Monday, May 12, 2014
Menindaklanjuti masalah virus MERS Cov yang hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat dunia. Setelah seorang yang menetap di Medan terjangkit virus MERS, kini virus tersebut diduga ikut mewabah di daerah Palangkaraya akibat tiga jemaah umrah asal daerah tersebut diidentifikasi terjangkit gejala virus MERS, Minggu (11/052014)
Ketiga pasien yang berjenis kelamin perempuan yang diduga terjangkit virus MERS itu akhirnya diisolasi di ruang perawatan khusus RSUD Dr Doris Sylvanus. Dokter RSUD Dr Doris Sylvanus, Dr Theo Sapta, menjelaskan, pihaknya telah memberlakukan prosedur medis yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dalam menangani pasien yang diduga mengidap MERS CoV.
Sampel darah ketiganya pun juga telah dikirim ke pusat penelitian dan pengembangan kesehatan untuk diuji
lebih lanjut. “Sampel sudah kita kirim ke litbang, tapi kita tangani sesuai prosedur kementerian, diisolasi khusus,” kata Dr Theo.
Labels: Virus MERS Cov
Thursday, May 8, 2014
Indonesia Turut Ambil Tangan dalam Penanganan Virus MERS Cov
0 comments Posted by Unknown at 9:51 AMVirus MERS Cov kini telah menjadi perhatian hangat di mancanegara. Virus yang mulanya hanya terdapat di Arab Saudi kini telah menyebar dan mengancam negara-negara lainnya, seperti di benua Eropa, Amerika serta Asia. Tanpa disadari, virus tersebut telah masuk ke Indonesia hingga menyebabkan 1 orang balita di Medan meninggal dunia akibat virus MERS Cov.
WHO (World Health Organization) yang merupakan satu badan PBB yang bertindak sebagai sebagai koordinator kesehatan umum internasional masih terus mencari solusi terbaik untuk meminimalisir tentang penyakit yang disebabkan oleh Virus MERS Cov. Indonesia juga turut bekerjasama dalam meneliti keberadaan virus MERS Cov ini.
"WHO sudah membuat tim, terdiri dari 15 pakar. Di mana salah satunya itu adalah saya," ujar Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama Kepala Badan Litbangkes di Ruang Direksi griya puspa RS Persahabatan di Ruang Direksi griya puspa RS Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu, (7/5/2014)
Sehubung dengan adanya tim tersebut, virus MERS Cov akan segera dituntaskan. Menurut Prof Tjandra, masyarakat indonesia harus mengetahui bahwa virus ini belum menjadi pandemik di negara kita. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan virus MERS ini, namun harus tetap waspada.
"Yang ditakuti kan masyarakat kan virus menyebar dari orang ke orang lain. Tetapi, virus ini penyebab penyebarannya dari apa dan penyebarannya apakah benar-benar belum tahu. Sejauh ini penyebarannya dari manusia ke manusia belum berlanjut," tutur Prof Tjandra.
"Bahwa kemungkinan penularan langsung dari onta ke manusia itu 'iya', tapi belum ada bukti sampai saat ini penularan itu berasal dari onta," lanjutnya.
Labels: Indonesia, Virus MERS Cov