kaki yang diperkirakan sebagai jejak Orang Pendek di Barat Daya Sumatera. Kemudian, Matyr mencetak jejak-jejak kaki itu dengan gips dan membawanya ke pemerintah yang mengurus taman nasional. Tetapi, sayangnya cetakan jejak-jejak kaki tersebut hilang entah kemana.

Setelah 5 tahun meneliti, akhirnya Matyr melihat Orang Pendek di wilayah Gunung Kerinci pada 30 Sepetember 1994. Setelah jarak beberapa puluh meter dari Matyr, makhluk itu kemudian menoleh ke arahnya lalu lari menjauh dan menghilang di dalam hutan.

Pada tahun 1995, ketika gempa besar melanda Lampung, beberapa penduduk lokal melihat Orang Pendek keluar dari hutan, mungkin takut karena gempa besar tersebut.
Pada tahun 2001, sekelompok tim ekspedisi amatir yang dipimpin oleh Adams Davies menemukan sekumpulan jejak kaki yang dipercaya sebagai jejak Orang Pendek. Kemudian, jejak-jejak kaki tersebut dikirim ke Cambridge untuk diidentifkasi. Hasilnya adalah jejak kaki tersebut adalah seekor kera dengan karakter gibon, orangutan, simpanse, dan manusia.
Pada awal September 2009, mereka melaporkan bahwa mereka menemukan sekumpulan jejak kaki yang diduga sebagai jejak kaki Orang Pendek. Selain itu, dua dari anggota tim ini, yaitu Dave Archer dan Sahar Didmus mengaku melihat Orang Pendek. Mereka mengatakan bahwa bentuk Orang Pendek seperti simpanse tetapi berjalan tegak seperti manusia.
Labels: Arkeologi
Wednesday, October 31, 2012
okezone.com -- -- Para arkeolog mengatakan telah menemukan reruntuhan kota kuno seluas 4 kilometer persegi di Barat Laut China, tepatnya di provinsi Shaanxi. Kota dari zaman neolitik ini merupakan yang terbesar di antara sejenisnya di China.
Dilansir dari Xinhua, Rabu (31/10/2012), kesimpulan tersebut diperoleh setelah lebih dari 40 arkeolog meneliti reruntuhan Shimao di Shenmu County dan mengukur ukuran kota bantu kuno yang berusia 4.000 tahun itu.
"Kota ini memiliki dinding batu yang menakjubkan dan kami telah menggali sejumlah besar batu giok yang diukir. Ini menunjukkan peran penting kota tersebut bagi peradaban awal di China," terang kepala Archaeological Society of China Zhang Zhongpei.
Reruntuhan Shimao pertama kali ditemukan pada 1976 dalam bentuk sebuah kota kecil. Sementara itu, petugas arkeologi lokal melakukan sebuah survei menyeluruh pada tahun lalu. Hasilnya mengungkap penemuan dinding-dinding kota yang lain.
Kota tersebut ditemukan memiliki struktur dalam dan struktur luar. Tembok yang mengelilingi kota tersebut memiliki struktur dalam dan struktur luar. Sementara dinding yang mengelilingi bagian luar kota merentang seluas 4,25 kilometer persegi.
Labels: Arkeologi
Friday, June 8, 2012
SOZOPOL, KOMPAS.com - Rangka "vampire" ditemukan dalam sebuah penggalian di wilayah Laut Hitam, kota Sozopol, Bulgaria. Rangka tersebut berasal dari Zaman Pertengahan, sekitar 800 tahun lalu, ditemukan dengan batang besi yang mencancap di dada.
Para arkeolog mengungkapkan, penemuan batang besi yang menancap di dada menunjukkan adanya ritual melawan vampir pada masa tersebut.
"Praktik ini umum di beberapa wilayah desa Bulgaria hingga dekade pertama abad 20," kata Bozhidar Dimitrov, Kepala National History Museum Sofia.
Penemuan rangka ini adalah yang kesekian kalinya di Eropa. Lebih dari 100 rangka ditemukan di wilayah Bulgaria saja.
Arkeolog menuturkan, vampir yang dipahami di Bulgaria bukanlah vampir peminum darah seperti yang digambarkan di beragam film Hollywood.
Vampir yang dimaksud terkait dengan mayat orang-orang yang terserang wabah penyakit pada tahun 1300-1700, yang telah mengalami dekomposisi.
Kala wabah penyakit melanda, tempat penguburan sering dibuka kembali untuk mengubur jenazah baru korban penyakit. Kadang, orang menjumpai mayat dengan kain kafan di muka berlubang, gigi dan rambut masih tumbuh dan darah keluar dari bagian mulut.
Sebenarnya, kain kafan yang berlubang disebabkan karena bakteri. Namun, saat itu dipahami bahwa penyebabnya adalah vampir yang merajalela. Batang besi yang ditancapkan berguna untuk mencegah mayat bangkit lagi dan meneror warga sekitar.
Seperti diberitakan Discovery, Rabu (6/6/2012), praktek melawan vampir juga berkembang di wilayah Serbia dan Balkan.
Source